HADITS KE 114 : KETENTUAN MENGUSAP PERBAN

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 114 :

وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( اِنْكَسَرَتْ إِحْدَى زَنْدَيَّ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَمَرَنِي أَنْ أَمْسَحَ عَلَى اَلْجَبَائِرِ ) رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَه بِسَنَدٍ وَاهٍ جِدًّا

Ali Radliyallaahu ‘anhu berkata: Salah satu dari pergelanganku retak. Lalu aku tanyakan pada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan beliau menyuruhku agar aku mengusap di atas pembalutnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang amat lemah.

MAKNA HADITS :

Di antara kemudahan agama Islam ialah memberikan kemudahan kepada hamba-hamba Allah yang antara lain dalam masalah mengusap perban kerana diqiyaskan kepada khuff dan surban. Ia dianggap qiyas jali (qiyas yang bertujuan memperkuat nash). Diantara ulama ada yang berpendapat menggabungkan antara mengusap dan mandi serta tayammum.

FIQH HADITS :

Wajib mengusap perban. Dalam masalah ini ulama berbeda pendapat. Hal ini telah diuraikan secara terperinci dalam kitab-kitab fiqh.

1. Barang siapa mengalami luka, patah atau infeksi pada salah satu bagian tubuhnya lalu pada bagian tersebut dipasang perban dan dia merasa kawatir akan menimbulkan bahaya apabila dibuka, maka menurut Imam al-Syafi’i orang itu boleh mengusap perban tersebut dan bertayammum serta tidak perlu mengqadha’ (sholat yang telah dilakukan) mengikut pendapat yang paling kuat jika perban tersebut dipasang dalam keadaan suci dan diletakkan pada anggota tayammum.

2. Barang siapa pada salah satu anggota tubuhnya mengalami luka, patah atau infeksi, sedangkan sebagian yang lain sehat namun kadar anggota tubuh yang sehat lebih banyak, maka anggota tubuh yang sehat mesti dibasuh, sedangkan yang terluka diusap saja. Jika kadar anggota yang terluka lebih banyak daripada yang sehat, maka dia boleh bertayammum dan kewajiban mandi menjadi gugur. Ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Abu Hanifah sedangkan menurut Imam Ahmad, anggota tubuh yang sehat mesti dimandikan, sedangkan anggota yang terluka hendaklah ditayammumin.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *