logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

Kategori
Uncategorized

MENDADAK MENSTRUASI KETIKA BERSETUBUH, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Assalamualaikum.

Deskripsi masalah

Kewajiban memberikan nafkah bagi suami kepada istrinya tidak hanya sebatas nafkah dhahir sร ja melainkan juga nafkah batin ( jima’). Katakanlah seorang suami bernama Fulan satu bulan lamanya bekerja merantau mencari penghasilan baru datang akhirnya dia bersetubuh dengan istrinya bernama Fulanah, namun ketika selesai mencapai puncak nikmatnya berhubungan (jima’) mendadak istrinya menstruasi, hal itu diketahui karena ada bekas darah dikemaluannya ( Dzakarnya )

Pertanyaan
Bagaimana hukumnya persetubuhan suami istri yang diketahui menstruasi secara mendadak setelah jima’ ? ๐Ÿ™๐Ÿป

 Waalaikum salam
Jawaban
Melakukan hubungan intim tanpa ada unsur kesengajaan lalu haid maka tidaklah berdosa, ( dima’fu) karena yang berdosa jika sudah diketahui istrinya haid.
Jadi selama tidak diketahui dan tidak mengulanginya jima’ setelahnya maka tidaklah berdosa, karena Allah Mengampuni Siapa yang Tersalah dan Lupa

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ูŽุงู„: (ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ู„ููŠ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู) ุญูŽุฏููŠู’ุซูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œSesungguhnya Allah membiarkan(mengampuni) kesalahan dari umatku akibat kekeliruan dan lupa serta keterpaksaan.โ€ (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al Baihaqi serta selain keduanya).[1]
[1] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (2045), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (16/202), Ath Thabrani dalam al Kabir (11274), Al Hakim dalam al Mustadrak (2/216) , Ad Daruquthni dalam Sunannya (4/170) dan Al Baihaqi dalam al Kubra (7/356

Orang yang melakukannya dengan sengaja mendapatkan dosa besar dan wajib baginya untuk bertobat. Jika ia tidak sengaja maka tidak ada dosa baginya.   

Al-Khatib As-Syirbini menjelaskan dalam Kitab Mughnil Muhtaj: 

  ูˆูŽูˆูŽุทู’ุกู ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุถู ูููŠ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูุฏู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุจูุงู„ุชู‘ูŽุญู’ุฑููŠู…ู ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุชูŽุงุฑูุŒ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑู ู…ูุณู’ุชูŽุญูู„ู‘ูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู…ููˆุนู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ุจูุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณููŠ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ูุฎูŽุจูŽุฑู ยซุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุชูŽุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงูุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูยป  ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู   

Artinya: โ€œMenggauli istri yang sedang haid di kemaluannya adalah dosa besar bagi suami yang sengaja, mengetahui keharamannya, dan tidak terpaksa. Orang yang menghalalkan perbuatan ini dianggap kafir seperti disebutkan di dalam Kitab Al-Majmuโ€™ dari Ashabus Syafiโ€™i dan selainnya. Berbeda dengan orang yang tidak tahu keharamannya, orang lupa, dan terpaksa (maka dimaafkan), karena hadits Nabi: โ€œSungguh Allah memaafkan dari umatku yang tersalah, lupa, dan yang terpaksa. Ini hadits hasan yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan selainnya).โ€ (Al-Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, [Beirut: Darul Maโ€™rifah], jilid I, halaman 173.Wallahu A’lam bisshowab

Kategori
Uncategorized

MEKANISME AKAD MUDHARABAH SYARAT DAN RUKUNNYA

MEKANISME AKAD MUDHARABAH SYARAT DAN RUKUNNYA

Assalamualaikum.
Deskripsi masalah.

Dalam waqiiyah seseorang kontrak tempat toko lalu toto tersebut dipekerjakan kepada orang lain dengan akad bagi hasil baik dalam akad separuh hasil 50% atau 25% padahal siperkerja sama sekali tanpa modal hanya saja bermodal tenaga/ kerja.

Pertanyaan

Termasuk aqad apakah hal tersebut dalam Deskripsi ?

Waalaikum salam .
Jawaban.

Mengamati dari latar belang masalah antara orang yang memiliki toko dan orang yang menjaga toko ( pekerja ) disebut akad Mudhorobah atau muamalah, Karena dalam mudharabah yang diserahkan kepada pihak lain ( pekerja) adalah berupa harta modal yang dipasrahkan untuk dikelola.

Referensi

[ูˆู‡ุจุฉ ุงู„ุฒุญูŠู„ูŠุŒ ุงู„ูู‚ู‡ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ ูˆุฃุฏู„ุชู‡ ู„ู„ุฒุญูŠู„ูŠุŒ ูฃูฉูขูฃ/ูฅ]

ุงู„ู…ุถุงุฑุจุฉ ุฃูˆ ุงู„ู‚ุฑุงุถ ุฃูˆ ุงู„ู…ุนุงู…ู„ุฉ ู…ู† ุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุดุฑูƒุงุช. ูˆู‡ูŠ ููŠ ู„ุบุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนุฑุงู‚ ุชุณู…ู‰ ู…ุถุงุฑุจุฉ ูˆููŠ ู„ุบุฉ ุฃู‡ู„ ุงู„ุญุฌุงุฒ ุชุณู…ู‰ ู‚ุฑุงุถุงู‹ุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุดุชู‚ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุถ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู‚ุทุนุ› ู„ุฃู† ุงู„ู…ุงู„ูƒ ูŠู‚ุทุน ู„ู„ุนุงู…ู„ ู‚ุทุนุฉ ู…ู† ู…ุงู„ู‡ ูŠุชุตุฑู ููŠู‡ุง ูˆูŠุนุทูŠู‡ ู‚ุทุนุฉ ู…ู† ุงู„ุฑุจุญุŒ ุฃูˆ ู…ุดุชู‚ ู…ู† ุงู„ู…ู‚ุงุฑุถุฉ: ูˆู‡ูŠ ุงู„ู…ุณุงูˆุงุฉ ู„ุชุณุงูˆูŠู‡ู…ุง ููŠ ุงุณุชุญู‚ุงู‚ ุงู„ุฑุจุญุŒ ุฃูˆ ู„ุฃู† ุงู„ู…ุงู„ ู…ู† ุงู„ู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุนู…ู„ ู…ู† ุงู„ุนุงู…ู„ุŒ ูˆู‡ูŠ ู„ู‡ุฐุง ุชุดุจู‡ ุงู„ุฅุฌุงุฑุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ุนุงู…ู„ ููŠู‡ุง ูŠุณุชุญู‚ ุญุตุชู‡ ู…ู† ุงู„ุฑุจุญ ุฌุฒุงุก ุนู…ู„ู‡ ููŠ ุงู„ู…ุงู„.
ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ุนุฑุงู‚ ูŠุณู…ูˆู† ุงู„ู‚ุฑุงุถ ู…ุถุงุฑุจุฉุ› ู„ุฃู† ูƒู„ุงู‹ ู…ู† ุงู„ุนุงู‚ุฏูŠู† ูŠุถุฑุจ ุจุณู‡ู… ููŠ ุงู„ุฑุจุญุŒ ูˆู„ุฃู† ุงู„ุนุงู…ู„ ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุงู„ุณูุฑุŒ ูˆุงู„ุณูุฑ ูŠุณู…ู‰ ุถุฑุจุงู‹ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ .

Referensi:

ุงู„ูู‚ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ ู„ู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฌุฒุขุฆุฑู‰
 
ูˆู…ู†ุงุณุจุฉ ุงู„ู…ุถุงุฑุจุฉ ู„ู„ู…ุณุงู‚ุงุฉ ูˆุงู„ู…ุฒุงุฑุนุฉ ุธุงู‡ุฑุฉ ู„ุฃู†ูƒ ู‚ุฏ ุนุฑูุช ุฃู†ู‡ู…ุง ุนู‚ุฏุงู† ุจูŠู† ุงุซู†ูŠู† ู…ู† ุฌุงู†ุจ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุงู„ุฃุฑุถ ุฃูˆ ุงู„ุดุฌุฑุŒ ูˆู…ู† ุฌุงู†ุจ ุงู„ุขุฎุฑ ุงู„ุนู…ู„ุŒ ูˆู„ูƒู„ ู…ู†ู‡ู…ุง ู†ุตูŠุจ ููŠ ุงู„ุฎุงุฑุฌ ู…ู† ุงู„ุซู…ุฑุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุถุงุฑุจุฉ ูุฅู†ู‡ุง ุนู‚ุฏ ูŠุชุถู…ู† ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ู…ุงู„ ู…ู†ุฉ ุฌุงู†ุจ ูˆุงู„ุนู…ู„ ู…ู† ุฌุงู†ุจ ุขุฎุฑ ูˆู„ูƒู„ ู…ู† ุงู„ุฌุงู†ุจูŠู† ู†ุตูŠุจ ููŠ ุงู„ุฑุจุญ 

Artinya: “Korelasi antara mudharabah dengan akad musรขqah dan muzรขra’ah tampak jelas. Sebagaimana anda ketahui bahwa kedua akad terakhir ini terbentuk oleh dua pihak yang menjalin relasi, satu pihak menyerahkan tanah atau pohon, sementara pihak lainnya menyerahkan tenaga. Tiap-tiap dari keduanya ada hak berupa bagian dari hasil panenan berupa buah. Demikian pula dengan akad mudharabah, ia terbentuk dari sebuah jalinan akad yang memuat di dalamnya berupa penyerahan harta dari satu sisi, dan kerja dari sisi yang lain sehingga masing-masing berhak atas bagian keuntungan yang diperoleh.” (Abdurrahman al-Jazรฎry, al-Fiqhu ‘ala al-Madzรขhibi al-Arba’ati, Beirut: Dรขr al-Fikr, 2019: 3/29)

Dengan memperhatikan unsur kesamaan di atas, maka rukun dari akad mudharabah,  musรขqah, dan mukhรขbarah, pada dasarnya mengikuti rukun yang terdapat dalam akad mudharabah. Para ulama berbeda pendapat terkait dengan rukun mudharabah ini. 
Menurut kalangan Hanafiyah, rukun mudharabah ada dua yaitu, adanya lafadh ijab dan qabul yang menunjukkan terhadap maksud dilakukannya akad. Menurut pandangan mayoritas ulama, rukun mudharabah ada 3, yaitu:

  1. Adanya ‘aqidain (dua orang yang berakad), yakni terdiri atas pemilik modal (mรขlik) dan pengelola (‘amil)
  2. Adanya ma’qรนd ‘alaih, yaitu objek yang masuk dalam unsur akad, terdiri dari: (a) jenis pekerjaan (‘amal); (b) laba (ribhu); dan (c) modal (ra’sul mรขl)
  3. Shighat akad, terdiri dari shighat ijab (menyerahkan) dan shighat qabul (menerima)

Ulama kalangan Syafiiyah, memerinci akad ini menjadi 5, yaitu: harta (mรขl), usaha (‘amal), laba (ribhu), shighat (lafadh ijab dan qabul) dan ‘aqidain (dua orang yang berakad). Dengan begitu, pandangan Syafiiyah ini sebenarnya sama dengan pandangan ulama jumhur (mayoritas). Bagaimana dengan pandangan Hanafiyah? Mengapa hanya ada dua syarat saja, yaitu keberadaan lafadh ijab dan kabul saja?

Untuk mengetahui ceruk dari kalangan Hanafiyah dalam memandang akad mudharabah ini, kita bisa lihat pada definisi ijab dan qabul dari kalangan tersebut. Dalam al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, juz 4, dijelaskan bahwa, yang dimaksud dengan lafadh ijab oleh Hanafiyah adalah:

ูุฃู„ูุงุธ ุงู„ุฅูŠุฌุงุจ: ู‡ูŠ ู„ูุธ ุงู„ู…ุถุงุฑุจุฉ ูˆุงู„ู…ู‚ุงุฑุถุฉ ูˆุงู„ู…ุนุงู…ู„ุฉุŒ ูˆู…ุง ูŠุคุฏูŠ ู…ุนุงู†ูŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู„ูุงุธ ุจุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุฑุจ ุงู„ู…ุงู„: (ุฎุฐ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุงู„ ู…ุถุงุฑุจุฉ ุนู„ู‰ ุฃู† ู…ุง ุฑุฒู‚ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ู…ู† ุฑุจุญ ูู‡ูˆ ุจูŠู†ู†ุง ุนู„ู‰ ูƒุฐุง ู…ู† ู†ุตู ุฃูˆ ุฑุจุน ุฃูˆ ุซู„ุซ ุฃูˆ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุฃุฌุฒุงุก ุงู„ู…ุนู„ูˆู…ุฉ).


Artinya: “Yang dimaksud dengan lafadh ijab adalah lafadh yang menunjukkan makna mudharabah, muqรขradlah, atau mu’amalah, atau segala bentuk pernyataan yang bisa mendatangkan pengertian pada akad, misalnya seperti pernyataan pemodal: โ€˜Ambil harta ini sebagai modal usaha dengan bagi hasil keuntungan yang direzekikan oleh Allah ๏ทป kepada usaha kita dalam menjalankan modal ini, dengan rasio pembagian separuh (untuk aku atau kamu), seperempat (untuk aku atau kamu), atau sepertiga (untuk aku atau kamu) atau menurut nisbah tertentu lainnya yang kita ketahui bersama” (al-Kasรขni, Badรขi’u al-Shanรขi’ fi Tartรฎbi al-Syarรขi’, Damaskus: Dรขr al-Kutub al-Ilmiyyah, 1971: 8/5-6). Wallahu aโ€™lam bish-shawab

Kategori
Uncategorized

HUKUM SEMBELIHAN HEWAN DALAM KONDISI BERDIRI DIMULAI DARI ATAS LEHER

HUKUM SEMBELIHAN HEWAN DARI ARAH ATAS LEHER KONDISI HEWAN BERDIRI

Assalamualaikum.

Deskripsi masalah.

Seiring dengan perkembangan zaman praktek sembelihan hewan yang terjadi dimasyarat beraneka ragam cara ada yang dipotong dalam kondisi hewan tanpa diikat kakinya terlebih dahulu yakni dalam kondisi berdiri tegak lalu dipotong melalui leher yang atas : cepleng red: Dan sebagian dengan hewan dirobohkan terlebih dahulu lalu diikat kakinya dan kepalanya dihadapkan kearah kiblat dll.

Pertanyaannya.

Bagaimana hukum sembelihan dengan cara dimulai dari leher atas ( cepleng : Red ) sedangkan hewan yang disembelih dalam kondisi berdiri tanpa diikat terlebih dahulu dihadapkan kearah kiblat?

Waalaikum salam.
Jawaban

Ditafsil

๐Ÿ…ฐ๏ธJika sembelihannya orang Non Muslim ( kafir ) maka tidak sah dan haram memakannya
๐Ÿ…ฑ๏ธJika sembelihannya orang Islam maka mayoritas ulama fiqh menghukumi makruh, jika dimulai dari atas leher, cepleng: Red, alasannya karena termasuk pada kategori penyiksaan, namun halal sembelihannya, apabila telah memenuhi syarat yaitu dipotong dengan cepat dan saat mari’ (kerongkongan/saluran makanan) dan hulqum (tenggorokan/saluran pernafasan) terputus diduga kuat masih ada hayatun mustaqirrah (tidak sekarat). Akan tetapi sebaliknya jika tidak memenuhi syarat maka hukumnya HARAM.

Referensi:

ูู‚ู‡ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ู‰ ูˆุงุฏู„ุชู‡ ู„ู„ุฒุญูŠู„ู‰ ุต :ูขูฆูงูจ

ุงู„ู…ุจุญุซ ุงู„ุฃูˆู„ ู€ ุงู„ุฐุงุจุญ ุงู„ุฐุงุจุญ ุฃุญุฏ ุฃุตู†ุงู ุซู„ุงุซุฉ: ุตู†ู ุชุญุฑู… ุฐูƒุงุชู‡ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ุŒ ูˆุตู†ู ุชุฌูˆุฒ ุชุฐูƒูŠุชู‡ ุจุงู„ุงุชูุงู‚ุŒ ูˆุตู†ู ู…ุฎุชู„ู ููŠู‡ (ูข).
ู ุงู„ุฐุงุจุญ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุชุคูƒู„ ุฐุจูŠุญุชู‡ ูˆุชุญุฑู… ุจุงู„ุงุชูุงู‚: ู‡ูˆ ุงู„ูƒุงูุฑ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจุŒ ูƒุงู„ู…ุดุฑูƒ ุฃูˆ ุงู„ูˆุซู†ูŠ ุนุงุจุฏ ุงู„ุฃุตู†ุงู…ุŒ ูˆุงู„ู…ู„ุญุฏ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุฏูŠู† ุจุฏูŠู†ุŒ ูˆุงู„ู…ุฑุชุฏ ูˆุฅู† ุชุฏูŠู† ุจุฏูŠู† ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจุŒ ูˆุงู„ุฒู†ุฏูŠู‚ุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ูˆู…ุง ุฐูุจุญ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ูู‘ุตูุจ} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฃ/ ูฅ] ูˆู‚ูˆู„ู‡: {ูˆู…ุง ุฃู‡ู„ ู„ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฃ/ ูฅ] ู„ุฃู†ู‡ ูŠุญุฑู… ุงู„ุงุชุฌุงู‡
ุจุงู„ุฐุจุญ ุฅู„ู‰ ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ูˆุงู„ู…ุฑุชุฏ ู„ุง ูŠู‚ุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุฏูŠู† ุงู„ุฐูŠ ุงู†ุชู‚ู„ ุฅู„ูŠู‡ุŒ ูˆุจู†ุงุก ุนู„ูŠู‡ ุชุญุฑู… ุงู„ู„ุญูˆู… ุงู„ู…ุณุชูˆุฑุฏุฉ ู…ู† ุงู„ุจู„ุงุฏ ุงู„ูˆุซู†ูŠุฉ ูƒุงู„ูŠุงุจุงู†ุŒ ุฃูˆ ุงู„ุดูŠูˆุนูŠุฉ ูƒุฑูˆุณูŠุง ูˆุงู„ุตูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุงู„ุชูŠ ู„ุง ุชุฏูŠู† ุจุฏูŠู† ุณู…ุงูˆูŠ ูƒุงู„ู‡ู†ุฏ. ูƒู…ุงุชุญุฑู… ุฐุจูŠุญุฉ ุงู„ุจุงุทู†ูŠุฉ ุฅู„ุง ู…ู† ุซุจุช ุฅูŠู…ุงู†ู‡ ุจุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุชุฑูƒ ู…ู„ุชู‡.

ูˆุงู„ุฐุงุจุญ ุงู„ู…ุชูู‚ ุนู„ู‰ ุฐูƒุงุชู‡: ู‡ูˆ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ุจุงู„ุบ ุงู„ุนุงู‚ู„ ุงู„ุฐูƒุฑุŒ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุถูŠุน ุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ุฅู„ุง ู…ุง ุฐูƒูŠุชู…} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฃ/ ูฅ] ูˆุงู„ุฎุทุงุจ ููŠู‡ ู…ูˆุฌู‡ ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู†.
ูˆุฃุดู‡ุฑ ุงู„ู…ุฎุชู„ู ููŠ ุชุฐูƒูŠุชู‡ ุจูŠู† ุงู„ูู‚ู‡ุงุก: ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ู…ุฌูˆุณ ูˆุงู„ุตุงุจุฆูˆู†ุŒ ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูˆุงู„ุตุจูŠ ูˆุงู„ู…ุฌู†ูˆู† ูˆุงู„ุณูƒุฑุงู†ุŒ ูˆุงู„ุณุงุฑู‚ ูˆุงู„ุบุงุตุจ.
ูกู‹ ู€ ุฐุจูŠุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจูŠ: ูุฃู…ุง ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจ: ูุชุฌูˆุฒ ู…ู† ุญูŠุซ ุงู„ู…ุจุฏุฃ ุฐุจุงุฆุญู‡ู… ุจุงู„ุฅุฌู…ุงุน (ูก) ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ูˆุทุนุงู… ุงู„ุฐูŠู† ุฃูˆุชูˆุง ุงู„ูƒุชุงุจ} ู€ ุฃูŠ ุฐุจุงุฆุญู‡ู… ู€ {ุญู„ ู„ูƒู…ุŒ ูˆุทุนุงู…ูƒู… ุญู„ ู„ู‡ู…} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฅ/ ูฅ]. ูˆุงู„ุฌุงุฆุฒ: ู‡ูˆ ู…ุง ูŠุนุชู‚ุฏูˆู†ู‡ ููŠ ุดุฑูŠุนุชู‡ู… ุญู„ุงู„ุงู‹ ู„ู‡ู…ุŒ ูˆู„ู… ูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ู…ุŒ ูƒู„ุญู… ุงู„ุฎู†ุฒูŠุฑุŒ ูˆู„ูˆ ู„ู… ูŠุนู„ู… ุฃู†ู‡ู… ุณู…ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ ุฃูˆ ูƒุงู†ุช ุงู„ุฐุจูŠุญุฉ ู„ูƒู†ุงุฆุณู‡ู… ูˆุฃุนูŠุงุฏู‡ู… ูˆู„ูˆ ุงุนุชู‚ุฏูˆุง ุชุญุฑูŠู…ู‡ ูƒุงู„ุฅุจู„. ู‚ุงู„ ุงุจู† ุนุจุงุณ: ยซูˆุฅู†ู…ุง ุฃุญู„ุช ุฐุจุงุฆุญ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ู…ู† ุฃุฌู„ ุฃู†ู‡ู… ุขู…ู†ูˆุง ุจุงู„ุชูˆุฑุงุฉ ูˆุงู„ุฅู†ุฌูŠู„ยป (ูข).
ุฅู„ุง ุฃู† ุงู„ุฅู…ุงู… ู…ุงู„ูƒ ู‚ุงู„: ุฐุจุงุฆุญู‡ู… ุงู„ู…ุญุฑู…ุฉ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ูƒุฑูˆู‡ุฉ ู„ู†ุงุŒ ูƒุงู„ุฅุจู„ ูˆุงู„ุดุญูˆู… ุงู„ุฎุงู„ุตุฉุŒ ูˆู‡ูŠ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑุฉ ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุฐูŠู† ู‡ุงุฏูˆุง ุญุฑู…ู†ุง ูƒู„ุฐูŠ ุธูุฑ (ูก)ุŒ ูˆู…ู† ุงู„ุจู‚ุฑ ูˆุงู„ุบู†ู…ุŒ ุญุฑู…ู†ุง ุนู„ูŠู‡ู… ุดุญูˆู…ู‡ู…ุงุŒ ุฅู„ุง ู…ุง ุญู…ู„ุช ุธู‡ูˆุฑู‡ู…ุงุŒ ุฃูˆ ุงู„ุญูˆุงูŠุงุŒ ุฃูˆ ู…ุง ุงุฎุชู„ุท ุจุนุธู…} [ุงู„ุฃู†ุนุงู…:ูกูคูฆ/ ูฆ]. ูˆุฃุฌุงุฒู‡ุง ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ู„ุฃู†ู‡ุง ู…ุณูƒูˆุช ุนู†ู‡ุง ููŠ ุดุฑุนู†ุงุŒ ูุชุจู‚ู‰ ุนู„ู‰ ุฃุตู„ ุงู„ุฅุจุงุญุฉ.
ูˆูƒุฐู„ูƒ ุชูƒุฑู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุนู† ุฃุญู…ุฏ ุงู„ู…ุฐุจูˆุญุฉ ู„ูƒู†ุงุฆุณู‡ู… ูˆุฃุนูŠุงุฏู‡ู…ุŒ ู„ู…ุง ููŠู‡ุง ู…ู† ุชุนุธูŠู… ุดุฑูƒู‡ู…ุŒ ูˆู„ุฃู† ุงู„ุฐุงุจุญ ู‚ุตุฏ ุจู‚ู„ุจู‡ ุงู„ุฐุจุญ ู„ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆู„ู… ูŠุฐูƒุฑ ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡. ูˆู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฃุตูˆุจ.
ูˆุฃู…ุง ุฅุฐุง ุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุฐุงุจุญ ุณู…ู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ุฐุจูŠุญุฉ ุบูŠุฑ ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ุŒ ุจุฃู† ุฐุจุญ ุงู„ู†ุตุฑุงู†ูŠ ุจุงุณู… ุงู„ู…ุณูŠุญุŒ ูˆุงู„ูŠู‡ูˆุฏูŠ ุจุงุณู… ุงู„ุนุฒูŠุฑุŒ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุจุนุฏู… ุงู„ุญู„ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: {ูˆู…ุง ุฃู‡ู„ ู„ุบูŠุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจู‡} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฃ/ ูฅ] {ูˆู„ุง ุชุฃูƒู„ูˆุง ู…ู…ุง ู„ู… ูŠุฐูƒุฑ ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡} [ุงู„ุฃู†ุนุงู…:ูกูขูก/ ูฆ] ูˆู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุจุงู„ุตุญุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุญู„ ุฐุจุงุฆุญู‡ู… ู…ุง ุฐุจุญูˆู‡ ุจุดุฑุทู‡ ูƒุงู„ู…ุณู„ู….
ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ: ุจูƒุฑุงู‡ุฉ ุฐู„ูƒ ููŠ ุบูŠุฑ ุญุฑู…ุฉุŒ ู„ุนู…ูˆู… ุขูŠุฉ {ูˆุทุนุงู… ุงู„ุฐูŠู† ุฃูˆุชูˆุง ุงู„ูƒุชุงุจ ุญู„ ู„ูƒู…} [ุงู„ู…ุงุฆุฏุฉ:ูฅ/ ูฅ] ู„ุฃู†ู‡ ู‚ุฏ ุนู„ู… ุงู„ู„ู‡ ุฃู†ู‡ู… ุณูŠู‚ูˆู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุฐุจุงุฆุญู‡ู… ู…ุซู„ ุฐู„ูƒุŒ ูˆู„ุฃู† ุชุณู…ูŠุชู‡ู… ุจุงุณู… ุงู„ุฅู„ู‡ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ู„ูŠุณุช ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุนุจุงุฏุฉุŒ ููƒุงู†ุช ุงู„ุชุณู…ูŠุฉ ู…ู†ู‡ู… ูˆุนุฏู…ู‡ุง ุนู„ู‰ ุณูˆุงุก.
ูˆู‚ูŠุฏ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ุญู„ ุฐุจูŠุญุฉ ุงู„ูƒุชุงุจูŠ ูˆุฒูˆุงุฌ ุงู„ูƒุชุงุจูŠุฉ ุจุดุฑุท ู‡ูˆ ู…ุง ูŠุฃุชูŠ (ูข):ุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ูƒุชุงุจูŠ ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ูŠุงู‹: ูุงู„ุฃุธู‡ุฑ ุงู„ุญู„ ุฅู† ุนู„ู… ุฏุฎูˆู„ ู‚ูˆู…ู‡ (ุฃูŠ ุฃูˆู„ ู…ู† ุชุฏูŠู† ู…ู† ุขุจุงุฆู‡) ููŠ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฏูŠู† (ุฃูŠ ุฏูŠู† ู…ูˆุณู‰ ูˆุนูŠุณู‰ ุนู„ูŠู‡ู…ุง ุงู„ุณู„ุงู…) ู‚ุจู„ ู†ุณุฎู‡ ูˆุชุญุฑูŠูู‡ุŒ ู„ุชู…ุณูƒู‡ู… ุจุฐู„ูƒ ุงู„ุฏูŠู† ุญูŠู† ูƒุงู† ุญู‚ุงู‹.

Referensi

ูู‚ู‡ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ู‰ ูˆุงุฏู„ุชู‡ ู„ู„ุฒุญูŠู„ู‰ ุต : ูขูฆูจูฆ

ูˆู‚ุงู„ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก (ูข): ูŠูƒุฑู‡ ุฐุจุญ ุงู„ุญูŠูˆุงู† ู…ู† ุงู„ู‚ูุงุŒ ุฃูˆ ู…ู† ุตูุญุฉ ุงู„ุนู†ู‚ุŒ ูู„ูˆ ูุนู„ ุฐู„ูƒ ุนุตู‰ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุชุนุฐูŠุจ. ู„ูƒู† ุฅู† ุญุฏุซ ุงู„ู‚ุทุน ุนู„ู‰ ูˆุฌู‡ ุงู„ุณุฑุนุฉุŒ ูˆุฃุชุช ุงู„ุณูƒูŠู† ุนู„ู‰ ู…ูˆุถุน ุงู„ุฐุจุญุŒ ูˆููŠ ุงู„ุญูŠูˆุงู† ุญูŠู†ุฆุฐ ุญูŠุงุฉ ู…ุณุชู‚ุฑุฉ ุญุชู‰ ุชู‚ุทุน ุงู„ุนุฑูˆู‚ ุนู†ุฏ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆุงู„ุญู„ู‚ูˆู… ูˆุงู„ู…ุฑูŠ ุนู†ุฏ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉุŒ ุฌุงุฒ ุฃูƒู„ู‡ุŒ ูˆุฅู„ุง ู„ู… ูŠุญู„ ู„ู…ูˆุชู‡ ุจู„ุง ุฐูƒุงุฉ. ูˆูŠุนู„ู… ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ู…ุณุชู‚ุฑุฉ ุจูˆุฌูˆุฏ ุงู„ุญุฑูƒุฉ ุฃูˆ ุงู†ูุฌุงุฑ ุงู„ุฏู… ุจุนุฏ ู‚ุทุน ู…ูˆุถุน ุงู„ุฐุจุญุŒ ูู‡ูŠ ุฏู„ูŠู„ ุจู‚ุงุก ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ู…ุณุชู‚ุฑุฉ ู‚ุจู„ู‡. ูุฅู† ู„ู… ูŠุนู„ู… ูˆุดูƒุŒ ู‡ู„ ุชูˆุฌุฏ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ู…ุณุชู‚ุฑุฉ ู‚ุจู„ ู‚ุทุน ู…ูˆุถุน ุงู„ุฐุจุญ ู†ุธุฑ: ูุฅู† ูƒุงู† ุงู„ุบุงู„ุจ ุจู‚ุงุก ุฐู„ูƒ ู„ุญุฏุฉ ุงู„ุขู„ุฉ ูˆุณุฑุนุฉ ุงู„ู‚ุทุนุŒ ุฃุจูŠุญ ุฃูƒู„ู‡ุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู†ุช ุงู„ุขู„ุฉ ูƒุงู„ูŽู‘ุฉ (ู„ุง ุชู‚ุทุน)ุŒ ูˆุฃุจุทุฃ ู‚ุทุนู‡ุŒ ูˆุทุงู„ ุชุนุฐูŠุจู‡ ู„ู„ุญูŠูˆุงู† ู„ู… ูŠุจุญ ุฃูƒู„ู‡ุ› ู„ุฃู†ู‡ ู…ุดูƒูˆูƒ ููŠ ูˆุฌูˆุฏ ู…ุง ูŠุญู„ู‡ุŒ ูˆุตุงุฑ ู…ูŠุชุฉุŒ ูู„ุง ูŠููŠุฏู‡ ุงู„ุฐุจุญ ุจุนุฏุฆุฐ.

Referensi:

ุงู„ุณุฑุงุฌ ุงู„ูˆู‡ุงุฌ – (ุฌ ูก /ุต ูฅูฅูจ)
๏ปญ๏ปŸ๏ปฎ ๏บซ๏บ‘๏บค๏ปช ๏ปฃ๏ปฆ ๏ป—๏ป”๏บŽ๏ปฉ ๏ป‹๏บผ๏ปฐ ๏ปŸ๏บ˜๏ปŒ๏บฌ๏ปณ๏บ’๏ปชุŒ ๏ป“๏บˆ๏ปฅ ๏บƒ๏บณ๏บฎ๏ป‰ ๏ป“๏ป˜๏ป„๏ปŠ ุง๏ปŸ๏บค๏ป ๏ป˜๏ปฎ๏ปก ๏ปญุง๏ปŸ๏ปค๏บฎ๏ปฏุก ๏ปญ๏บ‘๏ปช ๏บฃ๏ปด๏บŽ๏บ“ ๏ปฃ๏บด๏บ˜๏ป˜๏บฎ๏บ“ ๏บฃ๏ปž ๏ปญ๏บ‡๏ปป ๏บ‘๏บ„๏ปฅ ุง๏ปง๏บ˜๏ปฌ๏ปฐ ๏บ‡๏ปŸ๏ปฐ ๏บฃ๏บฎ๏ป›๏บ” ๏ปฃ๏บฌ๏บ‘๏ปฎ๏บก ๏ป“๏ปผ ๏ปณ๏บคู„. ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Kategori
Uncategorized

SOLUSI PEMIMPIN DALAM BERDAKWAH MENGHADAPI MASYARAT AWAM YANG TALFIQ

SOLUSI PEMIMPIN DALAM BERDAKWAH MENGHADAPI MASYARAKAT AWAM YANG TALFIQ

Assalamualaikum.

Sa’il Rasid Rusiyadiy


Deskripsi masalah.

Dalam waqiiyah Hidup di kota yang penduduknya jauh dari ilmu agama sangat prihatin untuk para kyai dan para ustadz, begitu juga kondisi disebagian masyarakat terpencil, sehingga mereka (pemimpin) sering kali susah untuk memutuskan permasalahan fiqhih, dikarenakan penduduknya banyak orang” yang talfiq

Pertanyaannya .

Bagaimana solusi yang seharusnya di perbuat oleh pemimpin ( para ulama’ ) pada zaman ini yang masyarakatnya kebanyakan talfiq?.

Waalaikum salam.

Jawaban.

Solusi bagi pemimpin dalam berdakwah menghadapi orang awam yang kebanyakan Talfiq ( yaitu mencampur-adukkan pendapat seorang ulama dengan pendapat ulama lain, yang tidak seorang pun dari mereka yang membenarkannya) dizaman sekarang ini adalah:

Pertama : ikhlas dalam berdakwah .

Kedua: sabar dalam berdakwah serta berpegang teguh terhadap ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihiwasallam .

Ketiga : Selalu berdo’ untuk umat.

ุงู„ู„ู‡ู… ุงู‡ุฏ ู‚ูˆู…ู‰ ูุฅู†ู‡ู… ู„ุง ูŠุนู„ู…ูˆู†

Ya Allah berikanlah petunjuk ( hidayah ) kepada kaumku sesungguhnya mereka tidak mengetahui

ุฑุจู†ุง ุงูุชุญ ุจูŠู†ู†ุง ูˆุจูŠู† ู‚ูˆู…ู†ุง ุจุงู„ุญู‚ ูˆุฃู†ุช ุฎูŠุฑ ุงู„ูุงุชุญูŠู†

Wahai Tuhan kami bukakanlaj diantara kami dan kaum kami dengan yang hak ( benar ) dan engkaulah sebaik-baik pembukaan kebenaran.

Mungkin dengan cara inilah Allah memberikan petunjuk bagi mereka, karena ulama sebagai pemimpin umat hanyalah berkewajiban menyampaikan amar makruf nahi mungkar sebagaimana disebutkan dalam kitab Bustanul Arifin, Rasulullah SAW bersabda:”

ุจู„ุบูˆ ุนู†ูŠ ูˆู„ูˆ ุขูŠุฉ

Sampaikanlah tentang ajaran ku walaupun adanya cuma satu ayat.
Adapun mengerjakan ataupun tidak itu adalah bergantung hidayah Allah, karena siapun tidak akan bisa memberikan petunjuk terhadap orang yang ia cintai melainkan Allahlah yang dapat memberikan petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya

ุฅู†ูƒ ู„ุงุชู‡ุฏู‰ ู…ู† ุฃุญุจุจุช ูˆู„ูƒู† ุงู„ู„ู‡ ูŠู‡ุฏู‰ ู…ู† ูŠุดุงุก


Berikut keterangan dalam kitab

ุฑุณุงู„ุฉ ุงู„ู…ุนุงูˆู†ุฉ.ุต ูขูฆ

(ูˆุนู„ูŠูƒ)

ุฅุฐุง ุฃู…ุฑุช ุฃูˆ ู†ู‡ูŠุช ุจุงู„ุฅุฎู„ุงุต ู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ุŒ
ูˆุงู„ุฑูู‚ ูˆุญุณู† ุงู„ุณูŠุงุณุฉุŒ ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ุดูู‚ุฉุ› ูู…ุง ุงุฌุชู…ุนุช ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตุงู„ ููŠ ุนุจุฏ ู…ุน ูƒูˆู†ู‡ ุนุงู…ู„ุงู‹ ุจู…ุง ุฃู…ุฑ ุจู‡ ู…ุฌุชู†ุจุงู‹ ู„ู…ุง ู†ู‡ู‰ ุนู†ู‡ ุฅู„ุง ูƒุงู† ู„ูƒู„ุงู…ู‡ ุตูˆู„ุฉ ูˆู‡ูŠุจุฉ ููŠ ุงู„ุตุฏูˆุฑ ูˆูˆู‚ุน ููŠ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ูˆุญู„ุงูˆุฉ ููŠ ุงู„ุฃุณู…ุงุน ูˆู‚ู„ ุฃู† ูŠูุฑูŽุฏู‘ูŽ ุนู„ูŠู‡ ู…ุน ู‡ุฐุง ูƒู„ุงู…ู‡ุŒ ูˆูƒู„ ู…ู† ุชุญู‚ู‚ ุจู…ุฑุงู‚ุจุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุชูˆูƒู„ ุนู„ูŠู‡ ูˆุชุฎู„ู‘ูŽู‚ ุจุงู„ุฑุญู…ุฉ ุนู„ู‰ ุนุจุงุฏู‡ ู„ู… ูŠู‚ุฏุฑ ุฃู† ูŠู…ู„ูƒ ู†ูุณู‡ ุนู†ุฏ ู…ุดุงู‡ุฏุฉ ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ุญุชู‰ ูŠุฒูŠู„ู‡ ุฃูˆ ูŠุญุงู„ ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู† ุฐู„ูƒ ุจู…ุง ู„ุง ู‚ุฏุฑุฉ ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุฏูุนู‡.

Metode Berdakwah
Hendaklah engkau selalu menyampaikan amar makruf nahi munkar dengan ikhlas karena Allah, lemah lembut dan baiknya dalam bersiasah ( politik ) yang disertai dengan kasih sayang.

Apabila sifat-sifat itu telah menyatu dalam diri seorang hamba yang senantiasa mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sudah barang tentu kata-katanya akan didengar, nasihatnya akan berkesan dan tak seorang pun dari pendengarnya yang mampu menyanggah pernyataannya
Barangsiapa mendekatkan diri pada Allah Swt., bertawakal kepada-Nya serta menghiasi diri dengan sifat kasih sayang kepada sesama hamba Allah, maka ia tidak kan membiarkan segala macam kemaksiatan yang ada di depannya, sehingga ia menghilangkannya atau menghalang-halanginya jia ia tak mampu menghalaunya.

(ูˆุฅูŠุงูƒ)

ูˆุงู„ุชุฌุณู‘ูุณูŽ ูˆู‡ูˆ ุทู„ุจ ุงู„ูˆู‚ูˆู ุนู„ู‰ ุนูˆุฑุงุช ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆู…ุนุงุตูŠู‡ู… ุงู„ู…ุณุชูˆุฑุฉุŒ ู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…: “ู…ู† ุชุชุจุน ุนูˆุฑุฉ ุฃุฎูŠู‡ ุงู„ู…ุณู„ู… ุชุชุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนูˆุฑุชู‡ ุญุชู‰ ูŠูุถุญู‡ ูˆู„ูˆ ููŠ ุฌูˆู ุจูŠุชู‡”.

(ูˆุงุนู„ู…)

ุฃู† ุงู„ู…ุนุตูŠุฉ ุฅุฐุง ุณุชุฑุช ู„ู… ุชุถุฑ ุฅู„ุง ู…ุฑุชูƒุจู‡ุง ูุฅุฐุง ุธู‡ุฑุช ูˆู„ู… ุชุบูŠุฑ ุนู… ุถุฑุฑู‡ุง.

Larangan Memata-matai
Janganlah engkau memata-matai orang lain untuk mencari keburukan dan kemaksiatan yang dikerjakannya, khususnya saudaramu sesama muslim.

Nabi Saw. bersabda :

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŽ ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุชูŽุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููู’ุถูุญูŽู‡ู ููู‰ู’ ุฌูŽูˆู’ูู ูŠูŽุจู’ุชูู‡ู.

โ€œBarangsiapa mencari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari aibnya sehingga Allah membuka aib yang ada dalam rumahnya.โ€ (Al-Hadits)

Ketahuilah, bahwa segala kemaksiatan yang tersembunyi tak akan membawa dampak negatif, kecuali bagi pelakunya. Tetapi sebaliknya, bila kemaksiatan sudah tersebar maka bencana pun akan turun secara merata.

Oleh karena itu bersabarlah dan berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam karena mungkin saja saat ini sampai pada zaman dimana ulama’ dalam berpegang teguh pada agama bagaikan memegang bara api.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฒูŽู…ูŽุงู†ูŒ ุงู„ุตู‘ูŽุงุจูุฑู ูููŠู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู†ูู‡ู ูƒูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุจูุถู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุฑู

โ€œAkan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Dijelaskan dalam Tuhfatul Ahwadzi bahwa di zaman tersebut, orang yang berpegang teguh dengan agama hingga meninggalkan dunianya, ujian dan kesabarannya begitu berat. Ibaratnya seperti seseorang yang memegang bara (nyala) api.

Ath Thibiy berkata bahwa maknanya adalah sebagaimana seseorang tidak mampu menggenggam bara api karena tangannya bisa terbakar sama halnya dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini, ia sampai tak kuat ketika ingin berpegang teguh dengan agamanya. Hal itu lantaran banyaknya maksiat di sekelilingnya, pelaku maksiat pun begitu banyak, kefasikan pun semakin tersebar luas, juga iman pun semakin lemah.
Sedangkan Al Qari mengatakan bahwa sebagaimana seseorang tidaklah mungkin menggenggam bara api melainkan dengan memiliki kesabaran yang ekstra dan kesulitan yang luar biasa. Begitu pula dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam di zaman ini butuh kesabaran yang ekstra.

Itulah gambaran orang yang konsekuen dengan ajaran Islam saat ini, yang ingin terus menjalankan ibadah sesuai sunnah Rasul โ€“shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, begitu sulitnya dan begitu beratnya. Kadang cacian yang mesti diterima. Kadang dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Kadang jadi bahan omongan yang tidak enak. Sampai-sampai ada yang nyawanya dan keluarganya terancam. Demikianlah resikonya. Namun nantikan balasannya di sisi Allah yang luar biasa andai mau bersabar. Ingatlah janji Allah,

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠููˆูŽูู‘ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุงุจูุฑููˆู†ูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูุณูŽุงุจู


โ€œSesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.โ€ (QS. Az Zumar: 10).
Sebagaimana disebut dalam Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim karya Ibnu Katsir, Al Auzaโ€™i menyatakan bahwa pahala mereka tak bisa ditimbang dan tak bisa ditakar. Itulah karena saking banyaknya.
Ibnu Juraij menyatakan bahwa pahala mereka tak bisa terhitung (tak terhingga), juga ditambah setelah itu.

CATATAN

Secara bahasa talfiq berarti melipat. Sedangkan yang dimaksud dengan talfiq secara syarโ€™i adalah mencampur-adukkan pendapat seorang ulama dengan pendapat ulama lain, sehingga tidak seorang pun dari mereka yang membenarkan perbuatan yang dilakukan tersebut. Muhammad Amin al-Kurdi mengatakan:

(ุชู†ูˆูŠุฑุงู„ู‚ู„ูˆุจ , ูฃูฉูง)
(ุงู„ุฎุงู…ุณ)

ุนุฏู… ุงู„ุชู„ููŠู‚ ุจุฃู† ู„ุงูŠู„ูู‚ ููŠ ู‚ุถูŠุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุงุจุชุฏุงุก ูˆู„ุงุฏูˆุงู…ุงุจูŠู† ู‚ูˆู„ูŠู† ูŠุชูˆู„ุฏู…ู†ู‡ู…ุงุญู‚ูŠู‚ุฉ ู„ุงูŠู‚ูˆู„ ุจู‡ุงุตุงุญุจู‡ู…ุง

โ€œ(syarat kelima dari taqlid) adalah tidak talfiq, yaitu tidak mencampur antara dua pendapat dalam satu qadliyah (masalah), baik sejak awal, pertengahan dan seterusnya, yang nantinya, dari dua pendapat itu akan menimbulkan satu amaliyah yang tak pernah dikatakan oleh orang berpendapat.โ€ (Tanwir al-Qulub, 397)
Jelasnya, talfiq adalah melakukan suatu perbuatan atas dasar hukum yang merupakan gabungan dua madzhab atau lebih. sebagaimana  seseorang berwudlu menurut madzhab Syafiโ€™I dengan mengusap sebagian (kurang dari seperempat) kepala. Kemudian dia menyentuh kulit wanita ajnabiyyah (bukan mahram-nya), dan langsung shalat dengan mengikuti madzhab Hanafi yang mengatakan bahwa menyentuh wanita ajnabiyyah tidak membatalkan wudlu. Perbuatan ini disebut talfiq, karena menggabungkan pendapatnya Imam Syafiโ€™I dan Hanafi dalam masalah wudlu. Yang pada akhirnya, kedua Imam tersebut sama-sama tidak mengakui bahwa gabungan itu merupakan pendapatnya. Sebab, Imam Syafiโ€™I membatalkan wudlu seseorang yang menyentuh kulit lain jenis. Sementara Imam Hanafi tidak mengesahkan wudlu seseorang yang hanya mengusap sebgaian kepala.

Referensi:

Tanwirul Qulub lissyaikh Sayyid Amin Al-Qurdiy
Bustanul Arifin.
Risalatul muawanah.Hal.26
Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jamiโ€™ At Tirmidzi, Abul โ€˜Ala Muhammad โ€˜Abdurrahman bin โ€˜Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.
Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim, Ibnu Katsir, tahqiq: Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H.

Kategori
Uncategorized

HUKUM SUAMI ISTRI BERHUBUNGAN INTIM DIMALAM HARI RAYA


Assalamualaikum.
Deskripsi masalah.

Tak heran gejolak seks pasangan suami istri baru bisa meluap-luap diawali pernikahan katakanlah seorang Hamidi dan Hamida baru menikah pada tanggal 8  dibulan Dzul hijjah, yang mana keduanya  telah mengucap janji sehidup semati, sehingga serasa dunia jadi  milik berdua. Betapa tidak, setelah penantian yang panjang, akhirnya Hamidi dan Hamida  bisa menikmati  momen intim suami istri  tanpa ada lagi kekhawatiran, mulai malam pertama tanggal 8 hingga tanpa jidah  samapai  malam hari raya melakukan hubungan intim.

Pertanyaannya.
Bagaimana hukumnya jima’ dimalam hari raya   ?

J A W A B A N :

Berhubungan intim suami istri setelah sahnya akad nikah menurut agama dan pemerintah keduanya sudah halal  berapa kali boleh berhubungan seks selama  semalam, asalkan keduanya merasa nyaman, dan istrinya tidak dalam keadaan haid atau nifas. Namun demikian ulama memberikan penjelasan yang berbeda tentang hukum nafkah batin ( jima’ ) kepada pasangan suami istri yaitu:

โœ”๏ธMenurut sebagian pendapat dari ulama Syafiโ€™iyah seumur hidup suami wajib berjimaโ€™ dengan istrinya satu kali berjimaโ€™. Selebihnya disunahkan empat hari sekali dengan tanpa Udzur kecuali jika ditakutkan istri akan selingkuh, maka pada saat itu suami wajib berjimaโ€™, karena kemampuan istri itu menahan kesabaran jimaโ€™ tiga malam.
โœ”๏ธMenurut Hanafiyah wajib bagi suami untuk menjimaโ€™ istrinya tiap empat bulan sekali.
โœ”๏ธMenurut Hanabilah wajib bagi suami untuk berjimaโ€™ dengan istrinya empat bulan sekali bila tidak ada udzur ( alasan ).
โœ”๏ธMenurut pendapat kuat dari Malikiyah , wajib bagi suami untuk menjimaโ€™ istrinya tiap empat hari sekali bila ada permintaan dari istri.

Lalu bagaimana Hukumnya jima’ dimalam  hari raya sebagaimana deskripsi?

Jawabannya adalah makruh, dan sebagian ulama melarangnya namun larangan tersebut hanya sebatas makruh tidaklah sampai mengakibatkan keharaman seperti bersetubuh di kala haid, atau nifas.

Dalam kitab Qurrotul ‘Uyun, Syekh penadhom menjelaskan dalam bait-bait Nadhom kitab tersebut, bahwa terdapat empat malam dimana persetubuhan bersama istrinya tidak diperbolehkan yaitu:

1. Malam hari raya kurban.

2. Malam pertama disetiap bulan.

3. Malam pertengahan disetiap bulan.

4. Malam terahir disetiap bulan, alasannya adalah :

1. Anak akan bertabiat jelek yang senang menumpahkan darah (menjadi pembunuh)

2. Syetan akan hadir pada persetubuhan yang dilakukan pada malam-malam itu

3. Anak yang terlahir akan mudah stress atau berakibat gila

4. Anak yang lahir akan mengidap penyakit kusta .

Adapun dampak dari bersetubuh dimalam hari raya kurban, malam pertama disetiap bulan, malam pertengahan disetiap bulan, malam terahir disetiap bulan sebenarnya Allah yang maha Tahu .

Berikut teks utuh dari kitab Qurrotul ‘Uyun :

ูˆู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฃุถุญู‰ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑ ูƒุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุงู„ุดู‡ูˆุฑ   ูˆุถู ุงู„ูŠู‡ุง ู†ุตู ูƒู„ ุดู‡ุฑ ูˆุขุฎุฑ ุงู„ู„ูŠุงู„ู‰ ู…ู†ู‡ ูุขุฏุฑ

ุฃุฎุจุฑ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ุงู„ุฌู…ุงุน ูŠู…ู†ุน ูู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู„ูŠุงู„ู‰ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ ุ› ู„ูŠู„ุฉ ุนูŠุฏ ุงู„ุฃุถุญู‰ ู„ู…ุง ู‚ูŠู„ ู…ู† ุฃู† ุงู„ุฌู…ุงุน ููŠู‡ุง ูŠูˆุฌุจ ูƒูˆู† ุงู„ูˆู„ุฏ ุณูุงูƒุง ู„ู„ุฏู…ุงุก. ูˆุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุฃูˆู„ ูƒู„ ุดู‡ุฑ, ูˆู„ูŠู„ุฉ ุงู„ู†ุตู ู…ู† ูƒู„ ุดู‡ุฑ, ูˆุงู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุฃุฎูŠุฑุฉ ู…ู† ูƒู„ ุดู‡ุฑ. ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ู„ุงุชุฌุงู…ุน ุฑุฃุณ ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุดู‡ุฑ ูˆููŠ ุงู„ู†ุตู. ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุบุฒุงู„ูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูƒุฑู‡ ุงู„ุฌู…ุงุน ููŠ ุซู„ุงุซ ู„ูŠุงู„ ู…ู† ุงู„ุดู‡ุฑ: ุงู„ุฃูˆู„, ูˆุงู„ุฃุฎูŠุฑ, ูˆุงู„ู†ุตู. ูŠู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ุดูŠุงุทูŠู† ูŠุญุถุฑูˆู† ุงู„ุฌู…ุงุน ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ, ูˆูŠู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ุดูŠุงุทูŠู† ูŠุฌุงู…ุนูˆู† ููŠู‡ุง. ูˆุฑูˆูŠ ูƒุฑุงู‡ุฉ ุฐู„ูƒ ุนู† ุนู„ูŠ ูˆู…ุนุงูˆูŠุฉ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…. ูˆูŠู‚ุงู„ ุฅู† ุงู„ุฌู…ุงุน ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ูŠูˆุฑุซ ุงู„ุฌู†ูˆู† ููŠ ุงู„ูˆู„ุฏ, ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…. ู„ูƒู† ุงู„ู…ู†ุน ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ ุจู…ุนู†ู‰ ุงู„ูƒุฑุงู‡ุฉ ู„ุง ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูƒุงู„ุญูŠุถ ูˆุงู„ู†ูุงุณ ูˆุถูŠู‚ ุงู„ูˆู‚ุช.

Kebetulan sekali ada nukilan dari sebuah kitab, bahwa melakukan hubungan badan (jima) pada malam-malam tersebut hukumya makruh/karena akan menghasilkan anak cacat.

Pertama: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada permulaan bulan, pertengahan dan akhir bulan. karena hal itu dapat menyebabkan penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.

Kedua: Wahai Ali, jangan kamu menggauli isterimu sesudah waktu Zhuhur. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anaknya kelak punya ganguan psikologis, jiwanya mudah goncang.

Ketiga: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu sambil berbicara. Karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan kebisuan bagi anak. Dan jangan melihat kemaluan isterinya, karena dapat menyebabkan kebutaan bagi anak

Keempat: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (jika membuahkan janin) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan memiliki gangguan psikologis.

Kelima: Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur’an, karena aku khawatir turun api dari langit lalu membakar keduanya.

Keenam: Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam โ€˜Idul Fitri, karena hal itu (jika membuahkan janin) dapat menyebabkan anak memiliki banyak keburukan

Dari kitab fathul izar sepertinya ada keterangan mubah tapi konon jika hasil hubungan intim di malam ied, baik fitri maupun ied qurban, anaknya akan memiliki jari lebih dari sepuluh, ada jari yang kembar.

Namun menurut keterangan yang ada di dalam kitab Tuhfah dan Nihayah pernyataan makruh tersebut tidak tsabit / dalilnya lemah. Jadi yang meriwayatkan masalah kemakruhan itu Imam Ghozali, dibantah oleh Ibnu Hajar dalam kitab Tuhfah bahwa hadisnya tidak tsabit, kalaupun tsabit, maka doa sebelum jimak bisa menjaga dia dari syetan.

Referensi:

ุชุญูุฉ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ

ู‚ููŠู„ูŽ ูŠูŽุญู’ุณูู†ู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽูˆูŽุณูŽุทูู‡ู ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู ู„ูู…ูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุญู’ุถูุฑูู‡ู ูููŠู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูุฑูŽุฏู‘ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุซู’ุจูุชู’ ูููŠู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ *ูˆูŽุจูููŽุฑู’ุถูู‡ู ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุฏู ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูู‡ู*

Referensi:

ุฅุนุงู†ุฉ ุงู„ุทุงู„ุจูŠู†. ุฌ. ูฃ ุต.ูฃูคู 
ูˆูŠุณู† ู…ู„ุงุนุจุฉ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ุฅูŠู†ุงุณุง ูˆุฃู† ู„ุงูŠุฎู„ูŠู‡ุงุนู† ุงู„ุฌู…ุงุน ูƒู„ ุฃุฑุจุน .ู„ูŠุงู„ ู…ุฑุฉ ุจุบูŠุฑ ุนุฐุฑ (ู‚ูˆู„ู‡ ูˆุฃู† ู„ุงุฎู„ูŠู‡ุง ุงู„ุฎ)
ุฃู‰ ูˆูŠุณู† ุฃู† ู„ุงูŠุฎู„ูŠู‡ุง ุนู† ุงู„ุฌู…ุงุน ูƒู„ ุฃุฑุจุน ู„ูŠุงู„ ุฃู‰ ุชุญุตูŠู†ุง ู„ู‡ุง ูˆู„ุฃู† ุบุงูŠุฉ ู…ุงุชุจูŠู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูู‰ ุงู„ุตุจุฑ ุนู† ุงู„ุฌู…ุงุน ุซู„ุงุซ ู„ูŠุงู„ ูˆู„ุฐุง ู„ู… ูŠุณูˆูŠ ุงู„ุดุงุฑุน ู„ู„ุญุฑ ุฃูƒุซุฑ ู…ู† ุฃุฑุจุน.

Disunnatkan bagi suami istri itu bercumbu rayu sebelum jimaโ€™ dan sunnah suami itu memberikan nafkah batin (jimaโ€™) kepada istri 4 malam 1 kali hal ini semata memelihara atas ketidak maupun bersabarnya seorang istri menahan jimaโ€™. Karena kemampuan istri itu biasanya tiga malamโ€ฆโ€ฆ.

Referensi:

(ู…ุบู†ูŠ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุฑุงุจุน ุต: ูคูกูค)
(ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุนู’ุทูู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุจูŠุชู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉูŽ ุจูุฃูŽุกู†ู’ ูŠูŽุจููŠุชูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุญู’ุตูู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุญู’ุตูŽู†ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ : ู„ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู : ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุชูŽุฑู’ูƒูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ูŠูุคุกุฏูŠ ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุฌููˆุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู ุงู„ู’ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุฎู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูƒูู„ู‘ูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ู„ูŽูŠูŽุงู„ู ุนูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงุนู’ุชูุจูŽุงุฑู‹ุง ุจูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู…ูˆู„ููŠ ูููŠ ุงู„ุฌูŽูˆูŽุงู‡ูุฑู: ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู…ูŽุง ูููŠ ููุฑูŽุงุดู ูˆูŽุงุญูุฏู ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูุฃูŽุกุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ุนูุฐุฑ ููŠ ุงู„ุงู†ู’ููุฑูŽุงุฏูุŒ ุณูŽูŠู‘ูŽู…ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุนูŽุฑูŽููŽ ุญูุฑู’ุตูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ

Referensi:

(ุงู„ู…ูˆุณูˆุนุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉ ุงู„ูƒูˆูŠุชูŠุฉ ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุฑุงุจุน ูˆุงู„ุฃูˆุจุนูˆู† ุต: ูฃูฅ)
ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุถูŽุงุจูุท ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูุŒ ูˆูŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽูƒู’ู„ููŠูููŠู‘ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ู…ูู†ู’ ุฌูŽู…ูŽุงุนู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุฏู ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽ ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ูููŠู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู„ู ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูŽุง ู„ูู„ู’ุญูŽู†ูŽูููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ู ู„ูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽุฉู ู…ูุทูŽุงู„ูŽุจูŽุฉูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ูˆูŽุทู’ุกูุŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ูู‡ูŽุงุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุญูŽู„ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ู. ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุทูŽุงู„ูŽุจูŽุชู’ู‡ู ุจูู‡ู ููŽุฅูุกู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูŠูุฌู’ุจูŽุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุงู„ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฏููŠูŽุงู†ูŽุฉูŒ ูููŠู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุงุจู ุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู ูˆูŽุงุณู’ุชูุฏูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽูููŠู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŠ ุงู„ุญููƒู’ู…ูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูŠูŽุฃู’ุกุซูŽู…ู ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุฅูุฐูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฏููŠูŽุงู†ูŽุฉูŒ ู…ูุชูŽุนูŽุจู‘ูุชู‹ุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽุทู’ุก. ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ูŠ: ู„ูู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ูˆูŽุธูŽุกู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุชูู‡ูุŒ
ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฌุจูŽุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูŽุถูŽุงุกูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ูุŒ ู„ุฃูŽุกู†ู‘ูŽู‡ู ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ูุŒ ููŽุฌูŽุงุฒูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฏูŽุงุนููŠูŽุฉู ุงู„ุทู‘ูŽุจู’ุนู ู…ูŽุง ูŠูุบู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ุฅูŠุฌูŽุงุจูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูŽุงุนูŽ ู…ูู†ู’ ุฏูŽูˆูŽุงุนููŠ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุฎูู„ููˆุตู ุงู„ู’ู…ูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽูƒูŽู„ู‘ูููู‡ูŽุง ุจูุงู„ุชู‘ูŽุตูŽู†ู‘ูุนูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ู ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุนูŽุทูู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูŽุงุนู ุชูŽุญู’ุตููŠู†ู‹ุง ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆููุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุชูŽุฑู’ูƒูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ูŠููˆุกุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฅูุกุถู’ุฑูŽุงุฑู ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ููŽุณูŽุงุฏูู‡ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูุฒู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ู…ูุฎูŽูŠู‘ูŽุฑู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูŽุงุนู ูˆูŽุชูŽุฑู’ูƒูู‡ูุŒ ูˆูŽููุนู’ู„ู ู…ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ูŽุญู ู„ูู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒูŽุงู„ููŠู‘ู: ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุกุชููŠูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ู„ูŽูŠูŽุงู„ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุนู’ุฏูŽู„ูู‡ูุŒ ุฅูุฐู’ ุนูŽุฏูŽุฏู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู‹ุŒ ููŽุฌูŽุงุฒูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ุกุฎููŠุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏู. ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุต ุจูุญุณูŽุจู ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุญู’ุตููŠู†ูุŒ ููŽุฅูุกู†ู‘ูŽ ุชูŽุญู’ุตููŠู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุซู’ุจูุชู ุงู„ู’ู…ูุทูŽุงู„ูŽุจูŽุฉู ุจูุงู„ู’ูˆูŽุธุกูุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูุนูุณู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุทูŽุงู„ูŽุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽููŽุงุกู. ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽุงุฑูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู…ููˆู„ููŠ: ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู’ุฅูุนู’ุฑูŽุงุถู ุนูŽู†ู’ู‡ูู†ู‘ูŽุŒ ูˆูŽู‚ูŽูˆูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ. ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู: ู„ูู„ู’ู…ูŽุงู„ููƒููŠู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽ ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกุฃูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุชูŽูู‰ ุงู„ู’ุนูุฐู’ุฑูุŒ ูˆูŽูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูู‡ู ุญูŽูŠู’ุซู ุชูŽุถูŽุฑู‘ูŽุฑูŽุชู’ ุจูุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู. ููŽุฅูุฐูŽุง ุดูŽูƒูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชูŽู‡ู ู‚ูุถููŠูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุจูู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุฌูุญู. ูˆูŽุฑูŽูˆูŽู‰ ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุบููŠุฑู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ูŽ ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽ ูููŠ ุฃูŽู‚ูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุทู’ุกูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’: ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูุŒ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู. ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ: ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซู ุฃูŽุฎู’ุฐู‹ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: {ู„ูุฐู‘ูŽูƒูŽุฑู ู…ูุซู’ู„ู ุญูŽุธู ุงู„ู’ุฃูู†ู’ุซูŽูŠูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ ุนูู…ูŽุฑู ุจูู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูุŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุญู’ุจูู„ูู‡ูŽุง. ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนู: ู„ูู„ู’ุญูŽู†ูŽุงุจูู„ูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุทูŽุฃูŽุก ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุชูŽู‡ู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽุดู’ู‡ูุฑู ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุนูุฐู’ุฑูŒ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ. ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูˆูŽุงุฌูุจู‹ุงุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุตูุฑู’ ุจูุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ูˆูŽุงุฌูุจู‹ุงุŒ ูƒูŽุณูŽุงุฆูุฑู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฌูุจูุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ููƒูŽุงุญูŽ ุดูุฑูุนูŽ ู„ูู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉู ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุฏูŽูู’ุนู ุงู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ููู’ุถู ุฅูู„ูŽู‰ ุฏูŽูู’ุนู ุถูŽุฑูŽุฑู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ู’ูˆูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกุฃูŽุฉู ูƒูŽุฅูุกูู’ุถูŽุงุฆูู‡ู ุฅู„ูŽู‰ ุฏูŽูู’ุนู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูุŒ ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุงู„ู’ูˆูŽุธู‡ู ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ุญูŽู‚ู‘ูŒ ู„ูŽู…ูŽุง ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุงุณู’ุชูู†ู’ุฏูŽุงู†ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุฒู’ู„ู ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุกู…ูŽุฉู. ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงุดู’ุชูŽุฑูุทูŽ ูููŠ ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกุฃูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุซูู„ูุซูŽ ุณูŽู†ูŽุฉูุ› ู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู‚ูŽุฏู‘ูŽุฑูŽ ูููŠ ุญูŽู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููŠูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ููŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠ ุญูŽู‚ู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูุฐู’ุฑูุŒ ู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู„ูู…ูŽุฑูŽุถู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ู„ู ุนูุฐู’ุฑูู‡ู. ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุฑู‘ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ู’ูˆูŽุทู’ุกู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู†ู’ู‚ูŽุถูŽุชู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ู‡ูุฑู ุจูู„ูŽุง ุนูุฐู’ุฑูุŒ ููŽุฑูŽู‚ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุถููŠ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุทูŽู„ูŽุจูู‡ูŽุงุŒ ูƒูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููŠูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู…ู’ุชูŽู†ูุนู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุฏู‘ูุฎููˆู„ู. ู†ูŽุตู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽู†ู’ุตููˆุฑู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽ: ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑู ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู†ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠููู’ุฑูŽู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ู„ูุฐู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกูุŒ ู„ูุฃูŽุกู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆู’ ุถูุฑูุจูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูุฏู‘ูŽุฉู ู„ูุฐู„ููƒูŽ ูˆูŽููุฑูู‚ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุงุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูู„ู’ุฅูุกูŠู„ูŽุงุก ุฃูŽุซูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุฎูู„ูŽุงููŽ ูููŠ ุงุนู’ุชูุจูŽุงุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุชูŽูŠู’ู…ููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุชูู„ู’ู…ููŠุฐูู‡ู ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ูู…ู: ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูˆูŽุทู’ุกู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุชูู‡ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูŠู’ ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชูู‡ู โ€“ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูุทู’ุนู…ู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูู†ู’ููู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ุญูŽุงุฌูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูุฏู’ุฑูŽุชูู‡ู โ€“ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุชูŽุญู’ุฏููŠุฏู ุจูู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽุดู’ู‡ูุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูุณู’ุจููˆุนู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ุฃูŽุกู†ู‘ูŽ ุฏูู„ูŽุงู„ูŽุฉูŽ ู†ูุตููˆุตู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูู†ู‘ูŽุฉู ุนูŽุฏูŽู…ู ุชูŽู‚ู’ุฏููŠุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽูŠ ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠููˆุฌูุจูู‡ู ุนูŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ู.
ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูุฌููˆุนู ูููŠู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุฑู’ููุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ูˆูŽู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆููุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ๏ทบ ู„ูู‡ูู†ู’ุฏู ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉู ุฃูŽุจููŠ ุณููู’ูŠูŽุงู†ูŽ: ุฎูุฐููŠ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ูููŠูƒูŽ ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูŽูƒู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู‘ูู…ู: ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุทูŽุงุฆูููŽุฉูŒ: ูŠูŽุฌูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุจูŽุทูŽุฃูŽุกู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆููุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูู†ู’ููู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆููุŒ ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุณููˆู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูุนูŽุงุดูุฑูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆููุŒ ุจูŽู„ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูู…ู’ุฏูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู
ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุตููˆุฏูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุงุดูุฑูŽู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุธุกู ุฏูŽุงุฎูู„ ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฏู‘ูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุจูุนูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุทุกุง ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ู’ูƒูŽู†ูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุจูุนูŽู‡ูŽุง ู‚ููˆุชุงุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูู†ูŽุง ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑุฌุญ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุชูŽุงุฑูู‡ู. ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽุงู†ู ูููŠ ุงู„ู’ูˆูŽุทุกู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽู‚ู‘ู ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ููŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏูู‡ู ุจูุญูŽุณูŽุจู ุงู„ู’ุนูุฑู’ูู ูˆูŽุญูŽุงู„ูŽุฉู ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽูŠู’ู†ูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูู’ุฑูุถู ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ููŽู‚ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ููƒู’ู†ูŽู‰ ูˆูŽุณูŽุงุกุฑ ุญูู‚ููˆู‚ูู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุชูŽูŠู’ู…ููŠู‘ูŽุฉูŽ: ูˆูŽุญุตููˆู„ู ุงู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู ู„ูู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽุฉู ุจูุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ูˆูŽุทุกู ู…ูู‚ู’ุชูŽุถู ู„ูู„ู’ููŽุณู’ุฎู ุจููƒูู„ ุญูŽุงู„ูุŒ ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู‚ูŽุตู’ุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽูˆู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุตู’ุฏูุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ู…ูŽุนูŽ ู‚ูุฏู’ุฑูŽุชูู‡ู ูˆูŽุนูŽุฌู’ุฒูู‡ูุŒ ูƒูŽุงู„ู†ู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ู„ูู„ู’ููŽุณู’ุฎู ุจูุชูŽุนูŽุฐุฑูู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุกูŠู„ูŽุงุกู ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู‹ุง.ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ


Kategori
Uncategorized

HUKUM PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DIHALAMAN MASJID ( MENGOTORI MASJID )

Assalamualaikum
Deskripsi masalah
Dalam waqiiyah telah terjadi disebagian masyarakat ketika tiba hari raya idul adha disebagian masjid ( seorang Takmir ) menerima hewan qurban, namun ketika pelaksanaan penyembelihannya dan pentร shorrufanya menggunakan fasilitas Masjid yang diantaranya, ketika disembelih diletakkan dihalaman Masjid bahkan ketika selesai pemotongan lalu dagingnya dan tulang-tulangnya dipecah-pecah diserambi atau dilantai dimasjid,

Pertanyaan.

Bagaimana hukum mengotori Masjid dengan melakukan penyembelihan qurban dihalaman Masjid dan memecah-mecakan tulang dan daging diserambi masjid ?

Waalaikum salam.
Jawaban.
Melakukan sesuatu hal yang dapat mengotori Masjid hukumnya tidak boleh bahkan haram semisal darah yang mengakibatkan kotor dan mutanajjis begitu juga ludah, sedangkan makan yang mengakibatkan bau tidak enak didalam Masjid hukumnya makruh.

Adapun menggunakan fasilitas Masjid yang dipakai untuk umum yang maslahahnya kembali pada Masjid maka boleh. Yakni apabila fasilitas tersebut berstatus wakaf, dengan catatan wakif tidak mensaratkan wakafnya hanya untuk keperluan masjid, dan sudah menjadi tradisi alat masjid semisal speaker atau yang lainnya digunakan untuk keperluan kepentingan umum. Jika speaker tersebut bukan barang wakaf, maka diperbolehkan dengan catatan juga terdapat maslahah yang kembali pada masjid atau masyarakat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menyembelih quban dihalaman Masjid atau pemotongan serta memecahkan daging dan tulanya hewan qurban dan pembagiannya yang diletakkan diserambi/ dilantai masjid hukumnya haram, karena dapat mengotori Masjid dengan darah sebagaima qurban adalah mengalirkan darah, karena Masjid dibangun untuk shalat zikir baca al-Qur’an dan Taklim bukan urusan dunia dan Nabi menganjurkan agar mengharumkan dan membersihkan Masjid sebagaimana disebutkan hadis shohih;”

ูููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุฐูŠ ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡: ุฃู…ุฑ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ๏ทบ ุจุจู†ุงุก ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ููŠ ุงู„ุฏูˆุฑ ูˆุฃู† ุชู†ุธู ูˆุชุทูŠุจ.(ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ).

Oleh karena untuk menyembelih hewan qurban carilah tempat selain halaman Masjid, sedangkan menggunakan fasilitas Masjid seperti microfon atau speaker dan lain untuk kepentingan umum selama kemaslatannya kembali kemasjid hukumya boleh .

Referensi

ุงู„ู…ูƒุชุจุฉ ุงู„ุดุงู…ู„ุฉ
ูƒุชุงุจ ุงู„ูู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ
[ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฌุฒูŠุฑูŠ]
ุงู„ุฑุฆูŠุณูŠุฉ
ุฃู‚ุณุงู… ุงู„ูƒุชุจ
 
ุงู„ูู‚ู‡ ุงู„ุนุงู…
ูุตูˆู„ ุงู„ูƒุชุงุจ
  ุฌ: ูก. ุต: ูขูฆูข  
ู…ุณุงุฑ ุงู„ุตูุญุฉ ุงู„ุญุงู„ูŠุฉ:
ูู‡ุฑุณ ุงู„ูƒุชุงุจ  ู…ุง ูŠูƒุฑู‡ ูุนู„ู‡ ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ูˆู…ุง ู„ุง ูŠูƒุฑู‡  ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ุตุจูŠุงู† ูˆุงู„ู…ุฌุงู†ูŠู† ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ , ูˆูŠุญุฑู… ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ู†ุฌุณ ูˆุงู„ู…ุชู†ุฌุณ ููŠู‡ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุฌุงูุงู‹ุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุงุณุชุตุจุงุญ ููŠู‡ ุจุงู„ุฒูŠุช ุฃูˆ ุงู„ุฏู‡ู† ุงู„ู…ุชู†ุฌุณุŒ ูƒู…ุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจู†ุงุกู‡ ูˆู„ุง ุชุฌุตูŠุตู‡ ุจุงู„ู†ุฌุณุŒ ูˆู„ุง ุงู„ุจูˆู„ ููŠู‡ ูˆู†ุญูˆู‡ุŒ ูˆู„ูˆ ููŠ ุฅู†ุงุก ุฅู„ุง ู„ุถุฑูˆุฑุฉุŒ ูˆูŠุณุชุซู†ู‰ ู…ู† ุฐู„ูƒ ุงู„ุฏุฎูˆู„ ููŠู‡ ุจุงู„ู†ุนู„ ุงู„ู…ุชู†ุฌุณุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุญุงุฌุฉุŒ ูˆูŠู†ุจุบูŠ ุงู„ุงุญุชุฑุงุฒ ุนู† ุชู†ุฌูŠุณ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุจู…ุง ูŠุชุณุงู‚ุท ู…ู†ู‡ุ› ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุญูƒู… ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉุŒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠุฉุ› ุฃู…ุง ุงู„ุญู†ููŠุฉุ› ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉุŒ ูุงู†ุธุฑ ู…ุฐู‡ุจู‡ู… ุชุญุช ุงู„ุฎุท (ูก) .
[ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ุตุจูŠุงู† ูˆุงู„ู…ุฌุงู†ูŠู† ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ]
ูˆู…ู†ู‡ุง ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ุตุจูŠุงู† ูˆุงู„ู…ุฌุงู†ุจูŠู† ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ุนู„ู‰ ุชูุตูŠู„ ููŠ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจุŒ ูุงู†ุธุฑู‡ ุชุญุช ุงู„ุฎุท (ูข) .
[ุงู„ุจุตู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุฎุงุท ุจุงู„ู…ุณุฌุฏ]
ูˆู…ู†ู‡ุง ุงู„ุจุตู‚ ูˆุงู„ู…ุฎุงุท ุจุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ุนู„ู‰ ุชูุตูŠู„ ููŠ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจุŒ ุฐูƒุฑู†ุงู‡ ุชุญุช ุงู„ุฎุท (ูฃ) .ุงู„ุญู„ุงู„ ุงู„ู…ู…ู„ูˆูƒุŒ ูˆุฅู„ุง ุญุฑู…ุŒ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุจู†ู‚ุดู‡ ู…ู† ู…ุงู„ ุงู„ูˆู‚ู ุฅุฐุง ุฎูŠู ุถูŠุงุน ุงู„ู…ุงู„ ููŠุฃูŠุฏูŠ ุงู„ุธู„ู…ุฉุŒ ุฃูˆ ูƒุงู† ููŠ ุตูŠุงู†ุฉ ู„ู„ุจู†ุงุกุŒ ุฃูˆ ูุนู„ ุงู„ูˆุงู‚ู ู…ุซู„ู‡
(ูก) ุงู„ุญู†ููŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูƒุฑู‡ ุชุญุฑูŠู…ุงู‹ ูƒู„ ู…ุง ุฐูƒุฑ ู…ู† ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ู†ุฌุณ ูˆุงู„ู…ุชู†ุฌุณ ููŠู‡ ุฃูˆ ุงู„ุงุณุชุตุจุงุญ ููŠู‡ ุจุงู„ู…ุชู†ุฌุณ ุฃูˆ ุจู†ุงุฆู‡ ุจุงู„ู†ุฌุณุŒ ุฃูˆ ุงู„ุจูˆู„ ููŠู‡.
ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ุฅู† ุฃุฏู‰ ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ู†ุฌุณ ุฃูˆ ุงู„ู…ุชู†ุฌุณ ููŠู‡ ุฅู„ู‰ ุณู‚ูˆุท ุดูŠุก ู…ู†ู‡ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุญุฑู… ุงู„ุฅุฏุฎุงู„ ูˆุฅู„ุง ูู„ุงุŒ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุงุณุชุตุจุงุญ ููŠู‡ ุจุงู„ู…ุชู†ุฌุณ ูุญุฑุงู…ุŒ ูƒุฐู„ูƒ ุงู„ุจูˆู„ ููŠู‡ ูˆู„ูˆ ููŠ ุฅู†ุงุกุŒ ุฃู…ุง ุจู†ุงุกู‡ ูˆุชุฌุตูŠุตู‡ ุจุงู„ู†ุฌุณ ูู‡ูˆ ู…ูƒุฑูˆู‡ (ูข) ุงู„ุญู†ููŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ุฅุฐุง ุบู„ุจ ุนู„ู‰ ุงู„ุธู† ุฃู†ู‡ู… ูŠู†ุฌุณูˆู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูŠูƒุฑู‡ ุชูุญุฑูŠู…ุงู‹ ุฅุฏุฎุงู„ู‡ู…ุŒ ูˆุฅู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ุชู†ุฒูŠู‡ุงู‹. ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠุฌูˆุฒ ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ุตุจูŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู„ุง ูŠุนุจุซุŒ ุฃูˆ ูŠูƒู ุนู† ุงู„ุนุจุซ ุฅุฐุง ู†ู‡ู‰ ุนู†ู‡ุŒ ูˆุฅู„ุง ุญุฑู… ุฅุฏุฎุงู„ู‡ุŒ ูƒู…ุง ูŠุญุฑู… ุฅุฏุฎุงู„ู‡ ูˆุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ู…ุฌุงู†ูŠู† ุฅุฐุง ูƒุงู† ูŠุคุฏูŠ ุฅู„ู‰ ุชู†ุฌุณ ุงู„ู…ุณุฌุฏ. ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠุฌูˆุฒ ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ุตุจูŠ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠู…ูŠุฒ ูˆุงู„ู…ุฌุงู†ูŠู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅู† ุฃู…ู† ุชู„ูˆูŠุซู‡ ูˆุฅู„ุญุงู‚ ุถุฑุฑ ุจู…ู† ููŠู‡ุŒ ูˆูƒุดู ุนูˆุฑุชู‡ุŒ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุตุจูŠ ุงู„ู…ู…ูŠุฒ ููŠุฌูˆุฒ ุฅุฏุฎุงู„ู‡ ููŠู‡ ุฅู† ู„ู… ูŠุชุฎุฐู‡ ู…ู„ุนุจุงู‹ ูˆุฅู„ุง ุญุฑู…. ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูƒุฑู‡ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุตุจูŠ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ู…ูŠุฒ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุบูŠุฑ ุญุงุฌุฉุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ู„ุญุงุฌุฉ ูƒุชุนู„ูŠู… ุงู„ูƒุชุงุจุฉ ูู„ุง ูŠูƒุฑู‡ ุฅุฏุฎุงู„ ุงู„ู…ุฌุงู†ูŠู† ููŠู‡ ุฃูŠุถุงู‹(ูฃ) ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง: ุฅู† ุญูุฑ ู„ุจุตุงู‚ู‡ ูˆู†ุญูˆู‡ ุญูุฑุฉ ูŠุจุตู‚ ููŠู‡ุงุŒ ุซู… ุฏูู†ู‡ุง ุจุงู„ุชุฑุงุจ

Referensi:

ุบุงูŠุฉ ุชู„ุฎูŠุต ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุต : ูฉูฆ-ูฉูง.

.ูŠุณุชุญุจ ุนู‚ุฏ ุญู„ู‚ ุงู„ุนู„ู… ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ_ูˆูŠุฌูˆุฒ ุงู„ู†ูˆู… ููŠู‡ ุจู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉูˆูƒุฐุง ู„ุง ุจุฃุณ
ุจุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ ูˆุงู„ูˆุถูˆุก ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุชุฃุฐ ุจู‡ ุงู„ู†ุงุณ ูˆู„ู… ูŠูƒู† ู„ู„ู…ุฃูƒูˆู„ ุฑุงุฆุญุฉ ูƒุฑูŠู‡ุฉ ูƒุงู„ุซูˆู… ูˆุฅู„ุง ูƒุฑู‡.

Referensi:

ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุจูŠูˆุช ุงู„ู„ู‡ ุต ูจูฅ-ูจูฉ

ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ: ูˆูŽู…ูู…ูŽู‘ุง ุชูุตูŽุงู†ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ูˆูŽุชูู†ูŽุฒูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ูˆูŽุงุฆูุญู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู‡ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู„ู ุงู„ุณูŽู‘ูŠูู‘ุฆูŽุฉู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู†ูุจูŽูŠูู‘ู†ูู‡ูุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุชูŽุนู’ุธููŠู…ูู‡ูŽุง. ุง. ู‡ู€ (ูก)
ู‚ุงู„ ุงุจู† ุญุฒู…: ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ุซููˆู…ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุตูŽู„ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ูƒูุฑูŽู‘ุงุซู‹ุง ููŽููŽุฑุถูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุฐู’ู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุฆูุญูŽุฉูุŒ ูˆูŽูุฑูุถูŒ ุฅุฎู’ุฑูŽุงุฌูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฅู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู†ู’ู‚ูุทูŽุงุนู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุฆูุญูŽุฉู. ุง. ู‡ู€ (ูข)
ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ุฃุซูŠุฑ: ู„ูŠุณ ุฃูƒู„ ุงู„ุซูˆู… ูˆุงู„ุจุตู„ ู…ู† ุจุงุจ ุงู„ุฃุนุฐุงุฑ ููŠ ุงู„ุงู†ู‚ุทุงุน ุนู† ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ูˆุฅู†ู…ุง ุฃู…ุฑู‡ ุจุงู„ุงุนุชุฒุงู„ ุนู‚ูˆุจุฉ ู„ู‡ ูˆู†ูƒุงู„ุงู‹ุ› ู„ุฃู†ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูƒุงู† ูŠุชุฃุฐูŽู‘ู‰ ุจุฑูŠุญู‡ุง. ุง. ู‡ู€ (ูฃ)
ููˆุงุฆุฏ ู‡ุงู…ุฉ:
ูก – ู…ู† ุฃูƒูŽู„ ุงู„ุซูˆู… ุฃูˆุงู„ุจุตู„ ูุฅู†ู‡ ูŠูู†ู‡ู‰ ุนู† ุฅุชูŠุงู† ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู…ุง ุจู‚ูŠุช ููŠ ูู…ู‡ ุฑุงุฆุญุฉ ุฐู„ูƒุŒ ูุฅู†ู’ ุฃุฒุงู„ู‡ุง ุจุดู‰ุก ุฌุงุฒ ู„ู‡ ุงู„ุฐู‡ุงุจ ู„ู„ู…ุณุฌุฏุŒ ู„ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ูƒู„ูˆู‡- ุฃู‰ ุงู„ุซูˆู… – ู…ู† ุฃูƒู„ู‡ ู…ู†ูƒู… ูู„ุง ูŠู‚ุฑุจ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุญุชู‰ ูŠุฐู‡ุจ ุฑูŠุญู‡ ู…ู†ู‡ (ูค).
ู‚ุงู„ ุงุจู† ู…ูู„ุญ: ู…ู† ุฃูƒู„ ุงู„ุซูˆู… ุฃูˆ ุงู„ุจุตู„ ูู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ูˆุญุชู‰ ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฎุงู„ูŠุงู‹ุ› ู„ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู…ุญู„ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ูููŠ ุฐู„ูƒ ุชุฃุฐู‰ ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ. ุง. ู‡ู€ (ูฅ)
ูˆู…ู…ูŽู‘ุง ูŠุบูู„ ุนู†ู‡ ุฅุฎูˆุงู†ู†ุง ุงู„ูƒุฑุงู… ูˆู†ุฑุงู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุงุนุชูƒุงู ุฎุงุตุฉ: ุงุฏุฎุงู„ ุงู„ุซูˆู… ูˆุงู„ุจุตู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏุ› ูˆุฐู„ูƒ ู„ูŠุทู‡ู‰ ุจู‡ ุทุนุงู… ุงู„ู…ุนุชูƒููŠู†ุŒ ูู‡ุฐุง ู…ู…ูŽู‘ุง ูŠุญุฑู… ูุนู„ู‡ ู„ู„ุนู„ุฉ ุงู„ุชูŠ ุฐูƒุฑู‡ุง ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุณุงุจู‚.- ูุงุนุชุจุฑูˆุง ูŠุง ุฃูˆู„ูŠ ุงู„ุฃู„ุจุงุจ:
ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุดุฑุน ู‚ุฏ ุญุฑูŽู‘ู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฑุก ุฅุฐุง ุฃูƒู„ ุจุตู„ุงู‹ ุฃูˆ ุซูˆู…ุงู‹ – ุนู„ู‰ ุงู„ุฑุบู… ู…ู† ุฅุจุงุญุฉ ุฃูƒู„ู‡ู…ุง ุจุงู„ุณู†ุฉ ูˆุงู„ุฅุฌู…ุงุน (ูก) – ุฃู† ูŠุฃุชูŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ู„ุฆู„ุง ูŠุคุฐู‰ ุฃู‡ู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ููƒูŠู ุจู…ู† ูŠุฌู…ุน ุจูŠู† ุงู„ุณูˆุฃุชูŠู†ุŒ ูˆุฐู„ูƒ ุญูŠู† ูŠุคุฐู‰ ุงู„ู…ุตู„ูŠู† ูˆุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุจุฑุงุฆุญุฉ ูู…ู‡ ู…ู† ุขุซุงุฑ ุฑุงุฆุญุฉ ุงู„ุชุฏุฎูŠู† ุงู„ุฐูŠ ุญุฑูŽู‘ู…ู‡ ุงู„ุดุฑุนุŒ ููŠุฌู…ุน ุจูŠู† ุณูˆุก ุงู„ูุนู„ -ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ุงู„ุชุฏ ุฎูŠู† ูˆุณูˆุก ุงู„ุฑุงุฆุญุฉ.
ูˆุฅู†ูƒ ู„ุชุฑู‰ ุงู„ุนุฌุจ ู…ู† ุจุนุถ ุงู„ู…ุฏ ุฎู†ูŠู†ุŒ ูุจุฏู„ุงู‹ ู…ู† ุฃู† ูŠู‚ู„ุน ุงู„ูˆุงุญุฏ ู…ู†ู‡ู… ุนู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุณูŠุฆุฉ ุงู„ุชู‰ ุญุฑูŽู‘ู…ู‡ุง ุงู„ุดุฑุนุŒ ุชุฑุงู‡ ูŠู‚ู„ุน ุนู† ุฅุชูŠุงู† ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุจุญุฌุฉ ุญุฑุตู‡ ุนู„ู‰ ุนุฏู… ุฅูŠุฐุงุก ุงู„ู…ุตู„ูŠู†! ! (ูข)
ูˆู…ู† ู‡ุฐุง ุงู„ุจุงุจ ู†ุทุฑู‚ ู…ุณุฃู„ุฉ ุฃุฎุฑู‰:
*ูˆู‡ู‰ ู…ุง ู†ุฑุงู‡ ู…ู† ุจุนุถ ุฅุฎูˆุงู†ู†ุง -ุงู„ุฐูŠู† ูŠุนู…ู„ูˆู† ููŠ ู…ู‡ู†ุฉ ุฅุตู„ุงุญ ุงู„ุณูŠุงุฑุงุช ู…ุซู„ุงู‹ – ูŠุฃุชูˆู† ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุจุซูŠุงุจ ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุชูŠ ุชุคุฐู‰ ุซูŠุงุจ ู…ู† ูŠุตู„ูู‘ูŠ ุจุฌูˆุงุฑู‡ู…ุŒ ูˆุชุณุจุจ ูˆุณุฎุงู‹ ููŠ ููุฑูุด ุงู„ู…ุณุฌุฏุŒ ูˆู‡ุฐุง ู…ู…ูŽู‘ุง ู‚ุฏ ู†ู‡ู‰ ุนู†ู‡ ุงู„ุดุฑุน (ูฃ)ุŒ ูู‚ุฏู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ (ูŠูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูุฐููˆุง ุฒููŠู†ูŽุชูŽูƒูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู) (ุงู„ุฃุนุฑุงู/ูฃูก) (ูก)
ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุณู„ุงู… – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: (ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู‘ุฎูุฐูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู†ู ู„ููŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูุŒ ุณููˆูŽู‰ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠ ู…ูู‡ู’ู†ูŽุชูู‡ู) (ูข)ูˆู‚ุฏ ุฃู„ุญู‚ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุจู‡ุฐุง ู…ู† ูƒุงู†ุช ุญุฑูุชุฉ ู„ู‡ุง ุฑุงุฆุญุฉ ู…ุคุฐูŠุฉุŒ ูˆู…ู† ูƒุงู† ุจู‡ ู…ุฑุถ ูŠุชุฃุฐู‰ ุจู‡ ุงู„ู†ุงุณุŒ ูƒุฌุฐุงู… ุฃูˆ ุจุฑุต. (ูก)
ูˆุงู„ุญุงุตู„: ุฃู†ู‡ ูŠู†ุจุบูŠ ู„ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุฃู„ุง ูŠุฏุฎู„ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ุฅู„ุง ูˆู‡ูˆ ุทูŠูู‘ุจ ุงู„ุฑุงุฆุญุฉุŒ ู…ู†ุธูู‘ู ู†ูุณู‡ ูˆุซูŠุงุจู‡ ุนู† ูƒู„ ู…ุง ู…ู† ุดุฃู†ู‡ ุฃู†ู’ ูŠุฒูƒู… ู†ููˆุณ ุงู„ู…ุตู„ูู‘ูŠู† ูˆูŠุคุฐูŠู‡ู… ู…ู…ูŽู‘ุง ูŠู†ุจุนุซ ู…ู†ู‡ ู…ู† ุฑูˆุงุฆุญ ู…ู†ุชู†ุฉุŒ ู…ู† ุดุฃู†ู‡ุง ุฃู†ู’ ุฆุคุฐูŠ ุงู„ู…ุตู„ูู‘ูŠู† ูˆุชูุฐู‡ุจ ุนู†ู‡ู… ุงู„ุฎุดูˆุน ูˆุงู„ุงุฑุชูŠุงุญ ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉุŒ ุฃูˆ ูŠู†ุชุฌ ุนู†ู‡ ุณุจ ู‡ุฐุง ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุงู„ูˆู‚ูˆุน ููŠ ุนุฑุถู‡ ู„ุฅู‡ู…ุงู„ู‡ ุงู„ู†ุธุงูุฉ ููŠ ู…ู„ุจุณู‡ ูˆุจุฏู†ู‡.
ูˆู…ู† ุงู„ุฃู…ูˆุฑุงู„ู‡ุงู…ุฉ ุงู„ุชูŠ ุชุชุนู„ู‚ ุจู‡ุฐุง ุงู„ุจุงุจ:
ูก – ุญู…ู„ุงุช ุงู„ุชุจุฑุน ุจุงู„ุฏู… ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ:
ูˆู‡ุฐุง ู…ุงู†ุฑุงู‡ ููŠ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ,ูˆู‡ุฐุง ุงู„ุฃู…ุฑ ู…ู…ูŽู‘ุง ูŠุญุฐุฑ ูุนู„ู‡ ูู‰ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุ› ูˆุฐู„ูƒ ู„ุนุฏุฉ ุฃู…ูˆุฑ:
ุฃ – ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู„ู… ุชุจู† ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ูุงู„ุฃุตู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ุชูˆุธูŠูู‡ุง ู„ุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฏุฑูˆุณ ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ,ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰: (ูˆู…ุณุงุฌุฏ ูŠูุฐูƒุฑ ููŠู‡ุง ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ ูƒุซูŠุฑุงู‹) ูˆู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ู„ุฃุนุฑุงุจูŠ (ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู„ู… ุชุจู† ู„ู‡ุฐุง ,ูˆุฅู†ู…ุง ุจู†ูŠุช ู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡)ุจ – ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ุฏู… ู†ุฌุณ ุจุฅุฌู…ุงุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก ,ูˆุงู„ุชุจุฑุน ุจุงู„ุฏู… ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูŠุนุฑุถู‡ ู„ู„ุชู†ุฌุณ , ุจู…ุง ู‚ุฏ ูŠู‚ุน ู…ู† ุฅุณุงู„ุฉ ุงู„ุฏู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฃุฑุถ ุงู„ู…ุณุฌุฏ. (ูก)
ุฌ-ู…ุง ู†ุฑุงู‡ ุฃุญูŠุงู†ุง ูู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญู…ู„ุงุช ู…ู† ุฏ ุฎูˆู„ ู…ุชุจุฑุฌุงุช ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ , ุจู„ ูˆูŠูƒูˆู† ู…ู†ู‡ู†ูŽู‘ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถ , ูˆู‡ุฐุง ู…ู…ูŽู‘ุง ูŠุญุฑู… ูุนู„ู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุญุงุฆุถุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู….

…………………………….

ูˆู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ (ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฏู’ุนููˆุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง) (ุงู„ุฌู† /ูกูจ)
ูˆุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏู ุจูุฅุถูŽุงููŽุฉู ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู – ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ – ููŠ ุงู„ุขูŠุฉ: ู‡ููŠูŽ ุฅูุถูŽุงููŽุฉู ุชูŽุดู’ุฑููŠูู ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏุŒ ุงู„ุชูŠ ู‡ูŠ ุจูŠูˆุช ุงู„ู„ู‡ – ุชุนุงู„ู‰ – ููŠ ุงู„ุฃุฑุถุŒ ู…ูŽุนูŽ ู…ุง ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุงุถุงูุฉ ู…ู† ุงู„ู’ุฅูุดู’ุนูŽุงุฑู ุจูุงุฎู’ุชูุตูŽุงุตู ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุฃูŽูŠู’: ุจูุนูุจูŽุงุฏูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฐููƒู’ุฑูู‡ูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ููŠ ู‚ูˆู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: (ูููŠ ุจููŠููˆุชู ุฃูŽุฐูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูุฑู’ููŽุนูŽ ูˆูŽูŠูุฐู’ูƒูŽุฑูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุงุณู’ู…ูู‡ู ูŠูุณูŽุจูู‘ุญู ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุบูุฏููˆูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุขุตูŽุงู„ู (ูฃูฆ) ุฑูุฌูŽุงู„ูŒ ู„ูŽุง ุชูู„ู’ู‡ููŠู‡ูู…ู’ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽูŠู’ุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉ ูˆูŽุฅููŠุชูŽุงุกู ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ูŠูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูŽุชูŽู‚ูŽู„ูŽู‘ุจู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑู (ูฃูง) (ุงู„ู†ูˆุฑ /ูฃูฆ – ูฃูง) ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ูุนูŽุชู’ ู…ูู†ูŽ ุงุชูู‘ุฎูŽุงุฐูู‡ูŽุง ู„ูุฃูู…ููˆุฑู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽูŠู’ุนู ูˆูŽุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉ. (ูก)
ูˆูƒุฐู„ูƒ ูˆุฑุฏ ููŠ ุณู†ุฉ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู…ุง ูŠุคูƒุฏ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุนู†ู‰ ,ูƒู…ุง ููŠ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุฃุนุฑุงุจูŠ ุงู„ุฐูŠ ุฏุฎู„ ูุจุงู„ ููŠ ู†ุงุญูŠุฉ ุงู„ู…ุณุฌุฏ, ูู„ู…ุง ู‚ุถู‰ ุจูˆู„ู‡ ,ู‚ุงู„ ู„ู‡ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -: ุฅู†ูŽู‘ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุณุงุฌุฏ ู„ู… ุชุจู† ู„ู‡ุฐุง. (ูข)
ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ: ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ – ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ -ู„ู„ุฑูŽุฌูู„ ู„ู„ุฐูŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุนูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฑู: (ู„ูŽุง ูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูŽ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุจูู†ููŠูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ู„ูู…ูŽุง ุจูู†ููŠูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู). ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽุฏูู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ูŠูุนู’ู…ูŽู„ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฐู’ูƒูŽุงุฑู ูˆูŽู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู. (ูฃ)

Referensi:

ุญุงุดูŠุฉ ุฅุนุงู†ุฉ ุงู„ุทุงู„ุจูŠู† (ูก/ ูฆูฉ)
ูˆูŽุณูŽูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฑูุญู ูููŠ ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ูู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุญูŽูŠู’ุซู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽู„ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงู‚ููู ุดูŽุฑู’ุทูู‡ู ุงูุชู‘ูุจูุนูŽ ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุนูุฑู’ูู ุงู„ู’ู…ูุทู‘ูŽุฑูุฏู ูููŠ ุฒูŽู…ูู†ูู‡ู ู„ูุงูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุจูู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉู ุดูŽุฑู’ุทู ุงู„ู’ูˆูŽุงู‚ููู.


Referensi

ุงู„ูุชุงูˆู‰ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉ ุงู„ูƒุจุฑู‰ (ูฃ/ ูกูฅูฅ)
ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุญูุฑู‘ูŒ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุงู„ุชู‘ูŽุตูŽุฑู‘ููู ููŠู‡ ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูู…ูŽุง ููŠู‡ ู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉูŒ ุชูŽุนููˆุฏู ุนู„ูŠู‡ ุฃูˆ ุนู„ู‰ ุนูู…ููˆู…ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

Kategori
Uncategorized

HUKUM BERQURBAN SAPI DALAM KONDISI CACAT MENDADAK

Assalamualaikum

Deskrip masalah.

Seseorang ingin berqurban ketika tiba tanggal 9 ia membeli sapi dipasar dengan kondisi tubuh sapi yang baik dan sehat tanpa ada aib dan langsung dinaikkan kemobil ( Truk ) namun sayangnya ketika sampai dirumahnya dan diturunkan dari truk kakinya terjepit sehingga mengakibatkan patah .

Pertanyaannya.
Bolehkah sapi yang kakinya patah akibat terjepit dijadikan qurbar sebagaimana deskripsi?.

Waalaikum salam.
Jawaban:

Ditafsil:

๐Ÿ…ฐ๏ธJika hewan yang akan dijadikan qurban dari awal ada aib semisal pincang dll. Maka tidak mencukupi syarat qurban. Alasannya syarat yang dapat dijadikan qurban harus tidak cacat .

๐Ÿ…ฑ๏ธ Apabila hewan sudah di-taโ€™yin (ditentukan) sebagai hewan kurban, tanpa adanya maksud memberi kabar/informasi atas pertanyaan orang lain, maka hewan tersebut dihukumi menjadi wajib dijadikan kurban dan tidak boleh digantikan oleh hewan lain sebab sudah masuk kategori hewan kurban nadzar hukman.Sebagaimana orang yang membeli sapi dipasar lalu mengatakan sapi ini saya jadikan quban, maka ini adalah masuk dalam kategori wajib. Dengan demikian maka jika terjadi cacat setelah dita’yin maka tetap harus disembelih walau dalam keadaan patah.

Sebagaimana โ€œAl-Allamah Al-Sayid Umar Al-Bashriy menyampaikan dalam Hasyiyah Tuhfatul Muhtaj: bahwasanya seyogyanya letak status nadzar itu ialah selagi tidak bermaksud memberi kabar. Namun, jika memang bermaksud memberi kabar, misalnya seperti kalimat โ€˜Kambing ini yang saya maksudkan untuk kurbanโ€™, maka hal semacam itu tidak dihukumi sebagai taโ€™yin (penentuan) melainkan berlaku sebagai jawaban saja. Demikian pula dalam peristiwa yang terjadi pada seorang yang naif ini, yakni seseorang membeli kambing untuk digunakan kurban,kemudian bertemu dengan seseorang yang bertanya: โ€˜Mau dipakai apa hewan ini?โ€Lalu ia menjawab: โ€œRencana mau saya jadikan hewan kurbankuโ€™.โ€ (Al-Tsimaru al-Yaniโ€™ah: 80).

Berangkat dari keterangan ini, maka dapat ditarik pemahaman lain bahwa:   Untuk hewan yang belum di-taโ€™yin sebagai hewan kurban (kurban sunnah), maka berlaku ketentuan bolehnya diganti dengan rupa hewan lain sewaktu-waktu bila ditemui adanya hewan lain yang lebih bagus. Bila hewan yang rencana mau dijadikan hewan kurban tersebut mengalami sesuatu yang di luar ekspektasi pihak yang mau berkurban, misalnya, jelang 3 hari sebelum hari penyembelihan, hewannya tiba-tiba sakit pincang, atau tanduknya patah, atau hal lain yang secara fisik menunjukkan sebagai hewan cacat, maka dalam kondisi seperti ini, hewan tersebut boleh digantikan hewan lain yang secara fisik menunjukkan selamat.  

Lantas, bagaimana dengan hewan yang sudah di-taโ€™yin sebagai hewan kurban wajib atau kurban nadzar hukman, namun tiba-tiba mendadak sakit atau patah sehingga menyebabkan cacat fisik Sebagaimana deskripsi ?.

Syekh Ibnu Qudamah di dalam al-Mughni menyampaikan: Jika seseorang telah menentukan hewan yang sehat dan bebas dari cacat untuk kurban, kemudian mengalami cacat yang seharusnya tidak boleh untuk dikurbankan, maka dia boleh menyembelihnya dan hukumnya sah sebagai kurban. Keterangan ini merupakan pendapat Athaโ€™, Imam Hasan Al-Bashri, Imam An-Nakhaโ€™i, Imam Az-Zuhri, Imam At-Tsauri, Imam Malik, Imam Syafiโ€™i, dan Ishaq bin Rahuyah.

Adapun menurut para ulama dari kalanga Ashabu al-Raโ€™yi berpendapat, bahwa: Tidak mencukupi, karena kurban bagi mereka hukumnya adalah wajib, sehingga tidak boleh serta merta lepas dari mengalirkan darah yang berasal dari hewan yang selamat dari cacat, sebagaimana kasus hewan kurban yang ada dalam tanggungan wajibnya, kemudian sudah ditentukan, akan tetapi di penghujung tiba-tiba mengalami cacat.โ€ (Ibnu Qudamah, Al-Mughni, juz 9, halaman 143).  

Berdasarkan keterangan ini, ada dua perincian untuk hewan kurban wajib yang mendadak sakit dan menyebabkan kecacatan, yaitu   Hewan tersebut hukumnya sudah bisa dijadikan hewan kurban dan sah. Mafhum dari status sahnya ini sudah pasti berangkat karena faktor dlarurat. Pendapat ini dipedomani oleh salah satunya adalah Imam Syafiโ€™i.   Hewan tersebut tidak sah untuk memenuhi kurban wajib sebab memandang sisi wajibnya pelaksanaan nadzar. Status kewajiban menggunakan hewan kurban yang di-taโ€™yin, bisa digantikan sebab kewajiban lain yaitu menunaikan nadzar. Karena nadzarnya adalah kurban dan untuk taqarrub kepada Allah, maka hendaknya ia mencari hewan lain yang selamat untuk digunakan sebagai hewan kurban. Pendapat ini disampaikan oleh ashabu al-raโ€™yi (para ulama Iraq).

Referensi:

ุชุญูุฉ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุฌ ูฉ ุต ูฃูฅูฃ ุฏุงุฑ ุงู„ููƒุฑ

(ูˆูŽุดูŽุฑู’ุทูู‡ูŽุง)

ุฃูŽูŠู’ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ู„ูุชูุฌู’ุฒูุฆูŽ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุชูŽุฒูู…ู’ู‡ูŽุง ู†ูŽุงู‚ูุตูŽุฉู‹ (ุณูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŒ) ูˆูŽู‚ู’ุชูŽ ุงู„ุฐูŽู‘ุจู’ุญู ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ู’ู‡ู ุฅูŠุฌูŽุงุจูŒ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‘ุง ููŽูˆูŽู‚ู’ุชู ุฎูุฑููˆุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ ู…ูู„ู’ูƒูู‡ู (ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุจู ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตู) ุจูุงู„ุชูŽู‘ุฎู’ูููŠูู ูƒูŽูŠูŽุดู’ูƒูุฑู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽูู’ุตูŽุญู ูƒูŽู…ูŽุง ู…ูŽุฑูŽู‘ (ู„ูŽุญู’ู…ู‹ุง) ุญูŽุงู„ู‹ู‘ุง ูƒูŽู‚ูŽุทู’ุนู ููŽู„ูŽู‚ูŽุฉู ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ููŽุฎู’ุฐู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุขู„ู‹ุง ูƒูŽุนูŽุฑูŽุฌู ุจูŽูŠูู‘ู†ู ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูู†ู’ู‚ูุตู ุฑูŽุนู’ูŠูŽู‡ูŽุง ููŽุชูŽู†ู’ู‡ูŽุฒูู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฏู ู‡ูู†ูŽุง ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ููŽุงุนู’ุชูุจูุฑูŽ ุถูŽุจู’ุทูู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูู†ู’ู‚ูุตูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ุงูุนู’ุชูุจูุฑูŽุชู’ ูููŠ ุนูŽูŠู’ุจู ุงู„ู’ู…ูŽุจููŠุนู ุจูู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูู†ู’ู‚ูุตู ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ููŠูŽู‘ุฉูŽ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุตููˆุฏูŽุฉู ุซูŽู…ูŽู‘ ูˆูŽูŠูู„ู’ุญูŽู‚ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ู…ูŽุง ูููŠ ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽุฃู’ูƒููˆู„ู ููŽู„ูŽุง ูŠูุฌู’ุฒูุฆู ู…ูŽู‚ู’ุทููˆุนู ุจูŽุนู’ุถู ุฃูŽู„ู’ูŠูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุฃูุฐูู†ู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฑูุฏูŽู‘ุงู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ูŠูุทู’ู„ูŽู‚ู ูููŠ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽุฃู’ูƒููˆู„ู ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุจูŽูŠู’ุนู ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ุจูุงู„ู’ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู„ูŽูˆู’ ุงู„ู’ุชูŽุฒูŽู…ูŽู‡ูŽุง ู†ูŽุงู‚ูุตูŽุฉู‹ ูƒูŽุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉูŽ ุจูู…ูŽุนููŠุจูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชู‡ูŽุง ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู‹ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ูู‡ู ุฐูŽุจู’ุญูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ุถูŽุญููŠูŽู‘ุฉูŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุงุฎู’ุชูŽุตูŽู‘ ุฐูŽุจู’ุญูŽู‡ูŽุง ุจููˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุฌูŽุฑูŽุชู’ ู…ูŽุฌู’ุฑูŽุงู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ุฑู’ูู ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅู„ูŽุฎู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูˆู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุณูŽู„ููŠู…ูŒ ุซูู…ูŽู‘ ุญูŽุฏูŽุซูŽ ุจูู‡ู ุนูŽูŠู’ุจูŒ ุถูŽุญูŽู‘ู‰ ุจูู‡ู ูˆูŽุซูŽุจูŽุชูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุญู’ูƒูŽุงู…ู ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉู
ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุชู’ู†ู ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ุฅุฌู’ุฒูŽุงุกู ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉู ุจูุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู…ููˆุนู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ู„ูŽ ูŠูู†ู’ู‚ูุตู ู„ูŽุญู’ู…ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽุฑูŽู‘ุญููˆุง ุจูู‡ู ูููŠ ุนูŽูŠู’ุจู ุงู„ู’ู…ูŽุจููŠุนู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุฏูŽุงู‚ู ูˆูŽู…ูุฎูŽุงู„ูŽููŽุฉู ุงุจู’ู†ู ุงู„ุฑูู‘ูู’ุนูŽุฉู ูููŠู‡ู ุฑูŽุฏูู‘ูˆู‡ูŽุง ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ู‚ููˆู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: ุฅู†ูŽู‘ ู†ูŽู‚ู’ุตูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ูŠูŽู†ู’ุฌูŽุจูุฑู ุจูุงู„ู’ุฌูŽู†ููŠู†ู ุฑูŽุฏูู‘ูˆู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ูููŠู‡ู ุฌูŽุจู’ุฑูŒ ุฃูŽุตู’ู„ู‹ุง ูƒูŽุงู„ู’ุนูŽู„ูŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽุจูุฃูŽู†ูŽู‘ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุจูุฑู ุนูŽูŠู’ุจู‹ุง ูƒูŽุนูŽุฑู’ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽุฑู’ุจูŽุงุกูŽ ุณูŽู…ููŠู†ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุนูŽุฏููˆูู‘ู‡ูŽุง ูƒูŽุงู…ูู„ูŽุฉู‹ ูููŠ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฏูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุณู’ู„ู ุฏููˆู†ูŽ ุทููŠุจู ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุฐูŽู„ููƒูŽ
ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุจูู„ู’ู‚ููŠู†ููŠูู‘ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู„ู†ูŽู‘ุตูู‘ ุงู„ู’ุฅูุฌู’ุฒูŽุงุกูŽ ุจูุญูŽู…ู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฅุฐูŽุง ุญูŽุตูŽู„ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู…ู’ู„ู ุนูŽูŠู’ุจูŒ ููŽุงุญูุดูŒ ูˆูŽุงู„ุซูŽู‘ุงู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฅุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ู’ ุจูู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽุฑูุฏูู‘ู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฑูŽู‘ุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ู„ูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูŽูŠู’ุจูŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽูŠู’ุจูŽ ู„ูŽุง ูŠูุฌู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽู„ูŽู‘ ู‚ูŽุจู’ู„ู ูˆูŽู‚ูŽุถููŠูŽู‘ุฉู ุงู„ุถูŽู‘ุงุจูุทู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ู‚ูŽุฑููŠุจูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุจูุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฏูŽุฉู ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ู„ูู†ูŽู‚ู’ุตู ู„ูŽุญู’ู…ูู‡ูŽุง ุจูŽู„ู’ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฃู ุญูŽุงู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ู ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคู’ุฎูŽุฐู ูููŠ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ู…ูŽุนูŽ ุงุชูู‘ููŽุงู‚ูู‡ูู…ู’ ุฃูŽุฎู’ุฐูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ู ุงู‡ู€ ูˆูŽูููŠู‡ู ู†ูŽุธูŽุฑูŒ ูˆูŽุงูŽู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูุชูŽู‘ุฌูŽู‡ู ุฎูู„ูŽุงููู‡ู ูˆูŽูŠูููŽุฑูŽู‘ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ู ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ู„ูŽ ูŠููู’ุณูุฏู ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ููŽ ูˆูŽูŠูุตูŽูŠูู‘ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ูŽ ุฑูŽุฏููŠุฆู‹ุง ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽุฑูŽู‘ุญููˆุง ุจูู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฏูŽุฉู ุฒูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ุฐููˆุฑู
ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู…ูŽุง ุฐููƒูุฑูŽ ุนูŽู†ู’ ูƒูŽู„ูŽุงู…ูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ููŽู‡ููˆูŽ ู„ูู…ูŽุนู’ู†ู‹ู‰ ูŠูŽุฎู’ุชูŽุตูู‘ ุจูู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ู…ูุซู’ู„ูู‡ู ู‡ูู†ูŽุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุฅู†ู’ ุฃูุฎูุฐูŽุชู’ ุจููˆูŽู„ูŽุฏูู‡ูŽุง ุถูุฑูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ููƒู ุฃูŽูˆู’ ุจูุฏููˆู†ูู‡ู ุถูŽุฑูŽู‘ู‡ูŽุง ูˆูŽูˆูŽู„ูŽุฏูŽู‡ุง ูู„ุง ูŠุฌุฒู‰ ุนุฌูุงุก

ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุฎูู‘ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู‡ูุฒูŽุงู„ู ุจูุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุบูŽุจู ูููŠ ู„ูŽุญู’ู…ูู‡ูŽุง ุบูŽุงู„ูุจู ุทูŽุงู„ูุจููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ู ูููŠ ุงู„ุฑูŽู‘ุฎูŽุงุกู ู„ูู„ู’ุฎูŽุจูŽุฑู ุงู„ุตูŽู‘ุญููŠุญู ยซุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุถูŽุงุญููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽูŠูู‘ู†ู ุนูŽูˆูŽุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽูŠูู‘ู†ู ู…ูŽุฑูŽุถูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุฌูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽูŠูู‘ู†ู ุนูŽุฑูŽุฌูู‡ูŽ

(ุดุฑุญ ุงู„ู…ุญู„ูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ู†ู‡ุงุญ)

(ูˆูŽุดูŽุฑู’ุทูู‡ูŽุง)
ุฃูŽูŠู’ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠู‘ูŽุฉู ู„ูุชูุฌู’ุฒูุฆูŽ(ุณูŽู„ูŽุงู…ูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ุจู ูŠูู†ู’ู‚ูุตู ู„ูŽุญู’ู…ู‹ุงุŒ ููŽู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ุนูŽุฌู’ููŽุงุกู) ุฃูŽูŠู’ ุฐูŽุงู‡ูุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุฎู‘ู ู…ูู†ู’ ุดูุฏู‘ูŽุฉู ู‡ูุฒูŽุงู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฎู‘ู ุฏูู‡ู’ู†ู ุงู„ู’ุนูุธูŽุงู…ูย (ูˆูŽู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ูŽุฉูŒ) ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุณู’ุชูŽุฏููŠุฑู ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุนูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฑู’ุนูŽู‰ ุฅู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง ููŽุชูŽู‡ู’ุฒูู„ู ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุทููˆุนูŽุฉู ุจูŽุนู’ุถู ุฃูุฐูู†ู) ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุณููŠุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽู…ูŽุง. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู: ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽู„ููˆุญู ุงู„ู†ู‘ูŽู‚ู’ุตู ุจูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูุนู’ุฏู ูˆูŽูููŠู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑู‘ู (ูˆูŽุฐูŽุงุชู ุนูŽุฑูŽุฌู ูˆูŽุนูŽูˆูŽุฑู ูˆูŽู…ูŽุฑูŽุถู ูˆูŽุฌูŽุฑูŽุจู ุจูŽูŠู‘ูู†ู) ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูย (ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑู‘ู ูŠูŽุณููŠุฑูู‡ูŽุง)ุŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคูŽุซู‘ูุฑู ูููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ูย  (ูˆูŽู„ูŽุง ููŽู‚ู’ุฏู ู‚ูุฑููˆู†ู) ู„ูุงู†ู’ุชูููŽุงุกู ู†ูŽู‚ู’ุตู ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ูุŒย  (ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุดูŽู‚ู‘ู ุฃูุฐูู†ู ูˆูŽุฎูŽุฑู’ู‚ูู‡ูŽุง ูˆูŽุซูŽู‚ู’ุจูู‡ูŽุง) ู„ูŽุง ูŠูŽุถูุฑู‘ูย  (ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุตูŽุญู‘ู) ุฅุฐู’ ู„ูŽุง ู†ูŽู‚ู’ุตูŽ ูููŠู‡ูŽุงย  (ู‚ูู„ู’ุช: ุงู„ุตู‘ูŽุญููŠุญู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุตููˆุตู) ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ู‚ููˆู„ู ูููŠ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู’ุญู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู…ูุนู’ุธูŽู…ูย  (ูŠูŽุถูุฑู‘ู ูŠูŽุณููŠุฑู ุงู„ู’ุฌูŽุฑูŽุจู ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู) ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠููู’ุณูุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุฏูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุจูุนูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽุฑู ุงู„ู’ุบูŽุฒูŽุงู„ููŠู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ูˆูŽูููŠ ุงู„ุณู‘ูู†ูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุงุŒ ุญูŽุฏููŠุซู ยซุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุถูŽุงุญููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ู ุนูŽูˆูŽุฑูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠุถูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ู ู…ูŽุฑูŽุถูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุฌูŽุงุกู ุงู„ู’ุจูŽูŠู‘ูู†ู ุนูŽุฑูŽุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌู’ููŽุงุกูยป ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽู‡ู ุงุจู’ู†ู ุญูุจู‘ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽูˆูŽุฌู’ู‡ู ู…ูู‚ูŽุงุจูู„ู ุงู„ู’ุฃูŽุตูŽุญู‘ู ูููŠ ุดูŽุชู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูุฐูู†ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูŽูˆู’ุถูุนูŽู‡ู ูŠูŽุชูŽุตูŽู„ู‘ูŽุจูุŒ ูˆูŽูŠูŽุตููŠุฑู ุฌูู„ู’ุฏู‹ุง.


  ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุนูŽู„ุงู‘ูŽู…ูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฏ ุนูู…ูŽุฑู ุงู„ุจูŽุตู’ุฑูู‰ ููู‰ ุญูŽูˆูŽุงุดู ุงู„ุชู‘ูุญู’ููŽุฉู ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบูู‰ ุฃูŽู†ู’ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูŽุญูŽู„ู‘ูู‡ู ู…ูŽุงู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุตูุฏู ุงู„ุฃูŽุฎู’ุจูŽุงุฑู ููŽุฅู†ู’ ู‚ูŽุตูŽุฏูŽู‡ู ุงู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุฃูุฑููŠู’ุฏู ุงู„ุชู‘ูŽุถู’ุญููŠูŽุฉู ุจูู‡ูŽุง ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุนู’ูŠููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุฌูŽูˆูŽุงุจู ูƒูŽุฐูŽุงู„ููƒูŽ ููู‰ ู†ูŽุงุฒูู„ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูŽุนูŽุชู’ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุญูŽู‚ููŠู’ุฑ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงุดู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุดูŽุงุฉู‹ ู„ูู„ุชู‘ูŽุถู’ุญููŠูŽุฉู ููŽู„ูŽู‚ููŠูŽู‡ู ุดูŽุญู’ุตูŒ
ุขุฎูŽุฑูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุงู‡ูŽุฐูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูุถู’ุญููŠูŽุชูู‰  

ุงู„ู…ุบู†ูŠ ู„ุฅุจู† ู‚ุฏู…ู‡ ุฌูฉุตูกูคูฃ

  ู…ูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽุฉูŒุ› ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุจูŽู‡ูŽุง ุณูŽู„ููŠู…ูŽุฉู‹ุŒ ููŽุนูŽุงุจูŽุชู’ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูุŒ ุฐูŽุจูŽุญูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูุถู’ุญููŠู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฌูู…ู’ู„ูŽุชูู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฅุฐูŽุง ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุจูŽ ุฃูุถู’ุญููŠู‘ูŽุฉู‹ ุตูŽุญููŠุญูŽุฉู‹ ุณูŽู„ููŠู…ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนููŠููˆุจูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุญูŽุฏูŽุซูŽ ุจูู‡ูŽุง ุนูŽูŠู’ุจูŒ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ุงู„ู’ุฅูุฌู’ุฒูŽุงุกูŽุŒ ุฐูŽุจูŽุญูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽุชู’ู‡ู. ุฑููˆููŠูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุนูŽู†ู’ ุนูŽุทูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุฎูŽุนููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุฑููŠู‘ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒูุŒ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ุฑู‘ูŽุฃู’ูŠู: ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู’ู‡ูุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠู‘ูŽุฉูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุจู’ุฑูŽุฃู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุฅูุฑูŽุงู‚ูŽุฉู ุฏูŽู…ูู‡ูŽุง ุณูŽู„ููŠู…ูŽุฉู‹ุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุจูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุฐูู…ู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽูŠู‘ูŽู†ูŽู‡ูŽุงุŒ ููŽุนูŽุงุจูŽุชู’  

ุงู„ู…ุฌู…ูˆุน ุดุฑุญ ุงู„ู…ู‡ุฐุจ ุฌูง ุตูคู ู  ุฏุงุฑ ุงู„ููƒุฑ

(ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู)

ุงู„ู’ุนูŽุฑู’ุฌูŽุงุกู ุฅู†ู’ ุงุดู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ุนูŽุฑูŽุฌูู‡ูŽุง ุจูุญูŽูŠู’ุซู ุชูŽุณู’ุจูู‚ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุงุดููŠูŽุฉู ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุฃู ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจู ูˆูŽุชูŽุชูŽุฎูŽู„ู‘ูŽูู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู‚ูŽุทููŠุนู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฌู’ุฒูุฆู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุณููŠุฑู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูุฎูŽู„ู‘ูููู‡ูŽุง ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุงุดููŠูŽุฉู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุถูุฑู‘ูŽ ููŽู„ูŽูˆู’ ุงู†ู’ูƒูŽุณูŽุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถู ู‚ูŽูˆูŽุงุฆูู…ูู‡ูŽุง ููŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุชูŽุฒู’ุญูŽูู ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฌู’ุฒูุฆู’. ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุถู’ุฌูŽุนูŽู‡ูŽุง ู„ููŠูุถูŽุญู‘ููŠูŽ ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุณูŽู„ููŠู…ูŽุฉูŒ ููŽุงุถู’ุทูŽุฑูŽุจูŽุชู’ ูˆูŽุงู†ู’ูƒูŽุณูŽุฑูŽุชู’ ุฑูุฌู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ ุชูŽุญู’ุชูŽ ุงู„ุณู‘ููƒู‘ููŠู†ู ู„ูŽู…ู’ ุชูุฌู’ุฒูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุตูŽุญู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽูŠู’ู†ู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุนูŽุฑู’ุฌูŽุงุกู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽุจู’ุญู ููŽุฃูŽุดู’ุจูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ุงู†ู’ูƒูŽุณูŽุฑูŽุชู’ ุฑูุฌู’ู„ู ุดูŽุงุฉู ููŽุจูŽุงุฏูŽุฑูŽ ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽุถู’ุญููŠูŽุฉู ุจูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู (ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนูŽุฉู) ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ุงู„ู’ุนูŽู…ู’ูŠูŽุงุกู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุกู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽุชู’ ุญูŽุฏูŽู‚ูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุฅู†ู’ ุจูŽู‚ููŠูŽุชู’ ุญูŽุฏูŽู‚ูŽุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุตูŽุญู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽูŠู’ู†ู ู„ูููŽูˆูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุตููˆุฏู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุฑู. ูˆูŽุชูุฌู’ุฒูุฆู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ูˆูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุตูŽุญู‘ู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูุจู’ุตูุฑู ุจูุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุฏููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุชูุจู’ุตูุฑู ูˆูŽู‚ู’ุชูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุนู’ูŠู

ุญุงุดูŠุฉ ุนู…ูŠุฑุฉ ุฌูค ุตูขูฅูข

ููŽุงุฆูุฏูŽุฉูŒ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽูˆููŠูู‘: ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุชูŽุถู’ุญููŠูŽุชูู‡ู – ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ – ุจููƒูŽุจู’ุดูŽูŠู’ู†ู ููŽู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑู’ ู„ูŽู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชูุŒ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: (ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑูู‡ูŽุง) ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุงู„ู’ู…ูุดูŽุงุฑูŽูƒูŽุฉู ุจูุฃูŽุฒู’ูŠูŽุฏูŽ ููŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ” ู„ูุชูุฌู’ุฒูุฆูŽ ” ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู„ูŽูˆู’ ู†ูŽุฐู’ุฑ ู…ูŽุนููŠุจูŽุฉู‹ ููŽุถูŽุญูŽู‘ู‰ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูู‡ูŽุง ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู‹ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุชูŽุชูŽุนูŽูŠูŽู‘ู†ู ูˆูŽูŠูŽุฌูุจู ุฐูŽุจู’ุญูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุชูŽูู’ุฑูู‚ูŽุฉู ุฌูŽู…ููŠุนู ู„ูŽุญู’ู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุทู’ู„ููˆุจูŽุฉู ุดูŽุฑู’ุนู‹ุงุŒ ุจูุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ุณูŽู‘ู„ููŠู…ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุฐููˆุฑูŽุฉู.
ู†ูŽุนูŽู…ู’ ู„ูŽูˆู’ ู†ูŽุฐูŽุฑูŽ ุณูŽู„ููŠู…ูŽุฉู‹ ุซูู…ูŽู‘ ุนูŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู’ุนูŽูŠู’ุจูŽ ููŽุงู„ุธูŽู‘ุงู‡ูุฑู ุงู„ู’ุฅูุฌู’ุฒูŽุงุกู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฃูุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู

ุดุฑุญ ุงู„ุจู‡ุฌุฉ ูฅ ุตูกูฆูฃ

ูˆุฒุงุฏ ู‚ูˆู„ู‡ ( ูู‰ ุงู„ุญุงู„ ) ุชุตุฑูŠุญุง ุจุฃู† ุงู„ุนุจุฑุฉ ุจุงู„ุนูŠุจ ุงู„ู…ูˆุฌูˆุฏ ุนู†ุฏ ุงู„ุฐุจุญ ุญุชู‰ ู„ูˆูƒุงู†ุช ุณู„ูŠู…ุฉ ูุงุถุทุฑุจุช ุนู†ุฏ ุฅุถุฌุงุนู‡ุง ู„ู„ุฐุจุญ ูุงู†ูƒุณุฑุช ุฑุฌู„ู‡ุง ู„ู… ุชุฌุฒ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃุตุญ ุŒ ูˆุงุฎุชุงุฑ ุงู„ุณุจูƒูŠ ุฅุฌุฒุงุฆู‡ุง

ุงู„ุจุงุฌูˆุฑู‰ ุดุฑุญ ูุชุญ ุงู„ู‚ุฑูŠุจ ุต ูขูฉูจ

ู„ุงูŠุฌุฒุฆ ุฃุถุญูŠุฉ ุฅู„ุง ุณู„ูŠู… ู…ู† ุงู„ุนูŠูˆุจ ุงู„ู…ุฐูƒูˆุฑุฉุŒ ูˆู…ุญู„ ุนุฏู… ุฅุฌุฒุงุก ุงู„ู…ุนูŠุจุฉ ู…ุงู„ู… ูŠู„ุชุฒู… ู…ุนูŠุจุฉ ุŒ ูุฅู† ุงู„ุชู…ุฒู„ู‡ุง ูƒุฐู„ูƒ ูƒุงู† ู‚ุงู„ ู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุฃู† ุฃุถุญูŠ ุจู‡ุฐู‡ ุงูˆ ุฌุนู„ุช ู‡ุฐู‡ ุฃุถุญูŠุฉ ูˆูƒุงู†ุช ุนูˆุฑุงุก ุงูˆ ุนุฑุฌุงุก ุงูˆ ู…ุฑูŠุถุฉ ุงูˆุญุงู…ู„ุง ุฃุฌุฒุฃุช ูˆูˆุฌุจ ุฐุจุญู‡ุง ูˆุตุฑูู‡ุง ู…ุตุฑู ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ. ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Kategori
Uncategorized

HUKUM PERNIKAHAN DIBAWAH UMUR ( USIA DINI)

Assalaamualaikum

Deskrpsi masalah.

Dalam waqiiyah terjadi perkawinan dimasyarakat Indonesia yang masih belum hilang dari ingatan berita heboh, yaitu perkawinan seorang anak pengusaha dengan anak perempuan yang masih belia, katakanlah Nama samarannya Mahmud dengan Ulfatun Hasanah.Namun pernikahan ini bukan tanpa permasalahan. Munculnya tuntutan yang diajukan oleh KOMNAS PA ( Perlindungan Anak ) yang diketahui oleh Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Mul mengusik pernikahan yang tadinya adem ayem ini. Mereka berdalih bahwa pernikahan keduanya tidak sesuai dengan UU Pernikahan, karena Ulfร  masih berusia 13 tahun. Sedangkan dalam UU pernikahan batas batas minimal umur yang diperbolehkan untuk menikah adalah 16 Tahun. Alasan lain menurut mereka, pernikahan yang mereka lakukan dapat merusak masa depan Ulfa, seperti berakhirnya pernikahan dengan perceraian yang akhirnya bisa membuat sang perempuan ( Umumnya ) menjadi TKW atau bahkan menjadi PSK.
Dengan adanya alasan yang utarakan oleh KOMNAS PA Mulyadi memberikan tanggapan dengan alasan sebaliknya, yaitu pernikahannya malah pertujuan untuk menyelamatkan Ulfa menjadi korban dari dampak pergaulan bebas seperti hamil diluar nikah. Alasan lan Syaik Mulyadi adalah banyaknya orang tua yang takut anak gadisnya mendapat setatus perawan tua. Belum lagi pandangan mereka bahwa setelah menikahkan anak perempuan, orang tua sudah tidak berkewajiban lagi mencukupi kebutuhan anak.

Pertanyaan

1.Bagaimana yang dimaksud dengan pernikahan dibahwah umur lalu bagaimana syariat menanggapi hukum pernikahan anak usia dini ( dibawah umur ) /kurang dari 16 tahun versi pemerintah?

Waalaikum salam.
Jawaban

A. Pernikahan usia dini ( dibawah umur )

  1. Pengertian pernikahan dibawah umur ( usia dini)
    Pengertian dini menurut Undang-undang adalah pernikahan yang tidak sesuai dengan UU Perkawinan BAB 11 pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak peria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun.
    Dengan demikian jika masih dibawah umur tersebut, maka pernikahan tersebut dinamakan pernikahan dini.
    Pengertian pernikahan dini menurut Islam adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang belum baligh. Sebagaimana

Nabi Muhammad SAW pernah beberapa kali menikah yang mana diantara salah satu istrinya adalah Aisyah bin Abubakar yang terkenal jenius dan berakhlakul karimah. Dalam salah satu riwayat yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, Aisyah berkata:

ุชุฒูˆุฌู†ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุณุช ุณู†ูŠู† ูˆุจู†ู‰ ุจูŠ ูˆุฃู†ุง ุจู†ุช ุชุณุน ุณู†ูŠู†


Rasulullah SAW menikahiku pada saat Aku berumur enam tahun dan belum memintaku untuk hidup bersama saat aku telah menginjak umur sembilan tahun.”
Berkenaan dengan pernikahan dibawah umur ( usia dini ) riwayat ini oleh sebagian ulama dijadikan sebagai dasar untuk melegalkan pernikahan anak yang masih belum baligh.Sedangkan Imam Syafi’i dan pengikutnya ( Ashhab al-Syafi’i ) menganjurkan bagi wali untuk tidak menikahkan anak perempuannya sebelum dia baligh. Melihat hadits diatas, Imam Syafiโ€™i tidak serta memperbolehkan secara muthlak pernikahan usia dini ( dibawah umur ). Al-Syafi’i juga mempertimbangkan kejadian-kejadian yang banyak dialami oleh pengantin perempuan yang belum baligh yang mana tidak mampu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri karena baik secara dhahir maupun batin dia belum siap.
Oleh karena itu penting bagi Cantin mempersiapkan terlebih dahulu dengan matang baik dari segi mental, ekonomi, dan lain sebagainya. Ada istilah pernikahan dini yang muncul dalam masyarakat yang konotasinya kurang baik sehingga pernikahan dini dianggap sebagai pernikahan yang terlalu awal dilakukan dengan tanpa persiapan yang matang.
Apa sebenarnya pernikan atau perkawinan dini itu ?
Mari kita lihat pengertian pernikahan atau perkawinan dari beberapa sudut pandang. Pertama menurut Negara. Dalam undang-undang no.1 tahun 1974 tentang Perkawinan bab 11 pasal 7 ayat 1 .Menyebutkan bahwa usia minimal pernikahan bagi laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan minimal usia 16 tahun. Pernikahan dibawah usia minimal diperbolehkan oleh negara, dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Adapun dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan sebelum kedua CANTIN ( calon pengantin ) memiliki kematangan fisik untuk menikah terutama bagi perempuan dimana organ- organ produksinya belum siap dan matang untuk hamil sehingga sangat beresiko dari segi kesehatan. Walaupun ketika seorang perempuan telah mengalami menstruasi berarti dia sudah bisa hamil. Akan tetapi pertumbuhannya masih belum sempurna seperti pertumbuhan tulang panggul sehingga sangat beresiko ketika melahirkan.
Dari segi mental dan sosial, suatu pernikahan dikatakan pernikahan dini, ketika kedua CANTIN belum memiliki kematangan emosi dan cara berpikir seperti yang kita maklumi kehidupan pernikahan memiliki banyak problem yang harus dihadapi dengan cara berpikir yang dewasa dan kematangan emosi . Tanpa hal itu sebuah pernihan rentan dengan percekcokan dan perceraian . Kedewasaan emosi dan cara berpikir seseorang tentu saja tidak selalu berbanding lurus karena manusia mempunyai nafsu syahwat dan akal dan berbeda dengan malaikat yang hanya dibekali akal sehingga semua apa yang timbul dari akal lurus dan benar dan juga hewan yang hanya dibekali syahwat sehingga yang ada hanyalah kemauan semata tidak memandang halal dan haramnya . Oleh karena itu manusia akan menjadi makhluk yang termulia dan utama dibandingkan dengan makhluk lainnya jika akalnya dapat mengalahkan hawa nafsunya ( syahwat ) sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan bahwa Amr Bin Ka’ab dan Abu Hurairoh r.a bertanya kepada Rasulullah SAW :


ูŠุงุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฃุนู„ู… ุงู„ู†ุงุณ ู‚ุงู„: ุงู„ุนุงู‚ู„ ู‚ุงู„ุง : ู…ู† ุฃุนุจุฏ ุงู„ู†ุงุณุŸ ู‚ุงู„ ุงู„ุนุงู‚ู„ ู‚ุงู„ุง : ู…ู† ุฃูุถู„ ุงู„ู†ุงุณ ุŸ ู‚ุงู„ ุงู„ุนุงู‚ู„ ุŒ ู„ูƒู„ ุดูŠุก ุขู„ุฉ ูˆุขู„ุฉ ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุนู‚ู„ ุŒ ูˆู„ูƒู„ ู‚ูˆู… ุฑุงุน ูˆุฑุงุนู‰ ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุนู‚ู„ ูˆู„ูƒู„ ู‚ูˆู… ุบุงูŠุฉ ูˆุบุงูŠุฉ ุงู„ุนุจุงุฏ ุงู„ุนู‚ู„ (ุญูŠุงุฉ ุงู„ู‚ู„ูˆุจ

Artinya :” Wahai Rasulullah SAW siapakah yang paling Alim diantara manusia? Rasulullah menjawab adalah orang yang berakal. Siapakah orang yang paling sholeh ibadahnya? Rasulullah SAW menjawab adalah orang yang berakal.Siapakah orang yang paling utama? Rasulullah SAW menjawab adalah orang yang berakal. Segala sesuatu ada alatnya sedangkan alatnya orang yang beriman adalah akal. Dan setiap kaum ada pemimpinnya dan pemimpinnya orang yang beriman adalah akalnya. Dan setiap setiap kaum mempunyai tujuan sedangkan tujuannya hamba adalah akal ( Hayatul Qulub). -( Dzurratun -Nashiin juz 2 hl : 6).

Dalam keterangan yang lain bahwa Allah menjadikan makhluk dibagi tiga kelompok.


ู†ูƒุชุฉ : ู‚ุณู… ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ุฎู„ุงุฆู‚ ุซู„ุงุซุฉ ุฃู‚ุณุงู… ู‚ุณู… ุฎู„ู‚ูˆุง ุจุนู‚ู„ ุจุบูŠุฑ ุดู‡ูˆุฉ ูˆู‡ู… ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ูˆู‚ุณู… ุฎู„ู‚ูˆุง ุจุดู‡ูˆุฉ ุจุบูŠุฑ ุนู‚ู„ ูˆู‡ู… ุงู„ุฏูˆุงุจ ูˆู‚ุณู… ุฎู„ู‚ูˆุง ุจุนู‚ู„ ูˆุดู‡ูˆุฉ ูˆู‡ู… ุจู†ูˆุง ุขุฏู… ูู…ู† ุบู„ุจ ุนู‚ู„ู‡ ุนู„ู‰ ุดู‡ูˆุชู‡ ูƒุงู† ู…ุน ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ูˆู…ู† ุบู„ุจุช ุดู‡ูˆุชู‡ ุนู„ู‰ ุนู‚ู„ู‡ ูƒุงู† ู…ุน ุงู„ุฏูˆุงุจ

Allah menciptakan banyak makhluk dibagi tiga kelompok

  1. Malaikat diciptakan bersama akal tanpa Syahwat.
  2. Hewan diciptakan bersama syahwat tanpa akal
  1. Manusia ( anak cucu Adam ) mereka diciptakan bersama akal dan nafsu/syahwat
    Barang siapa yang akalnya menang/mengalahkan syahwatnya maka dia akan bersama dengan malaikat. Akan tetapi barang siapa yang akalnya dikalahkan oleh nafsu syahwatnya maka dia akan bersama hewan. ( Majalisus-TSaniyah.Hal: 10).

Adapun Hukum pernikahan anak usia dini yang dinilai undang-undang masih dibawah umur (16 ) tahun versi pemerintah adalah sebagai berikut:

  1. Perempuan belum balig:
    โœ”Hukumnya Sunnah jika ada kebutuhan atau kebaikan yang kembali kepada pempelai perempuan
    โœ”๏ธ Hukumnya makruh jika mempelai perempuan tidak suka ( benci ) kepada mempelai laki-laki.
    โœ”๏ธHukumnya haram jika tidak ada kebutuhan dan maslahat, serta mempelai perempuan tersebut tidak suka ( benci ) kepada mempelai laki-laki.

Ketentuan menikahkan anak dibawah umur ( usia dini ) yang masih belum balig harus memenuhi syarat-syarat berikut:
a. Mempelai pria sekufu’ ( dinilai sepadan menurut istilah syariat).
b. Tidak ada permusuhan antara wali dan kedua mempelai.
c. Tidak ada permusuhan antara kedua mempelai
d. Mahar mistli ( mahar Yang sepadan, bukan mahar Yang disebutkan dalam akad nikah ). Tunai dan berupa mata uang yang umum berlaku didaerah tersebut.
f. Mempelai wanita tidak mendapat bahaya atau dirugikan.

  1. Perempuan sudah balig.
    Hukumnya sama dengan perempuan yang belum baligh jika dinikahkan tanpa izin dan tidak mendapatkan izin darinya.Sedangkan untuk persyaratannya, jika mendapatkan izin dari mempelai perempuan maka syarat-syarat diatas tidak harus dipenuhi.

B. Pertimbangan Pendapat.
Adapun pertimbangan pendapat-pendapat diatas dapat ditarik sebuah pemahaman bahwa menikahkan anak perempuan yang belum baligh tidak muthlak dianjurkan ( disunnatkan ), bahkan bisa jadi makruh ataupun haram. Perbedaan hukum ini muncul karena faktor maslahat yang menjadi pertimbangan. Atas dasar pertimbangan maslahat ini pula terjadi perbedaan hukum antara menikahkan anak perempuan yang telah baligh dengan anak perempuan yang belum baligh, karena keduanya memiliki kepribadian yang berbeda dengan adanya pertimbangan tersebut, maka dalam menikahkan anak perempuan terdapat pemilahan hukum sebagaimana berikut;

  1. Wanita belum balig
    a. Sunnah, ketika telah jelas ada kemaslahatan baginya. Salah satu contoh seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits, ketika sahabat Abu Bakar menikahkan Aisyah ra. Yang dilamar Nabi Muhammad SAW, orang yang menjadi panutan umat. Dengan pernikahan tersebut, Aisyah mendapatkan bingbingan dari Muhammad SAW. tentang kehidupan dunia dan akhirat.
    b. Makruh apabila anak perempuan yang akan dinikahkan tidak menyukai atau benci pada calon suami, meskipun ada maslahat dan kebahagiaan mempelai perempuan pada masa yang akan datang. Hal ini sama saja memaksa seorang anak untuk berada pada kondisi yang akan menyiksa batinnya. Unsur ketidak sukaan atau kebencian ini juga bisa membuka peluang terjadinya masalah rumah tangga .Dengan alasan-alasan tersebut, maslahat yang menjadi tujuan awal akan tercampakkan . Sedangkan dalam tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan keluarga yang penuh kasih dan sayang ( Mawaddah warohmah ) antara suami istri.
    c. Haram jika tidak ada kebutuhan dan maslahat serta calon istri tidak suka ( benci ) kepada calon suami. Karena, alasan yang mendasar diperbolehkan menikahkan seorang anak perempuan yang belum baligh adalah maslahat.
  2. Wanita balig
    Enam ketentuan dalam pernikahan wanita yang belum baligh juga berlaku ketika pernikahan perempuan yang sudah baligh tapi tanpa izin ( tidak mendapat izin darinya) . Hal ini disebabkan oleh karena pernikahan keduanya ( yang belum baligh dan sudah balig) masih berada dalam konsep nikah ijbar ( paksaan ) yang menyarankan seperti diatas. Hal ini memandang bahwa hak pemberian izin yang dimiliki wanita baligh harus diganti dengan kemaslahatan yang kembali padanya. Apabila ketika menikahkan mendapat izin darinya, maka syarat-syarat diatas tidak harus dipenuhi sebab dia telah memiliki sifat kedewasaan dan sudah mampu membuat sebuah pertimbangan. Dengan demikian, apapun yang akan terjadi menjadi tanggung jawabnya sendiri.
    Terlepas dari permasalahan sang istri sudah balig atau belum, ketika pernikahan telah dinilai sah tak lantas memperbolehkan seorang suami melakukan hubungan biologis dengan istrinya apabila sang istri masih berumur dibawah sembilan tahun. Karena anak dibawah umur tersebut umumnya belum kuat untuk melakukan hubungan biologis. Begitu pula ketika ingin membawa sang istri yang belum baligh, suami harus mendapatkan izin dari wali istri terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kondisi sang istri.

KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembatasan pernikahan dengan batas minimal 16 tahun tersebut menyalahi aturan syariat, karena yang menjadi pertimbangan adalah telah baligh atau belum baligh. Sedangkan anak yang telah mencapai umur 16 tahun jelas-jelas telah mencapai usia baligh dan siapapun tidak boleh ikut campur dalam masalah tersebut, termasuk pemerintah, kecuali untuk mewujudkan hak-hak istri yang tidak bisa dipenuhi oleh suami.Sedangkan hukum menikahkan Ulfa yang nyatanya masih berumur 13 tahun harus sesuai dengan ketentuan diatas .Wallahu aโ€™lam bish-shawab.

Referensi

  1. UU Perkawinan BAB 11 pasal 7 ayat 1 tahun 1974
    2.Dzurratun-Nashihiin juz 2 hal.10
  2. Majalisussaniyah.hal; 6
  3. Asnal Matholib : vol.III hal.127
  4. Syarah al-Nawawi ala Muslim: Vol .IX, hal.285
    6.Al-Ghurar al-Bahiyah Syarah al-Bahjah : Vol.IV, hal, 115
    7.Tuhfah al-Muhtaj; Vol.VII, hal, 285
  5. Asna al-Mathalib : Vol.IV , hal 115
  6. Al-Um : Vol.V , hal, 19 dan 22
  7. Al-Mughni Syarah al-Kabir: Vol VII, hal.199-200.
    11.Al-Mausu’ah al-Quwaitiyah : Vol.XXX, hal.122-123.

ุงุณู†ู‰ ุงู„ู…ุทุงู„ุจ ุดุฑุญ ุงู„ุฑูˆุถุฉ ุฌูฃุต ูกูขูง
(ุงู„ู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนู ูููŠ ุจูŽูŠูŽุงู†ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูƒูŽุงู…ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูููŠู‡ู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉู ุฃูŽุทู’ุฑูŽุงูู) ุงู„ุทูŽู‘ุฑูŽูู (ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูููŠ ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงูŠูŽุฉู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ) ุงู„ุณูŽู‘ุจูŽุจู (ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุงู„ู’ุฃูุจููˆูŽู‘ุฉู) ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ู„ููƒูŽู…ูŽุงู„ู ุงู„ุดูŽู‘ููŽู‚ูŽุฉู (ููŽู„ูู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘) ุฃูŽูŠู’ ู„ููƒูู„ูู‘ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุญูŽูŠู’ุซู (ู„ูŽุง) ูŠูŽูƒููˆู†ู (ุนูŽุฏููˆู‹ู‘ุง ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุงุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู) ุจูู…ูŽู‡ู’ุฑู ู…ูุซู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุฏู ู…ูู†ู’ ูƒููู’ุกู ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ููˆุณูุฑู ุจูุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฑู (ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ู‹ุง) ุฃูŽูŠู’ ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ุฃูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉู‹ ุฃูŽู…ู’ ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู‹ (ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุฅุฐู’ู†ูู‡ูŽุง) ู„ูุฎูŽุจูŽุฑู ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑูŽู‚ูุทู’ู†ููŠูู‘ ยซุงู„ุซูŽู‘ูŠูู‘ุจู ุฃูŽุญูŽู‚ูู‘ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ููŠูู‘ู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ุฃูŽุจููˆู‡ูŽุงยป ูˆูŽุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ยซูˆูŽุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ูŽุง ุฃูŽุจููˆู‡ูŽุงยป ุญูู…ูู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุฏู’ุจู ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูู…ูŽุงุฑูุณู’ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ูŽ ุจูุงู„ู’ูˆูŽุทู’ุกู ููŽู‡ููŠูŽ ุดูŽุฏููŠุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุกู ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉูŒ ุธูŽุงู‡ูุฑูŽุฉูŒ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุง ุจูุฎูู„ูŽุงูู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุธูŽู‘ุงู‡ูุฑูŽุฉูุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูŽู‘ ูŠูŽุญู’ุชูŽุงุทู ู„ูู…ููˆูŽู„ูู‘ูŠูŽุชูู‡ู ู„ูุฎูŽูˆู’ูู ุงู„ู’ุนูŽุงุฑู ูˆูŽู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูุญู’ู…ูŽู„ู ุฅุทู’ู„ูŽุงู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุงูˆูŽุฑู’ุฏููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆูŠูŽุงู†ููŠูู‘ ุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฒูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุฎู ูˆูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงู‚ููŠูู‘: ูˆูŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุชูŽุจูŽุฑูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุฌู’ุจูŽุงุฑู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุงู†ู’ุชูููŽุงุกู ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌู ุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽู‰. ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ุชูŽุจูุฑู’ ุธูู‡ููˆุฑูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ู‡ูู†ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงูุนู’ุชูุจูุฑูŽ ุซูŽู…ูŽู‘ ู„ูุธูู‡ููˆุฑู ุงู„ู’ููŽุฑู’ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุจูุฑู ุจูŽู„ู’ ู‚ูŽุฏู’ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽุง ุญูŽุงุฌูŽุฉูŽ ุฅู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ูุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู†ู’ุชูููŽุงุกูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูู‘ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ูŠูŽุญู’ุตูู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู ุญูŽุธูŒู‘ ูˆูŽู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉูŒ ู„ูุดูŽููŽู‚ูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู…ูุฌูŽุฑูŽู‘ุฏู ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุชูู‡ูŽุง ู„ูŽู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูุคูŽุซูู‘ุฑูุŒ ู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ููˆูŽู„ููŠูู‘ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ู†ูŽุตูŽู‘ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ูู‘.

[ุงู„ู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนู ูููŠ ุจูŽูŠูŽุงู†ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽุญู’ูƒูŽุงู…ูู‡ูู…ู’]
[ุงู„ุทูŽู‘ุฑูŽูู ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ูููŠ ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงูŠูŽุฉู]
(ุจูŽุงุจูŒ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนู ูููŠ ุจูŽูŠูŽุงู†ู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู)
(ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ) ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุจูู„ู’ู‚ููŠู†ููŠูู‘ ูˆูŽู‡ูู†ูŽุง ุณูŽุจูŽุจูŒ ุขุฎูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูˆูŽู„ููŠูู‘ ู…ูŽุงู„ููƒูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู…ูุนู’ุชูู‚ูู‡ูŽุง ูˆูŽุณูŽุจูŽุจูŽุงู†ู ุขุฎูŽุฑูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุชููˆูŽู„ูู‘ูŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ููŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูู‘ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ุงู„ุซูŽู‘ุงู†ููŠ ุงู„ุชูŽู‘ุญู’ูƒููŠู…ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุณูŽู‘ู„ู’ุทูŽู†ูŽุฉู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ููŽู„ูู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ุฅู„ูŽุฎู’) ูŠูุดู’ุชูŽุฑูŽุทู ู„ูุฅูุฌู’ุจูŽุงุฑู ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑูŽ ุนูŽุฏูŽู…ู ุนูŽุฏูŽุงูˆูŽุฉู ุธูŽุงู‡ูุฑูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูŽููŽุงุกูŽุฉู ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌู ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ู…ููˆุณูุฑู‹ุง ุจูู…ูŽู‡ู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุจูู…ูŽู‡ู’ุฑู ู…ูุซู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุฏู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุตูุญูู‘ ุงู„ู†ูู‘ูƒูŽุงุญู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู†ู’ุชูููŽุงุกู ุดูŽุฑู’ุทู ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ูููŠ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู„ูŽุง ุนูŽุฏููˆู‹ู‘ุง ุธูŽุงู‡ูุฑู‹ุง) ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูู…ูŽุงุฏู ูˆูŽุดูŽุฑู’ุทูู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฌูู‘ ููŽุฅูู†ู’ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุงุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌูŽ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฏูŽุงุกู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู ู„ููƒูŽูˆู’ู†ูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ุฑูŽุงุฎููŠ ูˆูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุบูŽุฑูŽุถูŒ ูููŠ ุชูŽุนู’ุฌููŠู„ู ุจูŽุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ุฐูู‘ู…ูŽู‘ุฉู ุงู‡ู€ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ุจูู…ูŽู†ู’ ุชูŽุชูŽุถูŽุฑูŽู‘ุฑู ุจูู…ูุนูŽุงุดูŽุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽุดูŽูŠู’ุฎู ู‡ูŽุฑูู…ู ูˆูŽุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ุทูŽุนูŽ ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู ุฐูŽู„ููƒูŽุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูŽู‘ ู†ูŽุตูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽุจู ู…ูู†ู’ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงุจู’ู†ูู‡ู ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุจูู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุตูู‘ููŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุจูู†ู’ุชู ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุนู ูููŠู…ูŽุง ูŠูŽุธู’ู‡ูŽุฑู ูˆูŽูููŠ ุงู„ู„ูŽู‘ุทููŠูู ู„ูุงุจู’ู†ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงู†ูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุตููŠูู‘ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู„ุตูŽู‘ูŠู’ู…ูŽุฑููŠูู‘ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุฎู ู‡ูŽุฑูŽู…ู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุทูŽุนูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ูˆูŽูููŠ ููŽุชูŽุงูˆูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุถููŠ ู…ูŽุง ูŠููู’ู‡ูู…ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุตูุญูู‘ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู) ุฃูŽูŠู’ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุทูŽุฑูŽุฃูŽ ุณูŽููŽู‡ูู‡ูŽุง (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุฅุฐู’ู†ูู‡ูŽุง) ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽู‡ูŽุง ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ู„ูŽุง ุฅุฐู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุตูŽุญูŽู‘ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุฅุฐู’ู†ูู‡ูŽุง ูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉู‹ ุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุจููƒู’ุฑู‹ุงุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุตูŽู‘ ุฅู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุจูุงู„ู’ููŽุฑู’ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุซูŽู‘ูŠูู‘ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุง) ููŽู„ูŽุง ูŠูุฎูŽุงู„ูููู‡ู ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุงูˆูŽุฑู’ุฏููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆูŠูŽุงู†ููŠูู‘ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุจูŽุงู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูู„ูŽุงูŠูŽุชูู‡ู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู) ู…ูŽุนู’ุทููˆููŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู„ูุฎูŽูˆู’ูู ุงู„ู’ุนูŽุงุฑู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ููŽู„ูŽุง ุชูุฒูŽูˆูŽู‘ุฌู ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉู ุงู„ุซูŽู‘ูŠูู‘ุจู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุจู’ู„ูุบูŽ ุฅู„ูŽุฎู’)

ุดุฑุญ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ุนู„ู‰ ู…ุณู„ู… ุฌูฉุตูขู ูฆ
(ุจุงุจ ุฌูˆุงุฒ ุชุฒูˆูŠุฌ ุงู„ุฃุจ ุงู„ุจูƒุฑ ุงู„ุตุบูŠุฑุฉ)
[ูกูคูขูข] ูููŠู‡ู ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ (ุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽู†ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูุณูุชูู‘ ุณูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽู‰ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุจูู†ู’ุชู ุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ) ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุจูู†ู’ุชู ุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุตูŽุฑููŠุญูŒ ูููŠ ุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงู„ู’ุฃูŽุจู ุงู„ุตุบูŠุฑุฉ ุจุบูŠุฑ ุงุฐู†ู‡ุง ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ุฅูุฐู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุจู ุนูู†ู’ุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุณูŽุจูŽู‚ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุงุถููŠ ุจูŽุณู’ุทู ุงู„ูุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู ูููŠ ุงุดู’ุชูุฑูŽุงุทู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูู‘ ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุชุฒูˆูŠุฌู‡ ุจู†ุชู‡ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉูŽ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ููŽู„ูŽุง ุฎููŠูŽุงุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ููŽุณู’ุฎูู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽุงู„ููƒู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูู‘ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฒู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงู‚ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุจู† ุฃูŽุจููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูŽ ูˆูŽุฃูŽุจููŠ ุซูŽูˆู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽุจููŠ ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ููŽุฅูู†ู’ ุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุตูุญูŽู‘ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุนููŠูู‘ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุญูŽู†ููŠููŽุฉูŽ ูˆูŽุขุฎูŽุฑููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽูู ูŠูŽุฌููˆุฒู ู„ูุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽูŠูŽุตูุญูู‘ ูˆูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุจูŽุง ูŠููˆุณูููŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุฎููŠูŽุงุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงุชูŽู‘ููŽู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู‡ููŠุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ูˆูŽุตููŠูŽู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ู†ูŽุจููŠูŽู‘ ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽูˆูŽู‘ุฒูŽ ุดูุฑูŽูŠู’ุญูŒ ูˆูŽุนูุฑู’ูˆูŽุฉู ูˆูŽุญูŽู…ูŽู‘ุงุฏูŒ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูู„ููˆุบู ูˆูŽุญูŽูƒูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽู‘ุงุจููŠูู‘ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุงู„ููƒู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠุณุชุญุจ ุฃู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุจู’ู„ูุบูŽ ูˆูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ูู‡ูŽุง ู„ูุฆูŽู„ูŽู‘ุง ูŠููˆู‚ูุนูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ุฑู ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ูƒูŽุงุฑูู‡ูŽุฉูŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‚ูŽุงู„ููˆู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุฎูŽุงู„ููู ุญุฏูŠุซ ุนุงุฆุดุฉ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุฑูŽุงุฏูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูู„ููˆุบู ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉูŒ ุธูŽุงู‡ูุฑูŽุฉูŒ ูŠูŽุฎูŽุงูู ููŽูˆู’ุชูŽู‡ูŽุง ุจุงู„ุชุฃุฎูŠุฑ ูƒุญุฏูŠุซ ุนุงุฆุดุฉ ููŠุณุชุญุจ ุชุญุตูŠู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฒูˆุฌ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฃูŽุจูŽ ู…ูŽุฃู’ู…ููˆุฑูŒ ุจูู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ููŽู„ูŽุง ูŠูููŽูˆูู‘ุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ูˆูŽู‚ู’ุชู ุฒูููŽุงูู ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุฒูŽูˆูŽู‘ุฌูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฏูู‘ุฎููˆู„ู ุจูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ู ุงุชูŽู‘ููŽู‚ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ูˆู’ุฌู ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ู„ูŽุง ุถูŽุฑูŽุฑูŽ ูููŠู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉู ุนูู…ูู„ูŽ ุจูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุนูุจูŽูŠู’ุฏู ุชูุฌู’ุจูŽุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูู†ู’ุชู ุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุงู„ููƒูŒ ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูู‘ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุญูŽู†ููŠููŽุฉูŽ ุญูŽุฏูู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุทููŠู‚ูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูŽุงุนูŽ ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุชูŽู„ููู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุงุฎู’ุชูู„ูŽุงููู‡ูู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุถู’ุจูŽุทู ุจูุณูู†ูู‘ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุญููŠุญู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุชูŽุญู’ุฏููŠุฏูŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุนู ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทูŽุงู‚ูŽุชู’ู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุชูุณู’ุนู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุฅูุฐู’ู†ู ููŠู…ู† ู„ูŽู…ู’ ุชูุทูู‚ู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุชูุณู’ุนู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฏูŽู‘ุงูˆูุฏููŠูู‘ ูˆูƒุงู†ุช ุนุงุฆุดุฉ ู‚ุฏ ุดุจุช ุดุจุงุจุง ุญุณุง ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡
ุชุญูุฉ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุณุงุจุน ุต ูขูจูฅ
(ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงุจู’ู†ูู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑู ุฃูŽู…ูŽุฉู‹) ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู†ู ุงู„ู’ุนูŽู†ูŽุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุฑู’ูƒูŽุดููŠูู‘: ู‚ูŽุฏู’ ูŠูู…ู’ู†ูŽุนู ู‡ูŽุฐูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงู‡ูู‚ู ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅุฐู’ ุฐูŽุงูƒูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ููŽุฅูู†ู’ ู‚ููŠู„ูŽ ููุนู’ู„ูู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฒูู†ู‹ุง ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽููุนู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฌูŽูˆูŽู‘ุฒููˆุง ู„ูŽู‡ู ู†ููƒูŽุงุญูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฎูŽูˆู’ูู ุงู„ู’ุนูŽู†ูŽุชู ููŽู‡ูŽู„ูŽู‘ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงู‡ูู‚ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู‡ู€ ูˆูŽู„ูŽูƒ ุฑูŽุฏูู‘ู‡ู ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ ูˆูŽุทู’ุกูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ูŠูุดู’ุจูู‡ู ูˆูŽุทู’ุกูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู‚ูู„ู ุฅู†ู’ุฒูŽุงู„ู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุณูŽุจู‹ุง ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ุจูุฎูู„ูŽุงูู ูˆูŽุทู’ุกู ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงู‡ูู‚ู ููŽู„ูŽุง ุฌูŽุงู…ูุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅุฐู’ ุฐูŽุงูƒูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ู…ูŽู…ู’ู†ููˆุนูŒ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุฉูŒ ูƒูŽุงุฐูุจูŽุฉูŒ ุฅุฐู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽู†ู’ุดูŽุฃู’ ุนูŽู†ู’ ุฏูŽุงุนู ู‚ูŽูˆููŠูู‘ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู†ู’ุนูู‚ูŽุงุฏู ุงู„ู’ู…ูŽู†ููŠูู‘ (ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ู…ูŽุนููŠุจูŽุฉูŒ) ุจูุนูŽูŠู’ุจู ูŠูุซู’ุจูุชู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑูŽ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุตูุญูู‘ ุงู„ู†ูู‘ูƒูŽุงุญู (ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจู) ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ู’ุบูุจู’ุทูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุนูŽู…ู’ูŠูŽุงุกู ูˆูŽุนูŽุฌููˆุฒูŒ ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุทููˆุนูŽุฉู ุทูŽุฑูŽูู ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ูู‘ ูˆูŽุงุนู’ุชูŽู…ูŽุฏูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูู„ู’ู‚ููŠู†ููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฐู’ุฑูŽุนููŠูู‘ ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฎูŽู„ูŽุงุฆูู‚ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุฆูู…ูŽู‘ุฉู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุตูŽุญูŽู‘ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุจูŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ูƒูŽู…ูŽุง ู…ูŽุฑูŽู‘ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูููุคูŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏูŽุงุฑู ูููŠ ู†ููƒูŽุงุญูู‡ูŽุง ุฅู„ูŽู‘ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅุฐู’ ุงู„ู’ู…ูŽู„ู’ุญูŽุธู ุซูŽู…ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงุฑู ูˆูŽู‡ูู†ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉู ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽู‡ูŽุง ูŠููููŠุฏูู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽู‡ู ูŠูุบูŽุฑูู‘ู…ูู‡ู ููŽุงุญู’ุชููŠุทูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ (ูˆูŽูŠูŽุฌููˆุฒู) ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ู (ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุชููƒูŽุงููุฆูู‡ู ุจูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ุฎูุตูŽุงู„ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุตูŽุญูู‘) ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุบูŽูŠูŽู‘ุฑู ุจูุงุณู’ุชููู’ุฑูŽุงุดู ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุชููƒูŽุงููุฆูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุฅุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ูŠูŽุซู’ุจูุชู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽุฑูŽู‘ุญูŽุง ุจูู‡ู

(ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง ุนูŽู…ู’ูŠูŽุงุกู ูˆูŽุนูŽุฌููˆุฒูŒ ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุทููˆุนูŽุฉู ุทูŽุฑูŽูู ุฅู„ูŽุฎู’) ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ุฑูŽู‘ูˆู’ุถู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฒููˆูู‘ุฌูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ุฃูŽูˆู’ ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑู ู„ูุนูŽุฌููˆุฒู ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู…ู’ูŠูŽุงุกูŽ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุทู’ุนูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู’ุฃูŽุทู’ุฑูŽุงูู ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉู ุจูู‡ูŽุฑูู…ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู‚ู’ุทูŽุนูŽ ููŽูˆูŽุฌู’ู‡ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุดูŽุฑู’ุญูู‡ู ุตูŽุญูŽู‘ุญูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู’ุจูู„ู’ู‚ููŠู†ููŠูู‘ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ุงู„ุตูู‘ุญูŽู‘ุฉู ูููŠ ุตููˆูŽุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑู ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ููˆู‡ู ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุตูู‘ ุงู„ู’ุฃูู…ูู‘ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุฅู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุตู’ู„ูŽุญูŽุฉูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูŽู„ู’ ูููŠู‡ู ุถูŽุฑูŽุฑูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุถููŠูŽู‘ุฉู ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ูููŠ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽููŽุงุกูŽุฉู ุชูŽุตู’ุญููŠุญู ุงู„ุตูู‘ุญูŽู‘ุฉู ูููŠ ุตููˆุฑูŽุฉู ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑูŽุฉู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฌูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุธู’ู‡ูŽุฑู ุญูุฑู’ู…ูŽุฉู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฎู’ุฐู‹ุง ู…ูู…ูŽู‘ุง ู…ูŽุฑูŽู‘ ูููŠ ุดูุฑููˆุทู ุงู„ู’ุฅูุฌู’ุจูŽุงุฑู ุดูŽุฑู’ุญู ู… ุฑ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ูˆูŽู„ููŠูŽู‘ู‡ูŽุง ุฅู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆูู‘ุฌูู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅูุฌู’ุจูŽุงุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ูƒูููุคู ูˆูŽูƒูู„ูŒู‘ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ูƒูููุคูŒ ููŽุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ุฎูŽุฐู ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŒ ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ุฑูŽู‘ูˆู’ุถู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽุตููŠูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฎูู†ู’ุซูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุดู’ูƒูู„ู ูƒูŽุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽู‰ ุงู‡ู€.
(ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: ูŠูŽุซู’ุจูุชู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ุตูŽุฑูŽู‘ุญูŽุง ุจูู‡ู) ููŽูŠูุฒูŽุงุฏู ุซูุจููˆุชู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ู„ูŽู‡ู ุจูู†ูŽุญู’ูˆู ุงู„ู’ุญูุฑู’ููŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูููŠ ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ู… ุฑ.

ุงู„ุฃู… ุฌ ูฅ ุต ูกูฉ
(ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู): ูˆูŽูŠูุดู’ุจูู‡ู ูููŠ ุฏูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉู ุณูู†ู‘ูŽุฉู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ – ุฅุฐูŽุง ููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ูŽ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ููŠู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑูŽ ุชูุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ู ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุนูŽู†ูŽู‰ ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุจู ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูู…ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ูŽ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽุฏูŽู„ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ุชูุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงุฎู’ุชููŠูŽุงุฑู ู„ูŽุง ููŽุฑู’ุถู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุฑูู‡ูŽุชู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ูƒูŽุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุดู’ุจูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ููŠู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูุฐู’ู†ู ุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ูˆูŽุฅูุฐู’ู†ู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽู…ู’ุชู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูููˆุง ูููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽ ุจููƒู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุซูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุง ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูููŽุฑู‘ูู‚ููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ุงู„ู’ุจูŽุงู„ูุบูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฒู’ ุฅู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽูู’ุช ูููŠ ุงู„ู’ููŽุฑู’ู‚ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุจู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู‘ู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู‘ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ู„ูู„ู’ุฃูŽุจู ุฅู†ู’ูƒูŽุงุญู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุง ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽู‡ูŽุง ุตูŽุบููŠุฑูŽุฉู‹ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูููŠ ุญูŽุงู„ูู‡ูŽุง ุชูู„ู’ูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฉู ููŽุฑู’ู‚ูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ููŽุฑู’ู‚ูŒ ูููŠ ุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ููŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ – ุฃูŽู†ู’ ุชูุณู’ุชูŽุฃู’ู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุงุŸ ู‚ููŠู„ูŽ ูŠูุดู’ุจูู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุณู’ุชูุทูŽุงุจูŽุฉู ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฏูŽุงุกูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง ููŽุชูŽุฐู’ูƒูุฑูู‡ู ุฅุฐูŽุง ุงูุณู’ุชูุคู’ู…ูุฑูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽุงุทูุจูŽ ู„ูุนูู„ู‘ูŽุฉู ููŽูŠูŽูƒููˆู†ู ุงุณู’ุชูุฆู’ู…ูŽุงุฑูู‡ูŽุง ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ูููŠ ุงู„ูุงุญู’ุชููŠูŽุงุทู ูˆูŽุฃูŽุทู’ูŠูŽุจูŽ ู„ูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽู„ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู†ูŽุฃู’ู…ูุฑู ุฃูŽุจูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคูŽุงู…ูŽุฑู ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽ ู†ูุณูŽุงุกู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุชููู’ุถููŠ ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุฐูŽุงุชู ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ุฃูู…ู‘ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูู…ู‘ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฌูŽู„ู ูููŠ ุฅู†ู’ูƒูŽุงุญูู‡ูŽุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅุฎู’ุจูŽุงุฑูู‡ูŽุง ุจูุฒูŽูˆู’ุฌู ุจูุนูŽูŠู’ู†ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ูุฃูŽุจููŠู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽู‡ูŽุง ุฅู†ู’ ุนูŽู„ูู…ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู‹ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ููŽุนูŽู„ูŽ ููŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽุชู’ ุฌูŽุงุฒูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฌููˆุฒู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽุชู’ ููŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽูˆู’ ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุงุณู’ุชูุฆู’ู…ูŽุงุฑูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ูŠูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูู…ูุดูŽุงูˆูุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽุจููŠู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูู…ูุฑูŽ ุจูู…ูุดูŽุงูˆูุฑูŽุชูู‡ูŽุงุŸ ู‚ููŠู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู„ูู†ูŽุจููŠู‘ูู‡ู – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ – {ูˆูŽุดูŽุงูˆูุฑู’ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู} ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฃูŽู…ู’ุฑู‹ุง ุฅู†ู‘ูŽู…ูŽุง ููŽุฑูŽุถูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุทูŽุงุนูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูุดูŽุงูˆูุฑูŽุฉู ุงุณู’ุชูุทูŽุงุจูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู‘ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽุง ู„ูุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู – ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ – ูˆูŽุงู„ูุงุณู’ุชูุฏู’ู„ูŽุงู„ู ุจูุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ู…ูุดูŽุงูˆูุฑููŠู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ู‚ูŽุฏู’ ุบูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุดููŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุดู’ุจูŽู‡ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง.
ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุฏู‘ู ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูˆูŽุฃูŽุจููˆู‡ู ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุฃูŽุจููŠู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู ูููŠ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ูˆูŽูˆูู„ูŽุงูŠูŽุฉู ุงู„ุซู‘ูŽูŠู‘ูุจู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฏููˆู†ูŽ ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจูŒ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฒููˆู‘ูุฌูŽุชู’ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู‹ุง ู…ูŽุงุชููˆุง ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ููŽุงุฑูŽู‚ููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽุชู’ ู…ูู‡ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽู…ูŽูˆูŽุงุฑููŠุซูŽ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูุฌูŽุงู…ูุนู’ ุฒููˆู‘ูุฌูŽุชู’ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽ ุงู„ู’ุจููƒู’ุฑู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูููŽุงุฑูู‚ูู‡ูŽุง ุงุณู’ู…ู ุจููƒู’ุฑู ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุซูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ูˆูŽุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุณูู†ู‘ู‹ุง ูˆูŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ูˆูŽุงู‚ูŽ ูˆูŽุณูŽุงููŽุฑูŽุชู’ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู‚ูŽูŠู‘ูู…ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุดูŽูŠู’ุกูŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุจููƒู’ุฑูŒ ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ูˆูŽุงู„ู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง.

ุงู„ุฃู… ุฌ ูฅ ุตูขูข
ุฅู†ู’ูƒูŽุงุญู ุงู„ุตู‘ูุบูŽุงุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฌูŽุงู†ููŠู†
(ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู – ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ -): ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌู ุงู„ุตู‘ูŽุบููŠุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุจู’ู„ูุบู’ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ููŽุงู„ุชู‘ูŽุฒู’ูˆููŠุฌู ู…ูŽูู’ุณููˆุฎูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฌู’ุฏูŽุงุฏู ุขุจูŽุงุกูŒ ุฅุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุฃูŽุจูŒ ูŠูŽู‚ููˆู…ููˆู†ูŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ู„ููˆุจูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุขุจูŽุงุกูŒ ุฑูููุนูŽุชู’ ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ู„ูู…ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽ ู…ูŽุง ุงูุดู’ุชูู‡ูุฑูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูŽุบู’ู„ููˆุจูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุงุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูŠูู‚ู’ุฏูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ุฅูŠู‘ูŽุงู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชู ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฉูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ู„ููˆุจูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู
ู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ู„ููˆูŽู„ููŠู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุขุจูŽุงุกู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ุฅู„ู‘ูŽุง ุจูุฑูุถูŽุงู‡ูŽุง ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฑูุถูŽุง ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุชูŽุงู…ู‘ู‹ุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฌูŽุฒู’ุช ู„ูู„ุณู‘ูู„ู’ุทูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ูƒูุญูŽู‡ูŽุง ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงุฌูŽุฉูŽ ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญู ู„ูŽู‡ูŽุง ุนูŽููŽุงูู‹ุง ูˆูŽุบูู†ูŽุงุกู‹ ูˆูŽุฑูุจู‘ูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ุดูููŽุงุกูŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฅู†ู’ูƒูŽุงุญูู‡ู ุฅูŠู‘ูŽุงู‡ูŽุง ูƒูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽููŽุงู‚ูŽุชู’ ููŽู„ูŽุง ุฎููŠูŽุงุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽู‡ูŽุง ุฅู„ู‘ูŽุง ูƒูููุคู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุญูŽู‡ูŽุง ููŽู†ููƒูŽุงุญูู‡ู ุซูŽุงุจูุชูŒ ูˆูŽุชูŽุฑูุซู ูˆูŽุชููˆุฑูŽุซูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุบูŽู„ูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฑูŽุถู ุฃูŽูˆู’ ุจูุฑู’ุณูŽุงู…ู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ูƒูุญูŽู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽููŽุงู‚ูŽุชู’ ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุญูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠู‘ู ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูููู‚ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุทูŽุงู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽูŠูุคูŽูŠู‘ูŽุณู ู…ูู†ู’ ุฅููŽุงู‚ูŽุชูู‡ูŽุง ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽุจู ุฃูŽูˆู’ ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุทูŽุงู†ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฐูŽู‡ูŽุงุจู ุงู„ู’ุนูŽู‚ู’ู„ู ุฌูู†ููˆู†ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฌูุฐูŽุงู…ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุฑูŽุตูŒ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุถูŽู†ู‹ู‰ ูŠูŽุฑูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฎูุจู’ุฑูŽุฉู ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฑููŠุฏู ุงู„ู†ู‘ููƒูŽุงุญูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฒูŽูˆู‘ูŽุฌูŽู‡ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูุฑูุฏู’ ุชูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽู‡ู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฒู’ูˆููŠุฌูŽ ุงุฒู’ุฏููŠูŽุงุฏูŒ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ู…ูุคู’ู†ูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูููŠู‡ูุŒ ูˆูŽุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูŽุบู’ู„ููˆุจูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‚ู’ู„ูู‡ูŽุง ุจููƒู’ุฑู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุฃูŽูˆู’ ุซูŽูŠู‘ูุจู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูุฒูŽูˆู‘ูุฌูู‡ูŽุง ุฅู„ู‘ูŽุง ุฃูŽุจูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ูŒ ุจูู„ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ูŽุง ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง.

ุดุฑุญ ุงู„ูƒุจูŠุฑ ุนู„ู‰ ู…ุชู† ุงู„ู…ู‚ู†ุน – ุงู„ู…ู†ุงุฑ ุงู„ู…ุทุจูˆุน ู…ุน ุงู„ู…ุบู†ู‰ ุงู„ุญู†ุจู„ูŠ ุฌ ูง ุตูกูฉูฉ-ูขู ู 
ูˆูŠุดุชุฑุท ุฅู…ูƒุงู† ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุง ูุฅู† ูƒุงู†ุช ุตุบูŠุฑุฉ ู„ุง ูŠุฌุงู…ุน ู…ุซู„ู‡ุง ูˆุฐู„ูƒ ู…ุนุชุจุฑ ุจุญุงู„ู‡ุง ูˆุงุญุชู…ุงู„ู‡ุง ู„ุฐู„ูƒุŒ ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุถูŠ ูˆุฐูƒุฑ ุงู†ู‡ู† ูŠุฎุชู„ูู† ูู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ุตุบูŠุฑุฉ ุงู„ุณู† ุชุตู„ุญ ูˆูƒุจูŠุฑุฉ ู„ุง ุชุตู„ุญุŒ ูˆุญุฏู‡ ุฃุญู…ุฏ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุจุชุณุน ุณู†ูŠู† ูู‚ุงู„ ููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุจูŠ ุงู„ุญุงุฑุซ ููŠ ุงู„ุตุบูŠุฑุฉ ูŠุทู„ุจู‡ุง ุฒูˆุฌู‡ุง ูุฅู† ุฃุชู‰ ุนู„ูŠู‡ุง ุชุณุน ุณู†ูŠู† ุฏูุนุช ุฅู„ูŠู‡ ู„ูŠุณ ู„ู‡ู… ุฃู† ูŠุญุจุณูˆู‡ุง ุจุนุฏ ุงู„ุชุณุน ูˆุฐู‡ุจ ููŠ ุฐู„ูƒ ุฅู„ู‰ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจู†ู‰ ุจุนุงุฆุดุฉ ูˆู‡ูŠ ุจู†ุช ุชุณุน ุณู†ูŠู†ุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ ู‡ุฐุง ุนู†ุฏูŠ ู„ูŠุณ ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุชุญุฏูŠุฏ ูˆุฅู†ู…ุง ุฐูƒุฑู‡ ู„ุฃู†ุงู„ุบุงู„ุจ ุงู† ุงุจู†ุฉ ุชุณุน ูŠุชู…ูƒู† ู…ู† ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุง ูˆู…ุชู‰ ูƒุงู†ุช ู„ุง ุชุตู„ุญ ู„ู„ูˆุทุฆ ู„ุง ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุฃู‡ู„ู‡ุง ุชุณู„ูŠู…ู‡ุง ุฅู„ูŠู‡ ูˆุฅู† ุฐูƒุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุญุตู†ู‡ุง ูˆูŠุฑุจูŠู‡ุง ู„ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠู…ู„ูƒ ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุง ูˆู„ูŠุช ู„ู‡ ุจู…ุญู„ ูˆู„ุง ูŠุคู…ู† ุดุฑู‡ ู†ูุณู‡ ุฅู„ู‰ ู…ูˆุงู‚ุนุชู‡ุง ููŠูุถู‡ุงุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู†ุช ู…ุฑูŠุถุฉ ู…ุฑุถุง ู…ุฑุฌูˆุง ุงู„ุฒูˆุงู„ ู„ู… ูŠู„ุฒู…ู‡ุง ุชุณู„ูŠู… ู‚ุจู„ ุจุฑุฆู‡ุง ู„ุฃู†ู‡ ู…ุงู†ุน ู…ุฑุฌูˆ ุงู„ุฒูˆุงู„ ูู‡ูˆ ูƒุงู„ุตุบุฑ ูˆู„ุฃู† ุงู„ุนุงุฏุฉ ู„ู… ุชุฌุฑ ุจุชุณู„ูŠู… ุงู„ู…ุฑูŠุถุฉ ุฅู„ู‰ ุฒูˆุฌู‡ุง ูˆุงู„ุชุณู„ูŠู… ููŠ ุงู„ุนู‚ุฏ ูŠุฌุจ ุนู„ู‰ ุญุณุจ ุงู„ุนุฑู ูุฅู† ูƒุงู† ุงู„ู…ุฑุถ ุบูŠุฑ ู…ุฑุฌูˆ ุงู„ุฒูˆุงู„ ู„ุฒู… ุชุณู„ูŠู…ู‡ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ุฒูˆุฌ ุฅุฐุง ุทู„ุจู‡ุง ูˆู„ุฒู…ู‡ ุชุณู„ู…ู‡ุง ุฅุฐุง ุนุฑูุช ุนู„ูŠู‡ ู„ุฃู†ู‡ุง ู„ูŠุณุช ู„ู‡ุง ุญุงู„ุฉ ูŠุฑุฌู‰ ุฒูˆุงู„ ุฐู„ูƒ ููŠู‡ุงุŒ ูู„ูˆ ู„ู… ุชุณู„ู… ู†ูุณู‡ุง ู„ู… ูŠูุฏ ุงู„ุชุฒูˆูŠุฌ ูˆู„ู‡ ุฃู† ูŠุณุชู…ุชุน ุจู‡ุง ูุฅู† ูƒุงู†ุช ู†ุถูˆุฉ ุงู„ุฎู„ู‚ ูˆู‡ูˆ ุฌุณูŠู… ุชุฎุงู ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ุง ุงู„ุฅูุถุงุก ู…ู† ุนุธู…ู‡ ูู„ู‡ุง ู…ู†ุนู‡ ู…ู† ุฌู…ุงุนู‡ุง ูˆู„ู‡ ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุง ููŠู‡ุง ุฏูˆู† ู„ูุฑุฌ ูˆุนู„ูŠู‡ ุงู„ู†ูู‚ุฉ ูˆู„ุง ูŠุซุจุช ู„ู‡ ุฎูŠุงุฑ ุงู„ูุณุฎ ู„ุฃู† ู‡ุฐู‡ ูŠู…ูƒู† ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุง ู„ุบูŠุฑู‡ ูˆุฅู†ู…ุง ุงู„ุงู…ุชู†ุงุน ู„ุฃู…ุฑ ู…ู† ุฌู‡ุชู‡ ูˆู‡ูˆ ุนุธู… ุฎู„ู‚ู‡ ุจุฎู„ุงู ุงู„ุฑุชู‚ุงุก ูุฅู† ุทู„ุจ ุชุณู„ูŠู…ู‡ุง ุฅู„ูŠู‡ ูˆู‡ูŠ ุญุงุฆุถ ุงุญุชู…ู„ ุฃู† ู„ุง ูŠุฌุจ ุฐู„ูƒ ูƒุงู„ู…ุฑุถ ุงู„ู…ุฑุฌูˆ ุฒูˆุงู„ู‡ุŒ ูˆุงุญุชู…ู„ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ุชุณู„ูŠู… ู„ุฃู†ู‡ ูŠุฒูˆู„ ู‚ุฑูŠุจุง ูˆู„ุง ูŠู…ู†ุน ู…ู† ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู…ุง ุฏูˆู† ุงู„ูุฑุฌ.

ุงู„ู…ูˆุณูˆุนุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉ ุงู„ูƒูˆูŠุชูŠุฉ. ุฌ ูฃู ุตูกูขูข-ูกูขูฃ
ุฐู‡ุจ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุฅู„ู‰ ุฃู† ู…ู† ู…ูˆุงู†ุน ุงู„ุชุณู„ูŠู… [ุฃูŠ ุชุณู„ูŠู… ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ู„ู„ุฒูˆุฌ] ุงู„ุตุบุฑุŒ ูู„ุง ุชุณู„ู… ุตุบูŠุฑุฉ ู„ุง ุชุญุชู…ู„ ุงู„ูˆุทุก ุฅู„ู‰ ุฒูˆุฌู‡ุง ุญุชู‰ ุชูƒุจุฑ ูˆูŠุฒูˆู„ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุงู†ุนุ› ู„ุฃู†ู‡ ู‚ุฏ ูŠุญู…ู„ู‡ ูุฑุท ุงู„ุดู‡ูˆุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุงุน ูุชุชุถุฑุฑ ุจู‡ุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ุฅู„ู‰ ุฒูˆุงู„ ู…ุงู†ุน ุงู„ุตุบุฑ ุจุชุญู…ู„ู‡ุง ู„ู„ูˆุทุกุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ: ูˆู„ูˆ ู‚ุงู„ ุงู„ุฒูˆุฌ: ุณู„ู…ูˆู‡ุง ู„ูŠ ูˆู„ุง ุฃุทุคู‡ุง ุญุชู‰ ุชุญุชู…ู„ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุชุณู„ู… ู„ู‡ ูˆุฅู† ูƒุงู† ุซู‚ุฉุŒ ุฅุฐ ู„ุง ูŠุคู…ู† ู…ู† ู‡ูŠุฌุงู† ุงู„ุดู‡ูˆุฉ .
ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ : ุฅุฐุง ุจู„ุบุช ุงู„ุตุบูŠุฑุฉ ุชุณุน ุณู†ูŠู† ุฏูุนุช ุฅู„ู‰ ุงู„ุฒูˆุฌุŒ ูˆู„ูŠุณ ู„ู‡ู… ุฃู† ูŠุญุจุณูˆู‡ุง ุจุนุฏ ุงู„ุชุณุน ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ู…ู‡ุฒูˆู„ุฉ ุงู„ุฌุณู…ุŒ ูˆู‚ุฏ ู†ุต ุฃุญู…ุฏ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒุŒ ู„ู…ุง ุซุจุช ุฃู† { ุงู„ู†ุจูŠ ๏ทบ ุจู†ู‰ ุจุนุงุฆุดุฉ ูˆู‡ูŠ ุจู†ุช ุชุณุน ุณู†ูŠู† } ู„ูƒู† ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุงุถูŠ: ู„ูŠุณ ู‡ุฐุง ุนู†ุฏูŠ ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ุฉ ุงู„ุชุญุฏูŠุฏ ูˆุฅู†ู…ุง ุฐูƒุฑู‡ุŒ ู„ุฃู† ุงู„ุบุงู„ุจ ุฃู† ุงุจู†ุฉ ุชุณุน ูŠุชู…ูƒู† ู…ู† ุงู„ุงุณุชู…ุชุงุน ุจู‡ุงุŒ ูˆุฅุฐุง ุณู„ู…ุช ุจู†ุช ุชุณุน ุณู†ูŠู† ุฅู„ูŠู‡ ูˆุฎุงูุช ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ุง ุงู„ุฅูุถุงุก ู…ู† ุนุธู…ู‡ ูู„ู‡ุง ู…ู†ุนู‡ ู…ู† ุฌู…ุงุนู‡ุง ูˆูŠุณุชู…ุชุน ุจู‡ุง ูƒู…ุง ูŠุณุชู…ุชุน ู…ู† ุงู„ุญุงุฆุถ.ุฃู‡ู€.

Kategori
Uncategorized

TALAK MUALLAQ BERSYARAT

TALAK MUALLAQ BERSYARAT

Assalamualaikum .

Deskripsi masalah.

Dalam menjalani kehidupan berumah tangga terkadang antara menantu dan mertua hidup dalam satu rumah ( KK ) katakanlah PASUTRI bernama Fulan dan Fulanah, yang mana Fulan hidup bersama mertuanya bernama Fulin pada awal pernikahan seakan Fulan dianggap anak emas entah karena apa dan masalah apa setelah Fulan dan Fulanah punya anak mertua dan menantu sering bertengkar, sampai pada satu hari pertengkaran terjadi sangat keras dan menyakitkan sehingga melibatkan istrinya Fulan. Dalam kondisi pertengkaran memanas lalu suaminya Fulana berkata kepada istrinya ” Kamu tidak boleh keluar dari kamar, Jika kamu keluar, aku talak kamu”.
Kemudian tanpa adanya unsur kesengajaan anaknya ( Fulin ) jatuh ketika menyapu lantainya dikamarnya sampai keluar kamar, sementara Fulanah ( anaknya Fulin ) tidak masuk lagi kedalam kamarnya dan terus keluar tanpa dia sadari terhadap apa yang telah di ucapan suaminya (” Kamu tidak boleh keluar dari kamar, Jika kamu keluar, aku talak kamu” ) .

Waalaikum salam.
Jawaban.
Talak muโ€™allaq, adalah talak yang digantungkan dengan suatu syarat. Hal ini ada tiga macam:
Memberikan syarat saja, maka jatuh cerai dalam semua kondisi. Contoh dia mengatakan, โ€˜ Jika kamu memasuki rumah, maka kamu cerai.โ€™ Ketika si-Istri memasuki rumah , maka istrinya jatuh talaq/ cerai. Karena dia menggantungkan hanya pada syarat saja, sedangkan syaratnya telah terpenuhi.
Akan tetapi jika hanya sumpah saja, maka tidak jatuh cerai, tapi harus bayar kafarat sumpah. Misalnya dia mengatakan, โ€œKalau saya berbicara dengan Suhartono, maka istriku jatuh talak.โ€ Maksudya, dia tidak ingin berbicara dengan Suhartono dan ini hanya sumpah semata. Karena tidak ada hubungan antara pembicaraannya dengan Suhartono dan perceraian istrinya.
Berpotensi mengandung makna syarat saja atau sumpah saja. Maka hal ini dikembalikan kepada niat yang digantungkan. Seperti (suami) mengatakan kepada istrinya, โ€˜Kalau kamu keluar dari rumah, maka jatuh talak kamu.โ€™ Maka ada kemungkinan dia inginkan sekedar syarat saja, dalam artian bahwa istrinya kalau keluar dengan hati suka rela maka akan jatuh cerai atasnya. Maka waktu itu dia menginginkan perceraian.
Atau ada kemungkinan, dia tidak bermaksud menjatuhkan cerai, dia tetap menginginkan dia sebagai istrinya meskipun istrinya keluar rumah, dia tidak menginginkan perceraian. Akan tetapi dia bermaksud melarangnya keluar rumah, sehingga dia gantungkan perceraian itu sebagai ancaman kepadanya. Kalau dia keluar dalam kondisi seperti ini, maka tidak jatuh cerai. Karena dia bermaksud sumpah.
Lalu bagaimana jika talak muallak yang diucapkan oleh seseorang laki-laki ( suami ) kepada istrinya sementara istrinya lupa melakukan sesuatu yang disyaratkan dalam talak taโ€˜liq sebagaimana deskripsi.

Maka jawabannya Ulama berbeda pandang yaitu: Petama: Menurut mayoritas ulama jatuh talak, Kedua: Menurut Syafiโ€™iyah tidak terjadi talak.

Adapun alasan jatuh dan tidaknya talak adalah:

  1. Terjadi thalaq karena sifat lupa bukan penghalang terjadinya thalaq.
  2. Tidak terjadi thalaq karena unsur lupa atau tidak ada unsur kesengajaan Fulanah keluar rumah apalagi Fulanah tidak tahu bahwa perbuatannya merupakanย taโ€˜liq.

Dari penjelasan diatas bisa di tarik kesimpulan, bahwa ulama berbeda pendapat maka jika mengikuti pendapat yang kedua ( Pendapanya Imam Syafi’i) , maka Fulan dan Fulanah tetap sah suami istri karena tidak jatuhbtalak dan tidak usah nunggu masuknya lagi ke dalam rumah, namun jika mengikuti pendapat yang pertama, maka dengan masuknya lagi kedalam rumah tidak bisa menjadikan sahnya sebagai suami istri, sebab suami istri yang sudah terjadi talak jika mau balik lagi, tidak ada jalan lain kecuali dengan melakukan Ruju’ jika ia talak ROJ’I, atau degan melakukan akad nikah baru jika ia TALAK BA’IN

ุงู„ู…ูˆุณูˆุนุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉูกูจูกูกูจ/ูฃูกูฉูคูฉ .

ุฌย โ€“ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท
ูคูค โ€“ย ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู‡ู†ุง ู‡ูˆ ุฑุจุท ุญุตูˆู„ ู…ุถู…ูˆู† ุฌู…ู„ุฉ ุจุญุตูˆู„ ู…ุถู…ูˆู† ุฌู…ู„ุฉ ุฃุฎุฑู‰ (ูคูค) ุณูˆุงุก ุฃูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุถู…ูˆู† ู…ู† ู‚ุจู„ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ุงุŒ ุฃูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ู…ู† ูุนู„ ุฃุญุฏ.ูุฅู† ูƒุงู† ู…ู† ูุนู„ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู…ุง ุณู…ูŠ ูŠู…ูŠู†ุง ู„ุฏู‰ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ู…ุฌุงุฒุงุŒ ูˆุฐู„ูƒ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ู…ุนู†ู‰ ุงู„ู‚ุณู…ุŒ ูˆู‡ูˆ: ุชู‚ูˆูŠุฉ ุนุฒู… ุงู„ุญุงู„ู ุฃูˆ ุนุฒู… ุบูŠุฑู‡ ุนู„ู‰ ูุนู„ ุดูŠุก ุฃูˆ ุชุฑูƒู‡ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฐู‡ุจุช ุฃู†ุง ุฅู„ู‰ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฒุงุฑูƒ ูู„ุงู†. . . ูุฅู† ูƒุงู† ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู…ุนู„ู‚ุง ู„ุง ุนู„ู‰ ูุนู„ ุฃุญุฏุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุทู„ุนุช ุงู„ุดู…ุณ ู…ุซู„ุงุŒ ูƒุงู† ุชุนู„ูŠู‚ุงุŒ ูˆู„ู… ูŠุณู… ูŠู…ูŠู†ุงุŒ ู„ุงู†ุชูุงุก ู…ุนู†ู‰ ุงู„ูŠู…ูŠู† ููŠู‡ุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ููŠ ุงู„ุญูƒู… ู…ุซู„ ุงู„ูŠู…ูŠู†ุŒ ูˆู‡ู†ุงู„ูƒ ู…ู† ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ู…ู† ุฃุทู„ู‚ุนู„ูŠู‡ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุฃูŠุถุง (ูคูฅ) . ูˆุฃุฏูˆุงุช ุงู„ุฑุจุท ูˆุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู‡ูŠ: ุฅู†ุŒ ูˆุฅุฐุง ูˆุฅุฐ ู…ุง ูˆูƒู„ุŒ ูˆูƒู„ู…ุงุŒ ูˆู…ุชู‰ุŒ ูˆู…ุชู‰ ู…ุงุŒ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒุŒ ูƒู„ู‡ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุฏูˆู† ุชูƒุฑุงุฑ ุฅู„ุง: ูƒู„ู…ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู…ุน ุงู„ุชูƒุฑุงุฑ (ูคูฆ) . ูˆู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุฏูˆู† ุฃุฏุงุฉุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ โ€“ ู„ู‡ุง: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุณุฃูุนู„ ูƒุฐุงุŒ ูู‡ูˆ ุจู…ุซุงุจุฉ ู‚ูˆู„ู‡: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุฅู† ู„ู… ุฃูุนู„ ูƒุฐุงุŒ ูˆู‡ูˆ โ€“ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ู…ุนู†ูˆูŠุŒ ูˆู‚ุฏ ุฌุงุก ุจู‡ ุงู„ุนุฑู.
ุญูƒู…ู‡: ุงุชูู‚ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุนู„ู‰ ุตุญุฉ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุจุงู„ุทู„ุงู‚ย ุฃูˆ ุชุนู„ูŠู‚ ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ุฅุฐุง ุงุณุชูˆูู‰ ุดุฑูˆุท ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุขุชูŠุฉ: ูุฅุฐุง ุญุตู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ูˆู‚ุน ย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ุฏูˆู† ุงุดุชุฑุงุท ุงู„ููˆุฑ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠู†ูˆูŠู‡ุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู… ูŠุญุตู„ ู„ู… ูŠู‚ุนุŒ ุณูˆุงุก ููŠ ุฐู„ูƒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ูุนู„ ุงู„ุญุงู„ู ุฃูˆ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู…ุงุŒ ุฃูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ู…ู† ูุนู„ ุฃุญุฏุŒ ู‡ุฐุง ุฅุฐุง ุญุตู„ ุงู„ูุนู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ุทุงุฆุนุง ุฐุงูƒุฑุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูุฅู† ุญุตู„ ู…ู†ู‡ ุงู„ูุนู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู†ุงุณูŠุง ุฃูˆ ู…ูƒุฑู‡ุง ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุฃูŠุถุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ. ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ููŠู‡ ู‚ูˆู„ุงู† ุฃุธู‡ุฑู‡ู…ุง: ุฃู†ู‡ุง ู„ู… ุชุทู„ู‚ (ูคูง) .ุซู… ู…ุง ุฏุงู… ู„ู… ูŠุญุตู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู„ู… ูŠู…ู†ุน ู…ู† ู‚ุฑุจุงู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑุŒ ูˆู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ: ูŠุถุฑุจ ู„ู‡ ุฃุฌู„ ุงู„ู…ูˆู„ูŠ.ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ (ูคูจ) ุฅู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฅู† ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ููŠ ุฒู…ู† ู…ุงุถ ู…ู…ุชู†ุน ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ุญู†ุซ ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูˆุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ู…ุงุถ ูˆุงุฌุจ ูุนู„ู‡ ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุดุฑุนุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ูู„ุง ุญู†ุซ ุนู„ูŠู‡. ูˆุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ููŠ ุฒู…ู† ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ู…ุญู‚ู‚ ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ุฃูˆ ู…ุธู†ูˆู† ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ู„ูˆุฌูˆุจู‡ ู†ุฌุฒ ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ ุฅู† ู„ู… ุฃู…ุณ ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ุฃูˆ ู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ ุฅู† ู‚ู…ุชุŒ ุฃูˆ ุฅู† ุตู„ูŠุช.ูˆุฅู† ูƒุงู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุณุชุญูŠู„ุงุŒ ุฃูˆ ู†ุงุฏุฑุงุŒ ุฃูˆ ู…ุณุชุจุนุฏุง ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ู„ุญุฑู…ุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุญู†ุซุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ู‚ุงู„: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู„ูˆ ุฌู…ุนุช ุจูŠู† ุงู„ุถุฏูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุฅู† ู„ู…ุณุช ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ุฃูˆ ุฅู† ุฒู†ูŠุช.
ุดุฑูˆุท ุตุญุฉ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ :
ูŠุดุชุฑุท ู„ูˆู‚ูˆุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุง ูŠู„ูŠ:
ูคูฅ โ€“ ูก โ€“ย ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุนุฏูˆู…ุง ุนู†ุฏย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ูˆุนู„ู‰ ุฎุทุฑ ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุดุฑุท ู…ูˆุฌูˆุฏุง ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ูƒุงู†ุฃุจูˆูƒ ู…ุนู†ุง ุงู„ุขู†ุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุนู‡ู…ุงุŒ ูุฅู†ู‡ ุทู„ุงู‚ ุตุญูŠุญ ู…ู†ุฌุฒ ูŠู‚ุน ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูˆู„ูŠุณ ู…ุนู„ู‚ุงุŒ ุฃู…ุง ุฃู†ู‡ ุนู„ู‰ ุฎุทุฑ ุงู„ูˆุฌูˆุฏุŒ ูู…ุนู†ุงู‡: ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ู…ูƒู† ุงู„ุญุตูˆู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ุณุชุญูŠู„ ุงู„ุญุตูˆู„ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุจู‡ ุดูŠุกุŒ ู„ุง ููŠ ุงู„ุญุงู„ ูˆู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ุนุงุฏ ุฃุจูˆูƒ ุญูŠุง โ€“ ูˆู‡ูˆ ู…ูŠุช โ€“ ููŠ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ. ูˆู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ูˆุนู‡ ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ูˆู„ู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ููŠู‡ ู‚ูˆู„ุงู† (ูคูฉ) .
ูคูฆ โ€“ ูข โ€“ย ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู…ุชุตู„ุง ุจุงู„ูƒู„ุงู…ุŒ ูุฅุฐุง ูุตู„ ุนู†ู‡ ุจุณูƒูˆุชุŒ ุฃูˆ ุจูƒู„ุงู… ุฃุฌู†ุจูŠุŒ ุฃูˆ ูƒู„ุงู… ุบูŠุฑ ู…ููŠุฏุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูˆุณูƒุช ุจุฑู‡ุฉุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃุนุทู†ูŠ ู…ุงุกุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ู„ู… ุชุฏุฎู„ูŠ ุฏุงุฑ ูู„ุงู†. ุฅู„ุง ุฃู†ู‡ ูŠุบุชูุฑ ุงู„ูุงุตู„ ุงู„ุถุฑูˆุฑูŠุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุชู†ูุณ ู„ุถุฑูˆุฑุฉุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ุนู„ู‚ุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุน ุฅู„ุง ุจุฏุฎูˆู„ู‡ุง ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ: ุฅุณุงุบุฉ ุงู„ู„ู‚ู…ุฉุŒ ุฃูˆ ูƒู„ู…ุฉ ู…ููŠุฏุฉุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุจุงุฆู†ุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ุนู„ู‚ ูˆูŠู‚ุน ุจู‡ ุจุงุฆู†ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฏุฎูˆู„ุŒ ูุฅู† ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฑุฌุนูŠุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆูˆู‚ุน ุงู„ุฑุฌุนูŠ ู…ู†ุฌุฒุงุ› ู„ุฃู† ูƒู„ู…ุฉ โ€ ุฑุฌุนูŠุง โ€ ู„ู… ุชูุฏ ุดูŠุฆุงุŒ ููƒุงู†ุช ู‚ุงุทุนุง ู„ู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุจุฎู„ุงู ูƒู„ู…ุฉ โ€ ุจุงุฆู† โ€ ูุฅู†ู‡ุง ุฃูุงุฏุชุŒ ูู„ู… ุชูƒู† ู‚ุงุทุนุงุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ู…ุซุงู„ ูˆูู‚ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ุงู„ุฐูŠู† ูŠูˆู‚ุนูˆู† ุจูƒู„ู…ุฉ โ€ ุจุงุฆู† โ€ ุทู„ุงู‚ุง ุจุงุฆู†ุง (ูฅู ) .
ูคูฆ โ€“ ูฃ โ€“ย ุฃู† ู„ุง ูŠู‚ุตุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุตุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉุŒ ูˆู‚ุน ู…ู†ุฌุฒุง ูˆู„ู… ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุดุฑุทุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ุช ู„ู‡: ูŠุง ุฎุณูŠุณุŒ ูู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ูƒู†ุช ูƒุฐู„ูƒ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูŠุฑูŠุฏ ู…ุนุงู‚ุจุชู‡ุงุŒ ู„ุง ุชุนู„ูŠู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุชุญู‚ู‚ ุงู„ุฎุณุงุณุฉ ููŠู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู‡ู†ุง ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ุณูˆุงุก ุฃูƒุงู† ุฎุณูŠุณุง ุฃู… ู„ุงุŒ ูุฅู† ุฃุฑุงุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู„ุง ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉ ุชุนู„ู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ูˆูŠุฏูŠู† (ูฅูก) .
ูคูจ โ€“ ูค โ€“ย ุฃู† ูŠุฐูƒุฑ ุงู„ู…ุดุฑูˆุท ููŠ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูู„ูˆ ู„ู… ูŠุฐูƒุฑ ุดูŠุฆุงุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ ููŠ ุงู„ุฑุงุฌุญ ู„ุฏู‰ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฃุจูŠ ูŠูˆุณูุŒ ูˆู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุญุณู†: ุชุทู„ู‚ ู„ู„ุญุงู„ (ูฅูข)
ูคูฉ โ€“ ูฅ โ€“ย ูˆุฌูˆุฏ ุฑุงุจุทุŒ ูˆู‡ูˆ ุฃุฏุงุฉ ู…ู† ุฃุฏูˆุงุช ุงู„ุดุฑุทุŒ ูˆู‚ุฏ ุชู‚ุฏู…ุชุŒ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠูู‡ู… ุงู„ุดุฑุท ู…ู† ุงู„ู…ุนู†ู‰ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุชุนู„ู‚ ุจุฏูˆู† ุฑุงุจุทุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุณุฃุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ุชุนู„ูŠู‚ ุตุญูŠุญ ู…ุน ุนุฏู… ุงู„ุฑุงุจุท (ูฅูฃ) .
ูฅู  โ€“ ูฆ โ€“ย ู‚ูŠุงู… ุงู„ุฒูˆุฌูŠุฉ ุจูŠู† ุงู„ุญุงู„ู ูˆุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃูˆ ุญูƒู…ุงุŒ ุจุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ ู…ู† ุฑุฌุนูŠ ุฃูˆ ุจุงุฆู†ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชูƒู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู„ุง ู…ุนุชุฏุชู‡ุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจู‡ ุดูŠุกุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆุŒ ุฅู„ุง ุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุฉ ู„ุบูŠุฑู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุชูˆู‚ู ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุนู†ุฏู‡ุง ุนู„ู‰ ุฅุฌุงุฒุฉ ุฒูˆุฌู‡ุงุ› ู„ุฃู†ู‡ ูุถูˆู„ูŠุŒ ูุฅู† ุฃุฌุงุฒู‡ ุงู„ุฒูˆุฌ ุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุซู… ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุจุนุฏ ุงู„ุฅุฌุงุฒุฉ ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆุฅู„ุง ูู„ุง.ู‡ุฐุง ู…ุงู„ู… ูŠุนู„ู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ู†ูƒุงุญู‡ุงุŒ ูุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุฃูŠุถุง ูˆู„ูˆ ู„ู… ุชูƒู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฅู† ุชุฒูˆุฌุชูƒ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ูŠุชุฒูˆุฌู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡: ูƒู„ ุงู…ุฑุฃุฉ ุฃุชุฒูˆุฌู‡ุง ูู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ูŠุชุฒูˆุฌ ุงู…ุฑุฃุฉ ุฃุฌู†ุจูŠุฉุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒ ู„ุตุญุฉ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู‡ู†ุงุŒ ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุจุบูŠุฑ ู†ูƒุงุญู‡ุง ู„ู… ูŠุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆูŠู„ุบูˆย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู‚ุจู„ ุฒูˆุงุฌู‡ุง ู…ู†ู‡ ุฃูˆ ุจุนุฏู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚. ูˆู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ู„ุฏู‰ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉุŒ ูˆููŠ ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุฑุงุฌุญ ุนู†ุฏ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูˆุฃุจูŠ ูŠูˆุณู.ูˆู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุญุณู†: ู„ุง ูŠุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆูŠู„ุบูˆย ุงู„ุทู„ุงู‚. ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ: ู„ุงูŠู†ุนู‚ุฏ ุงู„ุทู„ุงู‚ ย ู‡ู†ุงุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุบูŠุฑ ุงู„ุฒูˆุงุฌ. ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ู‡ ุจู…ู‚ุงุฑู†ุฉ ุงู„ู†ูƒุงุญ ู„ุง ุนู„ูŠู‡ุŒ ู„ุบุง ุจุงู„ุงุชูุงู‚ุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู…ุน ู†ูƒุงุญูƒุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ุชู‡ุงุก ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู…ุน ู…ูˆุชูŠุŒ ุฃูˆ ู…ุน ู…ูˆุชูƒุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ ุฃูŠุถุง ู„ุนุฏู… ุงู„ู…ู„ูƒ (ูฅูค ) .
ูฅูก โ€“ ูง โ€“ย ู‚ูŠุงู… ุงู„ุฒูˆุฌูŠุฉ ุจูŠู† ุงู„ุญุงู„ู ูˆุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏ ุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃูˆ ุญูƒู…ุงุŒ ุจุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุฉ ู„ู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุฉ ู…ู† ุทู„ุงู‚ ุฑุฌุนูŠ ุฃูˆ ุจุงุฆู†ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชูƒู† ูƒุฐู„ูƒ ุนู†ุฏ ูˆู‚ูˆุน ุงู„ุดุฑุท ู„ู… ูŠู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฏุฎู„ุชู‡ุง ูˆู‡ูŠ ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ุทู„ู‚ุชุŒ ูˆุฅู† ุฏุฎู„ุชู‡ุง ุจุนุฏ ุฃู† ุทู„ู‚ู‡ุง ูˆุงู†ู‚ุถุช ุนุฏุชู‡ุงุŒ ู„ู… ุชู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ุทู„ู‚ุฉ ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ู„ุนุฏู… ุตู„ุงุญูŠุชู‡ุง ู„ูˆู‚ูˆุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏุฆุฐ (ูฅูฅ) .
ูฅูข โ€“ ูจ โ€“ย ูƒูˆู† ุงู„ุฒูˆุฌ ุฃู‡ู„ุง ู„ุฅูŠู‚ุงุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุจุฃู† ูŠูƒูˆู† ุจุงู„ุบุง ุนุงู‚ู„ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑุŒ ุฎู„ุงูุง ู„ู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ูƒู…ุง ุณุจู‚ุŒ ูˆู„ุง ูŠุดุชุฑุท ูƒูˆู†ู‡ ูƒุฐู„ูƒ ุนู†ุฏ ุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง ุงู„ุฒูˆุฌ ุนุงู‚ู„ุง: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุฌู†ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู‚ุจู„ ุฌู†ูˆู†ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุฃูŠุถุงุŒ ุจุฎู„ุงู ู…ุง ู„ูˆ ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ูˆู‡ูˆ ู…ุฌู†ูˆู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ (ูฅูฆ) .
ุงู†ุญู„ุงู„ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท
ูฅูฃ โ€“ย ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุงู„ุฒูˆุฌย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุทุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠู†ุญู„ ุจุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉุŒ ู…ุน ูˆู‚ูˆุน ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุฉุŒ ูุฅุฐุง ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุซุงู†ูŠุฉ ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ุฃูˆ ุจุนุฏู‡ุงุŒ ู„ู… ุชู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจู‡ ุทู„ู‚ุฉ ุฃุฎุฑู‰ ู„ุงู†ุญู„ุงู„ู‡ุŒ ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจู„ูุธ (ูƒู„ู…ุง) ุŒ ูˆุฅู„ุง ูˆู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุงุจู‡ ุซุงู†ูŠุฉ ูˆุซุงู„ุซุฉุ› ู„ุฃู† ูƒู„ู…ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชูƒุฑุงุฑ ุฏูˆู† ุบูŠุฑู‡ุง.ูˆุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ูู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุซู„ุงุซุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉ ู‚ุจู„ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ู…ุถุช ุนุฏุชู‡ุงุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุจุฒูˆุฌูŠุฉ ุฃุฎุฑู‰ุŒ ุฌุงุฒุŒ ูุฅุฐุง ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ู„ู… ูŠุถุฑู‡ุงุŒ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจุฐู„ูƒ ุดูŠุกุŒู„ุงู†ุญู„ุงู„ ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุจุงู„ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฃูˆู„ ุจุนุฏ ุงู„ุนุฏุฉุŒ ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ู‰ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ู†ุฌุฒ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉุŒ ูˆุงู†ู‚ุถุช ุนุฏุชู‡ุง ุฏูˆู† ุฃู† ุชุฏุฎู„ ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุจุนู‚ุฏ ุฌุฏูŠุฏุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุชู‡ุงุŒ ูˆู‚ุน ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ู„ุนุฏู… ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ุจุฎู„ุงู ู…ุง ู„ูˆ ุฏุฎู„ุชู‡ุง ุจุนุฏ ุนุฏุชู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชู†ุญู„ ุจุฐู„ูƒ. ูˆูƒุฐู„ูƒ ุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุจุฒูˆุงู„ ุงู„ุญู„ ุจุงู„ูƒู„ูŠุฉุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ู‰ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ุซู„ุงุซุง ู…ู†ุฌุฒุฉุŒ ุซู… ุชุฒูˆุฌู‡ุง ุจุนุฏ ุงู„ุชุญู„ูŠู„ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ูˆู„ู… ุชูƒู† ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู…ู† ู‚ุจู„ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚ ู‡ู†ุง ู„ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุฒูˆุงู„ ุงู„ุญู„ ุจุงู„ูƒู„ูŠุฉุŒ ูˆุฐู„ูƒ ุจูˆู‚ูˆุน ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ูˆู‚ูˆุน ู…ุง ุฏูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฒูŠู„ ุงู„ุญู„ุŒ ูู„ุง ุชู†ุญู„ ุจู‡ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุฅู„ุง ุจุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ูุนู„ุง ู…ุฑุฉ.ูˆู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ูˆุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉุŒ ูˆู„ู„ุดุงูุนูŠุฉ ููŠู‡ ุฃู‚ูˆุงู„ ุซู„ุงุซุฉ: ุงู„ุฃูˆู„: ูŠู‚ุน ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ: ู„ุง ูŠู‚ุน ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ูˆุงู„ุซุงู„ุซ: ูŠู‚ุน ุจู…ุง ุฏูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุน ุจุนุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ูˆุนู‡ ููŠ ุงู„ูƒู„.
ูƒู…ุง ุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุจุฑุฏุฉ ุงู„ุญุงู„ู ู…ุน ู„ุญุงู‚ู‡ ุจุฏุงุฑ ุงู„ุญุฑุจุŒ ูู„ูˆ ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ุนู„ู‚ุงุŒ ุซู… ุงุฑุชุฏ ูˆู„ุญู‚ ุจุฏุงุฑ ุงู„ุญุฑุจุŒ ุซู… ุนุงุฏ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ุŒ ูˆุนุงุฏ ุฅู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ูุนู„ุช ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒุŒ ู„ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุฑุฏุชู‡ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉุŒ ูˆุฎุงู„ูู‡ ุงู„ุตุงุญุจุงู†: ุฃุจูˆ ูŠูˆุณู ูˆู…ุญู…ุฏุŒ ูˆู‚ุงู„ุง: ู„ุง ูŠู†ุญู„ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุงู„ุฑุฏุฉ ู…ุทู„ู‚ุง.ูˆุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุฃูŠุถุง ุจููˆุช ู…ุญู„ ุงู„ุจุฑุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุซู… ุฎุฑุจุช ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุฃูˆ ุฅู† ูƒู„ู…ุช ุฒูŠุฏุง ูู…ุงุช ุฒูŠุฏุŒ ุงู†ุญู„ุช ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ุญุชู‰ ู„ูˆ ุฃู† ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุฎุฑุจุฉ ุจู†ูŠุช ุซุงู†ูŠุฉ ูุฅู† ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ู„ุง ุชุนูˆุฏุŒ ู„ุฃู†ู‡ุง ุบูŠุฑ ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง (ูฅูฆ)ุชุนู„ูŠู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุทูŠู†:
ูฅูค โ€“ย ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุนู„ู‰ ุดุฑุทูŠู† ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑ ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุง ุจุญุตูˆู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ูƒู„ู‡ ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุจูˆู‚ูˆุน ุงู„ุซุงู†ูŠ ุฃูˆ ุงู„ุฃุฎูŠุฑ ูู‚ุท ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุฅู† ุญุตู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ุฃูˆู„ ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆุงู„ุดุฑุท ุงู„ุซุงู†ูŠ ุจุนุฏู‡ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ุฌุงุก ุฒูŠุฏ ูˆุนู…ุฑูˆ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฌุงุก ุฒูŠุฏุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉุŒ ุซู… ุฌุงุก ุนู…ุฑูˆ ุจุนุฏ ุงู†ู‚ุถุงุก ุนุฏุชู‡ุงุŒ ู„ู… ุชุทู„ู‚ ุซุงู†ูŠุฉ ุจู…ุฌูŠุฆู‡. ูุฅู† ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉ ุฅุซุฑ ุชุนู„ูŠู‚ู‡ุŒ ุซู… ุฌุงุก ุงู„ุฃูˆู„ ุฒูŠุฏ ุจุนุฏ ุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ุนุฏุฉุŒ ุซู… ุชุฒูˆุฌู‡ุง ูุฌุงุก ุนู…ุฑูˆ ูˆู‡ูŠ ุฒูˆุฌุชู‡ุŒ ูˆู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ู…ุนู„ู‚ุŒ ููƒุงู†ุชุง ุงุซู†ุชูŠู†ุŒ ู†ุต ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ุญู†ููŠุฉ (ูฅูง) .

ุงู„ู…ูˆุณูˆุนุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉูกูจูกูกูจ/ูฃูกูฉูคูฉ .

ุฌย โ€“ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท
ูคูค โ€“ย ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู‡ู†ุง ู‡ูˆ ุฑุจุท ุญุตูˆู„ ู…ุถู…ูˆู† ุฌู…ู„ุฉ ุจุญุตูˆู„ ู…ุถู…ูˆู† ุฌู…ู„ุฉ ุฃุฎุฑู‰ (ูคูค) ุณูˆุงุก ุฃูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุถู…ูˆู† ู…ู† ู‚ุจู„ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ุงุŒ ุฃูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ู…ู† ูุนู„ ุฃุญุฏ.ูุฅู† ูƒุงู† ู…ู† ูุนู„ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ุฃูˆ ุงู„ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู…ุง ุณู…ูŠ ูŠู…ูŠู†ุง ู„ุฏู‰ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ู…ุฌุงุฒุงุŒ ูˆุฐู„ูƒ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ู…ุนู†ู‰ ุงู„ู‚ุณู…ุŒ ูˆู‡ูˆ: ุชู‚ูˆูŠุฉ ุนุฒู… ุงู„ุญุงู„ู ุฃูˆ ุนุฒู… ุบูŠุฑู‡ ุนู„ู‰ ูุนู„ ุดูŠุก ุฃูˆ ุชุฑูƒู‡ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฐู‡ุจุช ุฃู†ุง ุฅู„ู‰ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฒุงุฑูƒ ูู„ุงู†. . . ูุฅู† ูƒุงู† ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู…ุนู„ู‚ุง ู„ุง ุนู„ู‰ ูุนู„ ุฃุญุฏุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุทู„ุนุช ุงู„ุดู…ุณ ู…ุซู„ุงุŒ ูƒุงู† ุชุนู„ูŠู‚ุงุŒ ูˆู„ู… ูŠุณู… ูŠู…ูŠู†ุงุŒ ู„ุงู†ุชูุงุก ู…ุนู†ู‰ ุงู„ูŠู…ูŠู† ููŠู‡ุŒ ูˆุฅู† ูƒุงู† ููŠ ุงู„ุญูƒู… ู…ุซู„ ุงู„ูŠู…ูŠู†ุŒ ูˆู‡ู†ุงู„ูƒ ู…ู† ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ู…ู† ุฃุทู„ู‚ุนู„ูŠู‡ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุฃูŠุถุง (ูคูฅ) . ูˆุฃุฏูˆุงุช ุงู„ุฑุจุท ูˆุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู‡ูŠ: ุฅู†ุŒ ูˆุฅุฐุง ูˆุฅุฐ ู…ุง ูˆูƒู„ุŒ ูˆูƒู„ู…ุงุŒ ูˆู…ุชู‰ุŒ ูˆู…ุชู‰ ู…ุงุŒ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒุŒ ูƒู„ู‡ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุฏูˆู† ุชูƒุฑุงุฑ ุฅู„ุง: ูƒู„ู…ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู…ุน ุงู„ุชูƒุฑุงุฑ (ูคูฆ) . ูˆู‚ุฏ ูŠูƒูˆู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุฏูˆู† ุฃุฏุงุฉุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ โ€“ ู„ู‡ุง: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุณุฃูุนู„ ูƒุฐุงุŒ ูู‡ูˆ ุจู…ุซุงุจุฉ ู‚ูˆู„ู‡: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุฅู† ู„ู… ุฃูุนู„ ูƒุฐุงุŒ ูˆู‡ูˆ โ€“ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ู…ุนู†ูˆูŠุŒ ูˆู‚ุฏ ุฌุงุก ุจู‡ ุงู„ุนุฑู.
ุญูƒู…ู‡: ุงุชูู‚ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุนู„ู‰ ุตุญุฉ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุจุงู„ุทู„ุงู‚ย ุฃูˆ ุชุนู„ูŠู‚ ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ุฅุฐุง ุงุณุชูˆูู‰ ุดุฑูˆุท ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุขุชูŠุฉ: ูุฅุฐุง ุญุตู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ูˆู‚ุน ย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ุฏูˆู† ุงุดุชุฑุงุท ุงู„ููˆุฑ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠู†ูˆูŠู‡ุŒ ูˆุฅุฐุง ู„ู… ูŠุญุตู„ ู„ู… ูŠู‚ุนุŒ ุณูˆุงุก ููŠ ุฐู„ูƒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ู† ูุนู„ ุงู„ุญุงู„ู ุฃูˆ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ู…ุงุŒ ุฃูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ู…ู† ูุนู„ ุฃุญุฏุŒ ู‡ุฐุง ุฅุฐุง ุญุตู„ ุงู„ูุนู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ุทุงุฆุนุง ุฐุงูƒุฑุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒย ูุฅู† ุญุตู„ ู…ู†ู‡ ุงู„ูุนู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู†ุงุณูŠุง ุฃูˆ ู…ูƒุฑู‡ุง ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุฃูŠุถุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ.ย ูˆุนู†ุฏ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ููŠู‡ ู‚ูˆู„ุงู† ุฃุธู‡ุฑู‡ู…ุง: ุฃู†ู‡ุง ู„ู… ุชุทู„ู‚ย (ูคูง) .ุซู… ู…ุง ุฏุงู… ู„ู… ูŠุญุตู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู„ู… ูŠู…ู†ุน ู…ู† ู‚ุฑุจุงู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑุŒ ูˆู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ: ูŠุถุฑุจ ู„ู‡ ุฃุฌู„ ุงู„ู…ูˆู„ูŠ.ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ (ูคูจ) ุฅู„ู‰ ุฃู†ู‡ ุฅู† ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ููŠ ุฒู…ู† ู…ุงุถ ู…ู…ุชู†ุน ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ุญู†ุซ ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูˆุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ู…ุงุถ ูˆุงุฌุจ ูุนู„ู‡ ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุดุฑุนุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ูู„ุง ุญู†ุซ ุนู„ูŠู‡. ูˆุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุจุฃู…ุฑ ููŠ ุฒู…ู† ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅู† ูƒุงู† ู…ุญู‚ู‚ ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ุฃูˆ ู…ุธู†ูˆู† ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ู„ูˆุฌูˆุจู‡ ู†ุฌุฒ ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„: ู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ ุฅู† ู„ู… ุฃู…ุณ ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ุฃูˆ ู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ ุฅู† ู‚ู…ุชุŒ ุฃูˆ ุฅู† ุตู„ูŠุช.ูˆุฅู† ูƒุงู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุณุชุญูŠู„ุงุŒ ุฃูˆ ู†ุงุฏุฑุงุŒ ุฃูˆ ู…ุณุชุจุนุฏุง ุนู‚ู„ุง ุฃูˆ ุนุงุฏุฉ ุฃูˆ ุดุฑุนุง ู„ุญุฑู…ุชู‡ุŒ ู„ู… ูŠุญู†ุซุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ู‚ุงู„: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู„ูˆ ุฌู…ุนุช ุจูŠู† ุงู„ุถุฏูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุฅู† ู„ู…ุณุช ุงู„ุณู…ุงุกุŒ ุฃูˆ ุฅู† ุฒู†ูŠุช.
ุดุฑูˆุท ุตุญุฉ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ :
ูŠุดุชุฑุท ู„ูˆู‚ูˆุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุง ูŠู„ูŠ:
ูคูฅ โ€“ ูก โ€“ย ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุนุฏูˆู…ุง ุนู†ุฏย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ูˆุนู„ู‰ ุฎุทุฑ ุงู„ูˆุฌูˆุฏ ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุดุฑุท ู…ูˆุฌูˆุฏุง ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ูƒุงู†ุฃุจูˆูƒ ู…ุนู†ุง ุงู„ุขู†ุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุนู‡ู…ุงุŒ ูุฅู†ู‡ ุทู„ุงู‚ ุตุญูŠุญ ู…ู†ุฌุฒ ูŠู‚ุน ู„ู„ุญุงู„ุŒ ูˆู„ูŠุณ ู…ุนู„ู‚ุงุŒ ุฃู…ุง ุฃู†ู‡ ุนู„ู‰ ุฎุทุฑ ุงู„ูˆุฌูˆุฏุŒ ูู…ุนู†ุงู‡: ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ู…ูƒู† ุงู„ุญุตูˆู„ ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ุณุชุญูŠู„ ุงู„ุญุตูˆู„ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุจู‡ ุดูŠุกุŒ ู„ุง ููŠ ุงู„ุญุงู„ ูˆู„ุง ููŠ ุงู„ู…ุณุชู‚ุจู„ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ุนุงุฏ ุฃุจูˆูƒ ุญูŠุง โ€“ ูˆู‡ูˆ ู…ูŠุช โ€“ ููŠ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ. ูˆู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ูˆุนู‡ ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ูˆู„ู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ููŠู‡ ู‚ูˆู„ุงู† (ูคูฉ) .
ูคูฆ โ€“ ูข โ€“ย ุฃู† ูŠูƒูˆู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู…ุชุตู„ุง ุจุงู„ูƒู„ุงู…ุŒ ูุฅุฐุง ูุตู„ ุนู†ู‡ ุจุณูƒูˆุชุŒ ุฃูˆ ุจูƒู„ุงู… ุฃุฌู†ุจูŠุŒ ุฃูˆ ูƒู„ุงู… ุบูŠุฑ ู…ููŠุฏุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูˆุณูƒุช ุจุฑู‡ุฉุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุฃูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃุนุทู†ูŠ ู…ุงุกุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ู„ู… ุชุฏุฎู„ูŠ ุฏุงุฑ ูู„ุงู†. ุฅู„ุง ุฃู†ู‡ ูŠุบุชูุฑ ุงู„ูุงุตู„ ุงู„ุถุฑูˆุฑูŠุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุชู†ูุณ ู„ุถุฑูˆุฑุฉุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ุนู„ู‚ุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุน ุฅู„ุง ุจุฏุฎูˆู„ู‡ุง ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ: ุฅุณุงุบุฉ ุงู„ู„ู‚ู…ุฉุŒ ุฃูˆ ูƒู„ู…ุฉ ู…ููŠุฏุฉุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุจุงุฆู†ุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู…ุนู„ู‚ ูˆูŠู‚ุน ุจู‡ ุจุงุฆู†ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฏุฎูˆู„ุŒ ูุฅู† ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฑุฌุนูŠุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆูˆู‚ุน ุงู„ุฑุฌุนูŠ ู…ู†ุฌุฒุงุ› ู„ุฃู† ูƒู„ู…ุฉ โ€ ุฑุฌุนูŠุง โ€ ู„ู… ุชูุฏ ุดูŠุฆุงุŒ ููƒุงู†ุช ู‚ุงุทุนุง ู„ู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุจุฎู„ุงู ูƒู„ู…ุฉ โ€ ุจุงุฆู† โ€ ูุฅู†ู‡ุง ุฃูุงุฏุชุŒ ูู„ู… ุชูƒู† ู‚ุงุทุนุงุŒ ูˆู‡ุฐุง ุงู„ู…ุซุงู„ ูˆูู‚ ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ุงู„ุฐูŠู† ูŠูˆู‚ุนูˆู† ุจูƒู„ู…ุฉ โ€ ุจุงุฆู† โ€ ุทู„ุงู‚ุง ุจุงุฆู†ุง (ูฅู ) .
ูคูฆ โ€“ ูฃ โ€“ย ุฃู† ู„ุง ูŠู‚ุตุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุตุฏ ุจู‡ ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉุŒ ูˆู‚ุน ู…ู†ุฌุฒุง ูˆู„ู… ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุดุฑุทุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ุช ู„ู‡: ูŠุง ุฎุณูŠุณุŒ ูู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ูƒู†ุช ูƒุฐู„ูƒ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูŠุฑูŠุฏ ู…ุนุงู‚ุจุชู‡ุงุŒ ู„ุง ุชุนู„ูŠู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุชุญู‚ู‚ ุงู„ุฎุณุงุณุฉ ููŠู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ู‡ู†ุง ู…ู†ุฌุฒุงุŒ ุณูˆุงุก ุฃูƒุงู† ุฎุณูŠุณุง ุฃู… ู„ุงุŒ ูุฅู† ุฃุฑุงุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู„ุง ุงู„ู…ุฌุงุฒุงุฉ ุชุนู„ู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ูˆูŠุฏูŠู† (ูฅูก) .
ูคูจ โ€“ ูค โ€“ย ุฃู† ูŠุฐูƒุฑ ุงู„ู…ุดุฑูˆุท ููŠ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูู„ูˆ ู„ู… ูŠุฐูƒุฑ ุดูŠุฆุงุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ ููŠ ุงู„ุฑุงุฌุญ ู„ุฏู‰ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฃุจูŠ ูŠูˆุณูุŒ ูˆู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุญุณู†: ุชุทู„ู‚ ู„ู„ุญุงู„ (ูฅูข)
ูคูฉ โ€“ ูฅ โ€“ย ูˆุฌูˆุฏ ุฑุงุจุทุŒ ูˆู‡ูˆ ุฃุฏุงุฉ ู…ู† ุฃุฏูˆุงุช ุงู„ุดุฑุทุŒ ูˆู‚ุฏ ุชู‚ุฏู…ุชุŒ ุฅู„ุง ุฃู† ูŠูู‡ู… ุงู„ุดุฑุท ู…ู† ุงู„ู…ุนู†ู‰ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุชุนู„ู‚ ุจุฏูˆู† ุฑุงุจุทุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุนู„ูŠย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุณุฃุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ุชุนู„ูŠู‚ ุตุญูŠุญ ู…ุน ุนุฏู… ุงู„ุฑุงุจุท (ูฅูฃ) .
ูฅู  โ€“ ูฆ โ€“ย ู‚ูŠุงู… ุงู„ุฒูˆุฌูŠุฉ ุจูŠู† ุงู„ุญุงู„ู ูˆุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃูˆ ุญูƒู…ุงุŒ ุจุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ ู…ู† ุฑุฌุนูŠ ุฃูˆ ุจุงุฆู†ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชูƒู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆู„ุง ู…ุนุชุฏุชู‡ุŒ ู„ุบุง ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจู‡ ุดูŠุกุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆุŒ ุฅู„ุง ุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุฉ ู„ุบูŠุฑู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุชูˆู‚ู ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุนู†ุฏู‡ุง ุนู„ู‰ ุฅุฌุงุฒุฉ ุฒูˆุฌู‡ุงุ› ู„ุฃู†ู‡ ูุถูˆู„ูŠุŒ ูุฅู† ุฃุฌุงุฒู‡ ุงู„ุฒูˆุฌ ุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุซู… ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุจุนุฏ ุงู„ุฅุฌุงุฒุฉ ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆุฅู„ุง ูู„ุง.ู‡ุฐุง ู…ุงู„ู… ูŠุนู„ู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ู†ูƒุงุญู‡ุงุŒ ูุฅู† ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุฃูŠุถุง ูˆู„ูˆ ู„ู… ุชูƒู† ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฅู† ุชุฒูˆุฌุชูƒ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ูŠุชุฒูˆุฌู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ู‡: ูƒู„ ุงู…ุฑุฃุฉ ุฃุชุฒูˆุฌู‡ุง ูู‡ูŠ ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ูŠุชุฒูˆุฌ ุงู…ุฑุฃุฉ ุฃุฌู†ุจูŠุฉุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒ ู„ุตุญุฉ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ู‡ู†ุงุŒ ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุจุบูŠุฑ ู†ูƒุงุญู‡ุง ู„ู… ูŠุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆูŠู„ุบูˆย ุงู„ุทู„ุงู‚ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ ุนู†ู‡: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู‚ุจู„ ุฒูˆุงุฌู‡ุง ู…ู†ู‡ ุฃูˆ ุจุนุฏู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚. ูˆู‡ุฐุง ูƒู„ู‡ ู„ุฏู‰ ุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉุŒ ูˆููŠ ุงู„ู‚ูˆู„ ุงู„ุฑุงุฌุญ ุนู†ุฏ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูˆุฃุจูŠ ูŠูˆุณู.ูˆู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุงู„ุญุณู†: ู„ุง ูŠุตุญ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ูˆูŠู„ุบูˆย ุงู„ุทู„ุงู‚. ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ูˆุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ: ู„ุงูŠู†ุนู‚ุฏ ุงู„ุทู„ุงู‚ ย ู‡ู†ุงุŒ ูƒู…ุง ู„ูˆ ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุบูŠุฑ ุงู„ุฒูˆุงุฌ. ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ู‡ ุจู…ู‚ุงุฑู†ุฉ ุงู„ู†ูƒุงุญ ู„ุง ุนู„ูŠู‡ุŒ ู„ุบุง ุจุงู„ุงุชูุงู‚ุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ุฃุฌู†ุจูŠุฉ: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู…ุน ู†ูƒุงุญูƒุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ุนู„ู‚ู‡ ุนู„ู‰ ุงู†ุชู‡ุงุก ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูƒุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ู…ุน ู…ูˆุชูŠุŒ ุฃูˆ ู…ุน ู…ูˆุชูƒุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ ุฃูŠุถุง ู„ุนุฏู… ุงู„ู…ู„ูƒ (ูฅูค ) .
ูฅูก โ€“ ูง โ€“ย ู‚ูŠุงู… ุงู„ุฒูˆุฌูŠุฉ ุจูŠู† ุงู„ุญุงู„ู ูˆุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏ ุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุฃูˆ ุญูƒู…ุงุŒ ุจุฃู† ุชูƒูˆู† ุฒูˆุฌุฉ ู„ู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุฉ ู…ู† ุทู„ุงู‚ ุฑุฌุนูŠ ุฃูˆ ุจุงุฆู†ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ุชูƒู† ูƒุฐู„ูƒ ุนู†ุฏ ูˆู‚ูˆุน ุงู„ุดุฑุท ู„ู… ูŠู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฏุฎู„ุชู‡ุง ูˆู‡ูŠ ุฒูˆุฌุชู‡ ุฃูˆ ู…ุนุชุฏุชู‡ุทู„ู‚ุชุŒ ูˆุฅู† ุฏุฎู„ุชู‡ุง ุจุนุฏ ุฃู† ุทู„ู‚ู‡ุง ูˆุงู†ู‚ุถุช ุนุฏุชู‡ุงุŒ ู„ู… ุชู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ุทู„ู‚ุฉ ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ู„ุนุฏู… ุตู„ุงุญูŠุชู‡ุง ู„ูˆู‚ูˆุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุง ุนู†ุฏุฆุฐ (ูฅูฅ) .
ูฅูข โ€“ ูจ โ€“ย ูƒูˆู† ุงู„ุฒูˆุฌ ุฃู‡ู„ุง ู„ุฅูŠู‚ุงุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู†ุฏ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ุŒ ุจุฃู† ูŠูƒูˆู† ุจุงู„ุบุง ุนุงู‚ู„ุง ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑุŒ ุฎู„ุงูุง ู„ู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ูƒู…ุง ุณุจู‚ุŒ ูˆู„ุง ูŠุดุชุฑุท ูƒูˆู†ู‡ ูƒุฐู„ูƒ ุนู†ุฏ ุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง ุงู„ุฒูˆุฌ ุนุงู‚ู„ุง: ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู† ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ุซู… ุฌู†ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู‚ุจู„ ุฌู†ูˆู†ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชุทู„ู‚ ุฃูŠุถุงุŒ ุจุฎู„ุงู ู…ุง ู„ูˆ ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ูˆู‡ูˆ ู…ุฌู†ูˆู†ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุบูˆ (ูฅูฆ) .
ุงู†ุญู„ุงู„ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ู‰ ุดุฑุท
ูฅูฃ โ€“ย ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุงู„ุฒูˆุฌย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุทุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠู†ุญู„ ุจุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉุŒ ู…ุน ูˆู‚ูˆุน ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุจู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ููŠ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุฑุฉุŒ ูุฅุฐุง ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุซุงู†ูŠุฉ ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ุฃูˆ ุจุนุฏู‡ุงุŒ ู„ู… ุชู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจู‡ ุทู„ู‚ุฉ ุฃุฎุฑู‰ ู„ุงู†ุญู„ุงู„ู‡ุŒ ู‡ุฐุง ู…ุง ู„ู… ูŠูƒู† ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจู„ูุธ (ูƒู„ู…ุง) ุŒ ูˆุฅู„ุง ูˆู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุงุจู‡ ุซุงู†ูŠุฉ ูˆุซุงู„ุซุฉุ› ู„ุฃู† ูƒู„ู…ุง ุชููŠุฏ ุงู„ุชูƒุฑุงุฑ ุฏูˆู† ุบูŠุฑู‡ุง.ูˆุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ูู„ูˆ ู‚ุงู„ ู„ุฒูˆุฌุชู‡: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุซู„ุงุซุง ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉ ู‚ุจู„ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ู…ุถุช ุนุฏุชู‡ุงุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุจุฒูˆุฌูŠุฉ ุฃุฎุฑู‰ุŒ ุฌุงุฒุŒ ูุฅุฐุง ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ู„ู… ูŠุถุฑู‡ุงุŒ ูˆู„ู… ูŠู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุจุฐู„ูƒ ุดูŠุกุŒู„ุงู†ุญู„ุงู„ ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุจุงู„ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฃูˆู„ ุจุนุฏ ุงู„ุนุฏุฉุŒ ูุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ู‰ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ู†ุฌุฒ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ู…ุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉุŒ ูˆุงู†ู‚ุถุช ุนุฏุชู‡ุง ุฏูˆู† ุฃู† ุชุฏุฎู„ ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ุนุงุฏุช ุฅู„ูŠู‡ ุจุนู‚ุฏ ุฌุฏูŠุฏุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุชู‡ุงุŒ ูˆู‚ุน ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ู„ุนุฏู… ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ุจุฎู„ุงู ู…ุง ู„ูˆ ุฏุฎู„ุชู‡ุง ุจุนุฏ ุนุฏุชู‡ุงุŒ ูุฅู†ู‡ุง ุชู†ุญู„ ุจุฐู„ูƒ. ูˆูƒุฐู„ูƒ ุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุจุฒูˆุงู„ ุงู„ุญู„ ุจุงู„ูƒู„ูŠุฉุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ู‰ ุฏุฎูˆู„ ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ุซู„ุงุซุง ู…ู†ุฌุฒุฉุŒ ุซู… ุชุฒูˆุฌู‡ุง ุจุนุฏ ุงู„ุชุญู„ูŠู„ุŒ ุซู… ุฏุฎู„ุช ุงู„ุฏุงุฑ ูˆู„ู… ุชูƒู† ุฏุฎู„ุชู‡ุง ู…ู† ู‚ุจู„ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚ ู‡ู†ุง ู„ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุฒูˆุงู„ ุงู„ุญู„ ุจุงู„ูƒู„ูŠุฉุŒ ูˆุฐู„ูƒ ุจูˆู‚ูˆุน ุงู„ุซู„ุงุซ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ูˆู‚ูˆุน ู…ุง ุฏูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฒูŠู„ ุงู„ุญู„ุŒ ูู„ุง ุชู†ุญู„ ุจู‡ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุฅู„ุง ุจุญุตูˆู„ ุงู„ุดุฑุท ูุนู„ุง ู…ุฑุฉ.ูˆู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ููŠุฉ ูˆุงู„ู…ุงู„ูƒูŠุฉุŒ ูˆู„ู„ุดุงูุนูŠุฉ ููŠู‡ ุฃู‚ูˆุงู„ ุซู„ุงุซุฉ: ุงู„ุฃูˆู„: ูŠู‚ุน ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ: ู„ุง ูŠู‚ุน ู…ุทู„ู‚ุงุŒ ูˆุงู„ุซุงู„ุซ: ูŠู‚ุน ุจู…ุง ุฏูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุน ุจุนุฏ ุงู„ุซู„ุงุซุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุงู„ุญู†ุงุจู„ุฉ ุฅู„ู‰ ูˆู‚ูˆุนู‡ ููŠ ุงู„ูƒู„.
ูƒู…ุง ุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุจุฑุฏุฉ ุงู„ุญุงู„ู ู…ุน ู„ุญุงู‚ู‡ ุจุฏุงุฑ ุงู„ุญุฑุจุŒ ูู„ูˆ ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ุนู„ู‚ุงุŒ ุซู… ุงุฑุชุฏ ูˆู„ุญู‚ ุจุฏุงุฑ ุงู„ุญุฑุจุŒ ุซู… ุนุงุฏ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ุŒ ูˆุนุงุฏ ุฅู„ูŠู‡ุงุŒ ุซู… ูุนู„ุช ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ุง ู„ุง ุชุทู„ู‚ ุจุฐู„ูƒุŒ ู„ุงู†ุญู„ุงู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุฑุฏุชู‡ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉุŒ ูˆุฎุงู„ูู‡ ุงู„ุตุงุญุจุงู†: ุฃุจูˆ ูŠูˆุณู ูˆู…ุญู…ุฏุŒ ูˆู‚ุงู„ุง: ู„ุง ูŠู†ุญู„ ุงู„ุชุนู„ูŠู‚ ุจุงู„ุฑุฏุฉ ู…ุทู„ู‚ุง.ูˆุชู†ุญู„ ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุฃูŠุถุง ุจููˆุช ู…ุญู„ ุงู„ุจุฑุŒ ูุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ ุฅู† ุฏุฎู„ุช ุฏุงุฑ ูู„ุงู†ุŒ ุซู… ุฎุฑุจุช ุงู„ุฏุงุฑุŒ ุฃูˆ ุฅู† ูƒู„ู…ุช ุฒูŠุฏุง ูู…ุงุช ุฒูŠุฏุŒ ุงู†ุญู„ุช ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉุŒ ุญุชู‰ ู„ูˆ ุฃู† ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุฎุฑุจุฉ ุจู†ูŠุช ุซุงู†ูŠุฉ ูุฅู† ุงู„ูŠู…ูŠู† ุงู„ู…ุนู„ู‚ุฉ ู„ุง ุชุนูˆุฏุŒ ู„ุฃู†ู‡ุง ุบูŠุฑ ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ู…ุญู„ูˆู ุนู„ูŠู‡ุง (ูฅูฆ)ุชุนู„ูŠู‚ย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ู‰ ุดุฑุทูŠู†:
ูฅูค โ€“ย ุฅุฐุง ุนู„ู‚ ุทู„ุงู‚ู‡ุง ุนู„ู‰ ุดุฑุทูŠู† ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑ ูˆู‚ุนย ุงู„ุทู„ุงู‚ย ุนู„ูŠู‡ุง ุจุญุตูˆู„ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ูƒู„ู‡ ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุจูˆู‚ูˆุน ุงู„ุซุงู†ูŠ ุฃูˆ ุงู„ุฃุฎูŠุฑ ูู‚ุท ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุฅู† ุญุตู„ ุงู„ุดุฑุท ุงู„ุฃูˆู„ ููŠ ุงู„ู†ูƒุงุญุŒ ูˆุงู„ุดุฑุท ุงู„ุซุงู†ูŠ ุจุนุฏู‡ุŒ ูƒู…ุง ุฅุฐุง ู‚ุงู„ ู„ู‡ุง: ุฅู† ุฌุงุก ุฒูŠุฏ ูˆุนู…ุฑูˆ ูุฃู†ุช ุทุงู„ู‚ุŒ ูุฌุงุก ุฒูŠุฏุŒ ุซู… ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉุŒ ุซู… ุฌุงุก ุนู…ุฑูˆ ุจุนุฏ ุงู†ู‚ุถุงุก ุนุฏุชู‡ุงุŒ ู„ู… ุชุทู„ู‚ ุซุงู†ูŠุฉ ุจู…ุฌูŠุฆู‡. ูุฅู† ุทู„ู‚ู‡ุง ู…ู†ุฌุฒุง ูˆุงุญุฏุฉ ุฅุซุฑ ุชุนู„ูŠู‚ู‡ุŒ ุซู… ุฌุงุก ุงู„ุฃูˆู„ ุฒูŠุฏ ุจุนุฏ ุงู†ู‚ุถุงุก ุงู„ุนุฏุฉุŒ ุซู… ุชุฒูˆุฌู‡ุง ูุฌุงุก ุนู…ุฑูˆ ูˆู‡ูŠ ุฒูˆุฌุชู‡ุŒ ูˆู‚ุน ุนู„ูŠู‡ุง ุงู„ู…ุนู„ู‚ุŒ ููƒุงู†ุชุง ุงุซู†ุชูŠู†ุŒ ู†ุต ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ุญู†ููŠุฉ (ูฅูง) .

Talak yang Bergantung pada Syarat
Talak yang bergantung pada syarat adalah mengaitkan terjadinya isi suatu pernyataan dengan terjadinya isi pernyataan lain, baik isi tersebut berasal dari pihak suami, istri, pihak lain, atau tanpa berasal dari tindakan siapa pun. Jika syarat tersebut berasal dari tindakan suami, istri, atau pihak lain, hal itu disebut sebagai sumpah secara kiasan menurut mayoritas ulama, karena mengandung makna sumpah, yaitu menguatkan tekad pelaku sumpah atau tekad pihak lain untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu. Contohnya: “Kamu tertalak jika kamu masuk ke rumah si Fulan,” atau “Kamu tertalak jika aku pergi ke tempat si Fulan,” atau “Kamu tertalak jika si Fulan mengunjungimu.”

Namun, jika talak digantungkan pada sesuatu yang tidak berasal dari tindakan siapa pun, seperti, “Kamu tertalak jika matahari terbit,” maka itu disebut sebagai talak bersyarat tanpa dianggap sebagai sumpah karena tidak ada unsur sumpah di dalamnya. Walaupun demikian, hukumnya mirip dengan sumpah. Sebagian ulama tetap menyebutnya sebagai sumpah juga.

Alat-alat yang digunakan untuk menggantungkan talak adalah kata-kata seperti: in (jika), idza (apabila), idz ma, kullu (setiap), kullama (setiap kali), mataa (kapan), mataa ma, dan lainnya. Semua ini menunjukkan talak bersyarat tanpa pengulangan kecuali kata kullama, yang menunjukkan talak bersyarat dengan pengulangan.

Talak juga dapat digantungkan tanpa menggunakan alat tersebut, seperti dalam ungkapan, “Atas nama talak, aku akan melakukan ini,” yang sama artinya dengan, “Atas nama talak, jika aku tidak melakukannya.” Ini disebut talak bersyarat secara makna, yang sudah dikenal dalam kebiasaan masyarakat.

Hukum Talak Bersyarat

Mayoritas ulama sepakat bahwa sumpah dengan talak atau talak yang digantungkan pada syarat sah secara mutlak jika memenuhi syarat-syarat berikut:

1. Jika syarat yang digantungkan itu terjadi, maka talak pun jatuh tanpa syarat harus segera kecuali jika diniatkan demikian.


2. Jika syarat tersebut tidak terjadi, maka talak tidak jatuh, baik syarat itu berasal dari tindakan suami, istri, pihak lain, atau tanpa tindakan siapa pun.

3. Jika syarat tersebut dilakukan secara sengaja dan sadar, maka talak jatuh menurut mayoritas ulama.

4. Jika syarat dilakukan karena lupa atau paksaan, talak tetap jatuh menurut mayoritas ulama. Namun, dalam Mazhab Syafiโ€™i terdapat dua pendapat: yang lebih kuat adalah talak tidak jatuh.

Ketika syarat yang digantungkan belum terjadi, hubungan suami-istri tidak dilarang menurut mayoritas ulama. Tetapi menurut Malikiyah, hal itu dianggap seperti sumpah ila sehingga ada batas waktu tertentu.

Pendapat Malikiyah juga membedakan kondisi berikut:

Jika talak digantungkan pada sesuatu yang mustahil atau tidak mungkin terjadi, maka sumpah dianggap batal.

Jika talak digantungkan pada sesuatu yang pasti terjadi, maka talak dianggap terjadi seketika.

Jika syaratnya adalah sesuatu yang tidak mungkin secara akal atau adat, talak tidak terjadi.

Syarat Sah Talak Bersyarat

1. Syarat yang digantungkan harus belum terjadi saat talak diucapkan dan masih mungkin terjadi di masa depan.

2. Pengucapan syarat harus langsung tanpa jeda dengan kalimat sebelumnya. Jika ada jeda berupa diam, perkataan lain yang tidak relevan, atau ucapan yang tidak berguna, maka syarat menjadi batal.


3. Tidak boleh dimaksudkan sebagai hukuman atau balasan. Jika dimaksudkan sebagai balasan, maka talak dianggap jatuh seketika.

4. Syarat harus disebutkan dengan jelas. Jika tidak, maka dianggap batal.

5. Harus ada alat penghubung atau indikasi syarat. Jika tidak ada, syarat dianggap tidak sah kecuali dipahami dari konteksnya.

6. Harus ada hubungan suami-istri saat talak diucapkan, baik secara nyata maupun secara hukum (misalnya dalam masa iddah).

7. Suami harus memenuhi syarat untuk menjatuhkan talak, yaitu berakal dan baligh.

Talak Bersyarat yang Tidak Berlaku

Talak bersyarat tidak berlaku jika:

Syarat yang digantungkan tidak mungkin terjadi.

Hubungan suami-istri telah berakhir sebelum syarat terpenuhi.

Suami tidak memenuhi syarat untuk menjatuhkan talak (seperti dalam kondisi gila).

Talak bersyarat juga menjadi batal jika:

Syarat yang digantungkan pada objek tertentu hilang, seperti rumah yang diruntuhkan atau orang yang wafat.

Terdapat peristiwa yang membatalkan hak talak, seperti murtadnya suami dan bergabung dengan wilayah non-Muslim.

Talak Bersyarat pada Dua Syarat atau Lebih

Jika talak digantungkan pada dua syarat atau lebih, maka talak hanya terjadi jika seluruh syarat terpenuhi selama masih dalam hubungan pernikahan. Jika satu syarat terjadi di luar masa pernikahan, maka talak tidak jatuh.
Penjelasan terkait talak yang digantungkan pada dua syarat atau lebih:

Penjelasan Talak dengan Dua Syarat

1. Talak Tergantung Dua Syarat:
Jika suami menggantungkan talak istrinya pada dua syarat atau lebih, maka talak baru akan berlaku jika seluruh syarat yang disebutkan telah terpenuhi selama masa pernikahan berlangsung. Contohnya:

Seorang suami berkata kepada istrinya: “Engkau tertalak jika Zaid dan Amru datang.”
Jika Zaid datang, tetapi Amru belum, maka talak belum berlaku hingga Amru juga datang.

2. Kondisi Syarat dalam Naskah:

Apabila syarat pertama terjadi dalam masa pernikahan dan syarat kedua terjadi setelah berakhirnya masa iddah, maka talak tidak akan berlaku karena salah satu syarat tidak terpenuhi selama masa pernikahan berlangsung.

Contoh:
Jika Zaid datang saat istri masih berada dalam masa pernikahan, kemudian suami menceraikan istrinya secara langsung (tanpa syarat) satu kali, dan setelah masa iddah selesai, Amru datang, maka talak tidak berlaku karena syarat kedua terjadi setelah iddah.

3. Kasus Jika Syarat Dipenuhi Setelah Pernikahan Kembali:

Apabila setelah talak, suami menikahi istrinya kembali, lalu syarat kedua terpenuhi dalam masa pernikahan yang baru, maka talak akan berlaku.

Misalnya, setelah Zaid datang, istri dicerai langsung, iddah selesai, lalu menikah kembali. Ketika Amru datang dalam pernikahan baru, maka talak terjadi karena syarat kedua terpenuhi dalam kondisi pernikahan.

4. Kejelasan Madzhab:

Pendapat ini sesuai dengan pandangan Hanafiyah, yang menyatakan bahwa semua syarat harus terjadi dalam satu masa pernikahan agar talak tergantung dapat berlaku.

ูุชุญ ุงู„ู…ุนูŠู†.

ูŠุฌูˆุฒ ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุทู„ุงู‚ ูƒุงู„ุนุชู‚ ุจุงู„ุดุฑูˆุท ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุฑุฌูˆุน ููŠู‡ ู‚ุจู„ ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ุตูุฉ ูˆู„ุง ูŠู‚ุน ู‚ุจู„ ูˆุฌูˆุฏ ุงู„ุดุฑุท ูˆู„ูˆ ุนู„ู‚ู‡ ุจูุนู„ู‡ ุดูŠุฆุง ููุนู„ู‡ ู†ุงุณูŠุง ู„ู„ุชุนู„ู‚ ุฃูˆ ุฌุงู‡ู„ุง ุจุฃู†ู‡ ุงู„ู…ุนู„ู‚ ุนู„ูŠู‡ ู„ู… ุชุทู„ู‚.

โ€œDiperbolehkan (suami) men-taโ€˜liqย talaknya, sebagaimana taโ€˜liq memerdekakan budak, dengan sejumlah persyaratan. Namun talakย taโ€˜liqย tidak boleh dirujuk sebelum sifat yang digambarkan belum ada atau perkara yang disyaratkan belum terjadi. Kemudian seandainya suami men-taโ€˜liqย talaknya dengan melakukan sesuatu, kemudian ia melakukan sesuatu tersebut karena lupa sebagai taโ€˜liq atau karena tidak tahu jika ituย taโ€˜liqย talaknya, maka istrinya tidak tertalakโ€ (Syekh Zainuddin al-Malaibari,ย Fathul Muโ€˜in, [Beirut: Daru Ibnu Hazm], tanpa tahun, cet. pertama, hal. 517).

[ุงู„ุฎุทูŠุจ ุงู„ุดุฑุจูŠู†ูŠ ,ู…ุบู†ูŠ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ู…ุนุฑูุฉ ู…ุนุงู†ูŠ ุฃู„ูุงุธ ุงู„ู…ู†ู‡ุงุฌ ,ูค/ูคูขูฃ]

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽ) ุฒูŽูˆู’ุฌูŒ ุทูŽู„ูŽุงู‚ู‹ุง (ุจูููุนู’ู„ูู‡ู) ูƒูŽุฏูุฎููˆู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑู (ููŽููŽุนูŽู„ูŽ) ุงู„ู’ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ู (ู†ูŽุงุณููŠู‹ุง ู„ูู„ุชู‘ูŽุนู’ู„ููŠู‚ู ุฃูŽูˆู’) ุฐูŽุงูƒูุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู (ู…ููƒู’ุฑูŽู‡ู‹ุง) ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุทูŽุงุฆูุนู‹ุง ุฌูŽุงู‡ูู„ู‹ุง (ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุทู’ู„ูู‚ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑู) ู„ูุฎูŽุจูŽุฑู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู: ยซุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุถูŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงูุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูยป ุฃูŽูŠู’ ู„ูŽุง ูŠูุคูŽุงุฎูุฐูู‡ูู…ู’ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽู…ูู‚ู’ุชูŽุถูŽุงู‡ู ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ู ููŽูŠูŽุนูู…ู‘ู ูƒูู„ู‘ูŽ ุญููƒู’ู…ู ุฅู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽู„ููŠู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุณู’ุชูุซู’ู†ูŽุงุฆูู‡ู ูƒูŽู‚ููŠูŽู…ู ุงู„ู’ู…ูุชู’ู„ูŽููŽุงุชูุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ููƒู’ุฑูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ูŽุนู ุทูŽู„ูŽุงู‚ูู‡ูุŒ ููŽูƒูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ููƒู’ุฑูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูููŽุฉูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ููŽุฑู’ู‚ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ููู ุจูุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุจูุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุถููŠ ุญูุณูŽูŠู’ู†ูŒ ูŠูŽู‚ูŽุนู ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽู„ููู ุจูุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ: ุชูŽุทู’ู„ูู‚ู ู„ููˆูุฌููˆุฏู ุงู„ู’ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ู ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู ุฏูŽุงููุนู‹ุง ู„ูู„ู’ูˆูู‚ููˆุนู.

[ุงู„ู‚ู„ูŠูˆุจูŠุŒ ุญุงุดูŠุชุง ู‚ู„ูŠูˆุจูŠ ูˆุนู…ูŠุฑุฉุŒ ูฃูฆู /ูฃ]

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽ) ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ูŽ (ุจูููุนู’ู„ูู‡ู) ูƒูŽุฃูŽู†ู’ ุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽู‡ู ุจูุฏูุฎููˆู„ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑู (ููŽููŽุนูŽู„ูŽ) ุงู„ู’ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽ ุจูู‡ู (ู†ูŽุงุณููŠู‹ุง ู„ูู„ุชู‘ูŽุนู’ู„ููŠู‚ู ุฃูŽูˆู’) ุฐูŽุงูƒูุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู (ู…ููƒู’ุฑูŽู‡ู‹ุง) ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุทูŽุงุฆูุนู‹ุง ุฌูŽุงู‡ูู„ู‹ุง ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ (ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุทู’ู„ูู‚ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑู) ู„ูุญูŽุฏููŠุซู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุงุฌูŽู‡ู’ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ยซุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุถูŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุงู„ู’ุฎูŽุทูŽุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงูุณู’ุชููƒู’ุฑูู‡ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูยป ุฃูŽูŠู’ ู„ูŽุง ูŠูุคูŽุงุฎูุฐูู‡ูู…ู’ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ ุชูŽุทู’ู„ูู‚ู ู„ููˆูุฌููˆุฏู ุงู„ู’ู…ูุนูŽู„ู‘ูŽู‚ู ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู ุฏูŽุงููุนู‹ุง ู„ูู„ู’ูˆูู‚ููˆุน . ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

[Al-Khatib Al-Syarbini, Mughni Al-Muhtaj ila Maโ€™rifat Maโ€™ani Alfaz Al-Minhaj, 4/423]

โ€œJika seorang suami menggantungkan talak pada suatu perbuatan, seperti masuk ke dalam rumah, kemudian dia melakukan perbuatan yang digantungkan tersebut dengan lupa pada penggantungannya, atau mengingatnya namun dipaksa melakukannya, atau melakukannya secara sukarela namun tidak tahu bahwa perbuatan tersebut adalah yang digantungkan, maka talak tidak jatuh menurut pendapat yang lebih kuat (al-azhhar). Pendapat ini didasarkan pada hadis Ibnu Majah dan lainnya: โ€˜Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan, lupa, dan paksaan yang menimpa umatku,โ€™ yang berarti Allah tidak menghukum mereka karena itu. Konsekuensinya, hukum (yang digantungkan) menjadi gugur, mencakup semua hukum kecuali yang ada dalil yang mengecualikannya, seperti ganti rugi barang yang dirusakkan. Juga karena talak yang dilakukan di bawah paksaan tidak berlaku, maka demikian pula halnya dengan sifat (syarat) yang dipaksakan. Tidak ada perbedaan antara sumpah dengan nama Allah atau dengan talak, meskipun Al-Qadhi Husain berpendapat bahwa talak tetap jatuh pada kasus sumpah talak dalam keadaan lupa. Pendapat kedua menyatakan bahwa talak tetap jatuh karena syarat yang digantungkan telah terpenuhi, dan lupa serta keadaan serupa lainnya tidak mencegah jatuhnya talak.โ€

[Al-Qalyubi, Hasyiyata Qalyubi wa Umairah, 3/360]

โ€œJika seorang suami menggantungkan talak pada suatu perbuatannya sendiri, seperti menggantungkan talak dengan masuk ke dalam rumah, lalu dia melakukan perbuatan yang digantungkan tersebut dalam keadaan lupa terhadap penggantungannya, atau mengingatnya namun dipaksa untuk melakukannya, atau melakukannya secara sukarela tetapi tidak tahu bahwa perbuatan tersebut adalah yang digantungkan, maka talak tidak jatuh menurut pendapat yang lebih kuat (al-azhhar), berdasarkan hadis Ibnu Majah dan lainnya: โ€˜Sesungguhnya Allah mengampuni kesalahan, lupa, dan paksaan yang menimpa umatku,โ€™ yang berarti Allah tidak menghukum mereka karena itu. Pendapat kedua menyatakan bahwa talak tetap jatuh karena syarat yang digantungkan telah terpenuhi, dan lupa serta keadaan serupa lainnya tidak mencegah jatuhnya talak. Wallahu aโ€™lam bish-shawab.โ€

 

Kategori
Uncategorized

HUKUM MEMOTONG KUKU KORELASINYA DENGAN ORANG YANG INGIN BERQURBAN DAN ORANG YANG SEDANG HAJI(IHROM)

Assalamualaikum.
Deskripsi masalah
Dalam waqiiyah dimasyarakat tidak sedikit mereka yang ingin melakukan qurban dibulan Dzul hijjah, atau sedang berhaji melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama seperti memotong kuku dan mencukur bulu-bulu yang berada dianggota badan seperti rambut kumis dan jenggot , itu semua terjadi kerena ketidak tahuan tentang hukum tersebut atau karena unsur lupa.

Pertanyaannya

Bagaimana sebenarnya hukum memotong kuku korelasinya dengan orang yang ingin berqurban dan orang yang sedang melakukan ibadah haji ( ihrom )?

Waalaikum salam
Jawaban.

Bagi orang yang ingin melakukan ibadah qurban mulai tgl 1-10 dilarang memotong kuku bahkan mencabut bulu-bulu yang berada dianggota badan, pelarangan ini tidak hanya bagi orang yang ingin berqurban melainkan bagi orang yang sedang melakukan ibadah haji yakni berihrom ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฐูุจู’ุญูŒ ูŠูŽุฐู’ุจูŽุญูู‡ู ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูู‡ูู„ู‘ูŽ ู‡ูู„ุงูŽู„ู ุฐูู‰ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉู ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุฑูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุถูŽุญู‘ูู‰ูŽ

Artinya: “Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” (HR Muslim).

Dalam hadits diatas perlu dirinci penjelasannya dari beberapa aspeknya melalui Redaksi Hadits berikut :

  ุญุฏุซู†ุง ุงุจู† ุฃุจูŠ ุนู…ุฑ ุงู„ู…ูƒูŠุŒ ุญุฏุซู†ุง ุณููŠุงู†ุŒ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงุจู† ุญู…ูŠุฏ ุงุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงุจู† ุนูˆูุŒ ุณู…ุน ุงุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ูŠุญุฏุซุŒ ุนูŽู† ุฃู… ุณู„ู…ุฉ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: ุฅุฐุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูุŒ ูˆุฃุฑุงุฏ ุฃุญุฏูƒู… ุฃู† ูŠุถุญูŠุŒ ูู„ุง ูŠู…ุณ ู…ู† ุดุนุฑู‡ ูˆุจุดุฑู‡ ุดูŠุฃ. (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Artinya: Meriwayatkan hadits kepada kami Ibnu Abi Umar Al-Makky, bercerita kepada kami Sufyan, dari Abdurrahman bin Humaid bin Abdirrahman bin Auf. Ia mendengar Ibn Al-Musayyab menceritakan dari Ummi Salamah bahwasanya Nabi Muhammad ๏ทบ bersabda: Jika hari kesepuluh telah tiba, dan salah satu di antara kalian ingin menyembelih Kurban, maka jangan menyentuh (memotong) apa pun dari rambut pada kulit kalian. (HR Muslim, nomor 1977)   Penjelasan Dirayah (Sanad Hadits)

Hadits ini menjelaskan tentang larangan mencukur rambut dan memotong kuku ketika telah memasuki tanggal 1- 10 Dzulhijjah bagi orang yang hendak atau memiliki niat menyembelih kurban. Demikian pula terdapat hadits yang menjelaskan bahwa larangan ini adalah ketika memasuki hilal Dzulhijjah.

Hadits dari Ummi Salamah di atas termuat di dalam Sahih Muslim (nomor 1977), Ibnu Majah (nomor 3149), dan At-Thahwi dalam Syarh Musykil Al-Atsar (no: 5511). Terdapat beberapa perbedaan lafadz hadits mengenai mencukur rambut ketika hendak menyembelih ini. Adapun hadits yang dikutip di atas adalah dari Sahih Muslim.

Hadits paralel yang lain dari Sahih Muslim adalah: Hadits dari Ishaq bin Ibrahim, dari Sufyan, dari Abdurrahman bin Humaid nom Abdirrahman bin โ€˜Auf, dari Saโ€™id bin Musayyab dari Ummi Salamah; Hadits dari Hajjaj bin As-Syaโ€™ir, dari Yahya bin Katsir Al-Anbary, dari Syuโ€™bah dari Malik bin Nas dari Umar bin Muslim dari Saโ€™id bin Al-Musayyab. Dari Ummi Salamah; Hadits dari Ahmad bin Abdullah bin Al-Hakam Al-Hasyimi, dari Muhammad bin Jaโ€™far, dari Syuโ€™bah, dari Malik bin Anas, dari Umar (atau โ€˜Amr) bin Jaโ€™far, ((atau)) dari Syuโ€™bah, dari  Malik bin Anas, dari Umar (atau) โ€˜Amr bin Muslim; Hadits dari Abdullah bin Muโ€™adz Al-Anbary, dari Ayahnya, dari Muhammad bin โ€˜Amr Al-Laitsy, dari Umar bin Muslim bin Ammar bin Akyaโ€™ah Al-Laitsy; Hadits dari Hasan bin Ali Al-Halwani, dari Abu Usamah, dari Muhammad bin โ€˜Amr, dari โ€˜Amr bin Muslim bin Ammar Al-Laitsy; Hadits dari Harmalah bin Yahya dan Ahmad bin Abdurrahman; dari Abdullah bin Wahab dari Haywah, dari Khalid bin Yazid, dari Saโ€™id bin Abi Hilal, dari Umar bin Muslim Al-Jundaโ€™i, dari Ibni Al-Musayyab. (Abi Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarhu Sahih Muslim bin Hajjaj, hal. 1257-1258).  

Hikmah Dijelaskan bahwa hikmah dari larangan ini adalah bahwa semua anggota tubuh kita sekecil apa pun akan diselamatkan dari api neraka. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa larangan tersebut untuk menyerupai (tasybih) larangan bagi orang yang sedang ihram untuk menyembelih dan berburu hewan apa pun.

ุจุดุฑู‰ ุงู„ูƒุฑูŠู… ูข/ูกูขูจ
ูˆ ูŠูƒุฑู‡) ู„ู…ุฑูŠุฏ ุงู„ุชุถุญูŠุฉ ุนู† ู†ูุณู‡ ุงูˆ ุงู‡ุฏุงุก ุดุฆ ู…ู† ุงู„ู†ุนู… (ุงู† ูŠุฒูŠู„ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุดุนุฑู‡ ุงูˆ ุบูŠุฑู‡) ูƒุธูุฑู‡ ูˆ ุณุงุฆุฑ ุงุฌุฒุงุฆู‡ ุงู„ุธุงู‡ุฑุฉ ุงู„ุง ุงู„ุฏู… ุนู„ู‰ ุฎู„ุงู ููŠู‡ (ูู‰ ุนุดุฑ ุฐู‰ ุงู„ุญุฌุฉ) ูˆ ู…ุง ุจุนุฏู‡ุง ู…ู† ุงูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุงู† ู„ู… ูŠุถุญ ูŠูˆู… ุงู„ุนูŠุฏ (ุญุชู‰ ูŠุถุญู‰) ู„ู„ุงู…ุฑ ุจุงู„ุงู…ุณุงูƒ ุนู† ุฐู„ูƒ ููŠ ุฎุจุฑ ู…ุณู„ู…. ูˆ ุญูƒู…ุชู‡ ุดู…ูˆู„ ุงู„ู…ุบูุฑุฉ ูˆ ุงู„ุนุชู‚ ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ ู„ุฌู…ูŠุนู‡ ู„ุง ุงู„ุชุดุจู‡ ุจุงู„ู…ุญุฑู…ูŠู† ูˆ ุงู„ุง ู„ูƒุฑู‡ ู†ุญูˆ ุงู„ุทูŠุจ ูˆ ู‚ูŠู„ ูŠุญุฑู… ู…ุงู„ู… ูŠุญุชุงุฌ ุงู„ูŠู‡ ูˆ ุนู„ูŠู‡ ุงุญู…ุฏ ูุงู† ุงุญุชุงุฌ ูู‚ุฏ ูŠุฌุจ ูƒู‚ุทุน ูŠุฏ ุณุงุฑู‚ ูˆ ุฎุชุงู† ุจุงู„ุบ ูˆ ู‚ุฏ ูŠุณู† ูƒุฎุชุงู† ุตุจูŠ ูˆ ู‚ุฏ ูŠุจุงุญ ูƒู‚ุทุน ุณู† ูˆุฌุนุฉ

Akan tetapi dikalangan Syafiiyyah mengatakan bahwa pendapat terakhir ini adalah salah. Karena alasan seperti: pada saat ihram kita diperintahkan untuk tidak memakai wewangian, namun dalam berkurban tidak demikian.
(An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim bin Hajjaj: 1257).   Implikasi Hukum Fiqih dari Hadits ini Hukum fiqih didasarkan kepada adanya perintah (amr) atau larangan (nahy) di dalam suatu nash baik Al-Qurโ€™an maupun hadits. Dari adanya redaksi perintah atau larangan tersebut lalu kita akan meneliti lebih lanjut tentang apakah perintah tersebut menyatakan kewajiban, anjuran, atau kebolehan.

Dari redaksi larangan, kita akan dapat meneliti lebih lanjut apakah larangan itu masuk ke dalam pernyataan haram, atau makruh. Tentunya kesemuanya itu berdasarkan dalil petunjuk (qarinah) yang ada setelah memperbandingkan dengan nash-nash (ayat atau hadits yang lain).  

Di dalam kasus teks hadits di atas sebagaimana dikutip dari Sahih Muslim di atas, terdapat larangan yang menyatakan:  

ูู„ุง ูŠู…ุณ ู…ู† ุดุนุฑู‡ ูˆุจุดุฑู‡ ุดูŠุฃ

Artinya: “โ€ฆ. maka jangan menyentuh (memotong) sesuatu apa pun dari rambut dan kulitnya.”   Apa konsekuensi hukum dari larangan memotong rambut (dan semua rambut di tubuh) ini? Adakah ia menghendaki haram ataukah makruh?

Dari sini terdapat perbedaan pendapat para ulama tentang hukum memotong kuku bagi orang yang ingin berqurban.

โœ”๏ธMenurut Abu Hanifah memotong kuku tidak makruh.

โœ”๏ธMenurut Imam Malik hukumnya memotong kuku tidak makruh dalam suatu riwayat, dan menyatakan makruh dalam riwayat yang lain.

โœ”๏ธMenurut Imam Syafiโ€™i dan pengikutnya menyatakan bahwa hal tersebut adalah makruh (makruh tanzih) dan bukanlah haram..

โœ”๏ธ Menurut  Imam Hambali adalah wajib tidak dipotong tidak dipotong bukan sunnah sebagaimana dihikayatkan wajibnya tidak memotong kuku dari Sa”ed bin Musayyab dan Rabiah dan, Ishaq bin Rawaih, Abi Dawud, dan sebagian dari kalangan Syafiโ€™iyyah mengatakan bahwa hal tersebut hukumnya adalah haram memotongnya. Keharamannya ini sampai selesai ia disembelihnya hewan kurban. Sebagaimana keterangan Dalam kitab al-Mausu’atul Fiqhiyah dan juga (An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim bin Hajjaj: 1257)   Pendapat yang menyatakan haram didasarkan kepada beberapa hadits (An-Nawawi: 1257).

ุงู„ู…ูˆุณูˆุนุฉ ุงู„ูู‚ู‡ูŠุฉ ุงู„ูƒูˆูŠุชูŠุฉ .ุตูขูกู -ูขูกูก
  
ูˆูŽู‚ูŽุงู„ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ููƒููŠูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูŽู‘ุฉู: ูŠูุณูŽู†ูู‘ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ูŽู‘ ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ู ูŠูุถูŽุญูู‘ูŠ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู„ุงูŽู‘ ูŠูุฒููŠู„ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุฑู ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุฏูŽู†ูู‡ู ุจูุญูŽู„ู’ู‚ู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุตูู‘ ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑูู‡ู ุจูุชูŽู‚ู’ู„ููŠู…ู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุดูŽุฑูŽุชูู‡ู ูƒูŽุณูู„ู’ุนูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูŽุถูุฑูู‘ู‡ู ุจูŽู‚ูŽุงุคูู‡ูŽุงุŒ (ูฃ) ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฃูŽู’ูˆูŽู‘ู„ ู…ูู†ู’ ุฐููŠ ุงู„ู’ุญูุฌูŽู‘ุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููŽุฑูŽุงุบู ู…ูู†ู’ ุฐูŽุจู’ุญู ุงู„ุฃูู’ุถู’ุญููŠูŽู‘ุฉู. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽุงุจูู„ูŽุฉู: ุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุงุฌูุจูŒุŒ ู„ุงูŽ ู…ูŽุณู’ู†ููˆู†ูŒุŒ ูˆูŽุญููƒููŠูŽ ุงู„ู’ูˆูุฌููˆุจู ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠูŽู‘ุจู ูˆูŽุฑูŽุจููŠุนูŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ูŽ. ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ ุงุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽูููŠูŽู‘ุฉู ุนูŽุฏูŽู…ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู. (ูค) ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ ุจูุงู„ุณูู‘ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ูŠูŽูƒููˆู†ู ุงู„ุฅูู’ู‚ู’ุฏูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูู’ู…ููˆุฑู ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ุชูŽู†ู’ุฒููŠู‡ู‹ุงุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ ุจูุงู„ู’ูˆูุฌููˆุจู ูŠูŽูƒููˆู†ู ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู‹ุง. ูˆูŽุงู„ุฃูŽู’ุตู’ู„ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูู…ูู‘ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„: ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ ุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูŽุญูู‘ูŠูŽ ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽู…ูŽุณูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุฑูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูู†ู’ุจูŽุดูŽุฑูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง. (ูก)
ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„: ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ู‡ูู„ุงูŽู„ ุฐููŠ ุงู„ู’ุญูุฌูŽู‘ุฉู ูˆูŽุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูŽุญูู‘ูŠูŽ ููŽู„ู’ูŠูู…ู’ุณููƒู’ ุนูŽู†ู’ ุดูŽุนู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุธู’ููŽุงุฑูู‡ู. (ูข)ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุงุฆูู„ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ุณูู‘ู†ูู‘ูŠูŽู‘ุฉู ุฌูŽุนูŽู„ููˆุง ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ู’ูŠูŽ ู„ูู„ู’ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู.ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ุฏูŽู‘ุงู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุฏูŽู…ู ุชูŽุญู’ุฑููŠู…ู ุงู„ู’ููุนู’ู„ ู‡ููˆูŽ ุญูŽุฏููŠุซู ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽูู’ุชูู„ ู‚ูŽู„ุงูŽุฆูุฏูŽ ู‡ูŽุฏู’ูŠู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูู‚ูŽู„ูู‘ุฏูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุจู’ุนูŽุซู ุจูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ุฃูŽุญูŽู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู†ู’ุญูŽุฑูŽ ู‡ูŽุฏู’ูŠูŽู‡ู. (ูฃ) ู‚ูŽุงู„ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูู‘: ุงู„ู’ุจูŽุนู’ุซู ุจูุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ูŠูุŒ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ู…ูู†ู’ ุฅูุฑูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉู ููŽุฏูŽู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุฐูŽู„ููƒูŽ.
ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูููŠ ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠูŽู‘ุฉู ุงู„ุฅูู’ู…ู’ุณูŽุงูƒู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูŽู‘ุนู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู’ุธู’ููŽุงุฑู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ูู…ูŽุง ู‚ููŠู„: ุฅูู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุชูŽู‘ุดูŽุจูู‘ู‡ู ุจูุงู„ู’ู…ูุญู’ุฑูู…ู ุจูุงู„ู’ุญูŽุฌูู‘ุŒ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุญููŠุญู: ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู…ูุฑููŠุฏู ุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉู ูƒูŽุงู…ูู„ ุงู„ุฃูŽู’ุฌู’ุฒูŽุงุกู ุฑูŽุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุชูŽู‚ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุจูุงู„ุชูŽู‘ุถู’ุญููŠูŽุฉู.

Pendapat ini juga mengambil hukum asal dari larangan, yaitu haram. Dan dengan demikian membatalkan qiyas. Di samping itu para ulama yang mengatakan makruh adalah dengan jalan memperbandingkan hadits Aisyah yang sifatnya umum. Adapun hadits dalam masalah ini adalah hadits khusus yang harus didahulukan. Al-Atsyubi di dalam Syarah Sunan Nasai mengatakan:  

ูˆู…ู‚ุชุถู‰ ุงู„ู†ู‡ูŠ ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูˆู‡ุฐุง ูŠุฑุฏ ุงู„ู‚ูŠุงุณ ูˆูŠุจุทู„ู‡ุŒ ูˆุญุฏูŠุซู‡ู… ุนู…ุง ูˆู‡ุฐุง ุฎุงุต ูŠุฌุจ ุชู‚ุฏูŠู…ู‡ ุจุชู†ุฒูŠู„ ุงู„ุนุงู… ุนู„ู‰ ู…ุง ุนุฏุง ุชู†ุงูˆู„ู‡ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ุฎุงุต.

Artinya: โ€œTuntutan dari larangan itu (pada dasarnya) adalah haram. Dan ini membatalkan qiyas. Sedang hadits mereka (yang menyatakan makruh) adalah hadits yang umum. Sedang hadits (tentang larangan mencukur rambut) ini adalah hadits khusus yang harus didahulukan.

Dengan menghilangkan keumuman atas yang selain apa yang dikhususkan oleh hadits khusus. (Al-Atsyubi (33), hlm277) .

Adapun pendapat Imam Abu Hanifah yang menyatakan tidak makruh memiliki alasan tersendiri. Hal ini menyatakan konsekuensi logisnya bahwa mengikuti anjuran hadits tersebut di atas adalah juga tidak mustahab (sunnah). Alasannya, bagi Imam Abu Hanifah, kemakruhan dan keharaman sesuatu itu hanya bisa diputuskan dengan dalil khusus yang menyatakan hal itu (As-Syaโ€™rani, Al-Mizan Al-Kubra, 1: 52).

Dengan demikian, Imam Abu Hanifah menyamakan implikasi hukum dari hadits di atas adalah sebagaimana perintah makan dan minum dalam ayat yang berimplikasi pada hukum mubah.   Sedangkan Imam Syafiโ€™i yang menyatakan makruh tanzih didasarkan kepada hadits lain dalam Sahih al-Bukhari:

  ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช: (ูƒู†ุช ุฃูุชู„ ู‚ู„ุงุฆุฏ ู‡ุฏูŠ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุซู… ูŠู‚ู„ุฏู‡ ูˆูŠุจุนุซ ุจู‡ ูˆู„ุง ูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ ุดูŠุก ุฃุญู„ ุงู„ู„ู‡ ุญุชู‰ ูŠู†ุญุฑ ู‡ุฏูŠู‡) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑู‰ ูˆู…ุณู„ู…

  Artinya: Dari Aisyah radliyallahu โ€˜anha berkata: โ€œSaya memintal tali kekang unta Rasulullah ๏ทบ. Kemudian Rasulullah mengalungkan tali itu dan mengirimkannya. Serta Nabi tidak mengharamkan sesuatu apa pun yang dihalalkan oleh Allah hingga untanya disembelihโ€ (HR al-Bukhari dan Muslim).   Berdasarkan hadits di atas, secara qiyas aulawiyyah Imam Syafiโ€™i berpendapat bahwa mengirimkan unta itu lebih kuat dari sekadar menginginkan berkurban (unta). Sedangkan mengirimkan saja Nabi tidak mengharamkan memotong rambut dan sebagainya. Ini menunjukkan bahwa hadits larangan memotong rambut dan kuku sebagaimana disebutkan di atas tidak menunjukkan keharaman.   Oleh karenanya maka makna larangan dalam hadits di awal wacana ini dibawa kepada makna makruh tanzih. (An-Nawawi, hlm: 1258). Demikian pula konsekuensi logisnya bahwa tidak memotong rambut dan kuku adalah mustahab menurut Imam Syafiโ€™i. Karena ittibaโ€™terhadap nash ada dua pilihan, bisa wajib atau mustahab. Dan menentang apa yang ada di dalam nash bisa pula dua kemungkinan yaitu: haram atau makruh. Sedangkan dalam masalah hadits di atas, telah dibuktikan kemakruhan dari makna larangan tersebut. Sehingga mengikuti larangan itu hukum sebaliknya adalah mustahab (disukai). (As-Syaโ€™rani, (1) hlm:52).  

Jadi Menurut Empat Mazhab, hukumnya memotong kuku terdapat hilaf, menurut Syafiiyah dan sahabat-sahabatnya hukumnya makruh tanzih bagi orang yang tidak dalam kondisi melakukan ibadah haji. Akan tetapi jika orang sedang melakukan haji ( ihrom ) ulama’ sepakat atas larangan melakukan beberapa hal yang seharusnya boleh dilakukan di luar ihram tetapi menjadi haram selama jamaah haji dalam keadaan ihram. Jamaah haji yang melanggar larangan tersebut kan terkena sanksi yang berkaitan dengan ibadah hajinya.

Syekh Abu Syuja dalam Taqrib menyebut sepuluh hal yang menjadi larangan sepanjang seseorang menunaikan ibadah haji di tanah suci. Semua larangan ini memiliki konsekuensi bila dilanggar oleh jamaah haji yang bersangkutan.

ูุตู„ ูˆูŠุญุฑู… ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุญุฑู… ุนุดุฑุฉ ุฃุดูŠุงุก ู„ุจุณ ุงู„ู…ุฎูŠุท ูˆุชุบุทูŠุฉ ุงู„ุฑุฃุณ ู…ู† ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุงู„ูˆุฌู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ  ูˆุชุฑุฌูŠู„ ุงู„ุดุนุฑ ูˆุญู„ู‚ู‡ ูˆุชู‚ู„ูŠู… ุงู„ุฃุธูุงุฑ ูˆุงู„ุทูŠุจ ูˆู‚ุชู„ ุงู„ุตูŠุฏ ูˆุนู‚ุฏ ุงู„ู†ูƒุงุญ ูˆุงู„ูˆุทุก ูˆุงู„ู…ุจุงุดุฑุฉ ุจุดู‡ูˆุฉ

Artinya, โ€œPasal. Jamaah haji yang sedang ihram haram melakukan sepuluh hal: mengenakan pakaian berjahit, menutup kepala bagi laki-laki, menutup wajah bagi perempuan, mengurai rambut, mencukur rambut, memotong kuku, mengenakan wewangian, membunuh binatang buruan, melangsungkan akad nikah, dan berhubungan badan. Demikian juga dengan bermesraan dengan syahwat.โ€

Namun demikian, pandangan Abu Syuja diberi catatan oleh para ulama Syafiiyah sesudahnya. KH Afifuddin Muhajir mendokumentasikan catatan verifikasi para ulama Syafiiyah tersebut. Menurutnya, sebagian larangan haji yang disampaikan Syekh Abu Syuja masuk ke dalam makruh, bukan larangan haji.

ู€ (ูˆุชุฑุฌูŠู„) ุฃูŠ ุชุณุฑูŠุญ (ุงู„ุดุนุฑ) ูˆู‡ุฐุง ุถุนูŠู ูˆุงู„ู…ุนุชู…ุฏ ุฃู†ู‡ ู…ูƒุฑูˆู‡

Artinya, โ€œ(Mengurai) melepas (rambut). Pendapat ini lemah. Pendapat yang muktamad menyatakan bahwa hokum mengurai rambut adalah makruh bagi jamaah haji yang sedang ihram,โ€ (Lihat KH Afifuddin Muhajir, Fathul Mujibil Qarib, [Situbondo, Al-Maktabah Al-Asadiyyah: 2014 M/1434 H] halaman 92).

Sedangkan Syekh Nawawi Banten menerangkan kelonggaran perihal larangan potong kuku dan rambut atau bulu yang keberadaannya cukup โ€œmenggangguโ€. Ia menerangkan bahwa potong kuku atau potong sedikit rambut yang menghalangi mata dibolehkan tanpa konsekuensi sanksi.

ูˆุงู„ุฎุงู…ุณ  ุชู‚ู„ูŠู… ุงู„ุฃุธูุงุฑ ุฃูŠ ุฅุฒุงู„ุชู‡ุง ู…ู† ูŠุฏ ุฃูˆ ุฑุฌู„ ุจุชู‚ู„ูŠู… ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุงู†ูƒุณุฑ ุจุนุถ ุธูุฑ ุงู„ู…ุญุฑู… ูˆุชุฃุฐู‰ ุจู‡ ูู„ู‡ ุฅุฒุงู„ุฉ ุงู„ู…ู†ูƒุณุฑ ูู‚ุท) ูˆู„ุง ูุฏูŠุฉ ุนู„ูŠู‡ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุฅุฐุง ุทู„ุน ุงู„ุดุนุฑ ููŠ ุงู„ุนูŠู† ูˆุชุฃุฐู‰ ุจู‡ ูู„ู‡ ุฅุฒุงู„ุชู‡

Artinya, โ€œ(Kelima memotong kuku. Maksudnya, menghilangkan kuku tangan dan kuku kaki dengan cara memotong atau cara lainnya. Tetapi , jika sebagian kuku jamaah haji yang sedang ihram tersebut terbelah dan ia menjadi sakit (terganggu) karenanya, maka ia boleh memotongnya) dan tidak perlu membayar fidyah. Demikian halnya dengan kemunculan rambut atau bulu di mata, dan ia menjadi terganggu karenanya, maka ia boleh mengguntingnya,โ€ (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Tausyih ala Ibni Qasim, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1417 H], cetakan pertama, halaman 125).

Meskipun terdapat pengecualian, secara umum semua larangan ini mengandung konsekuensi. Pelanggaran terhadap larangan ini secara umum mengharuskan jamaah haji untuk membayar fidyah baik berupa kambing, puasa, atau sanksi lainnya.

Pelanggaran terberat adalah hubungan seksual yang berdampak pada kerusakan ibadah haji seorang jamaah di tahun tersebut dengan kewajiban meneruskan rangkaian ibadah hajinya hingga selesai, dan kewajiban mengqadhanya pada tahun selanjutnya.

ูˆููŠ ุฌู…ูŠุน ุฐู„ูƒ ุงู„ูุฏูŠุฉ ุฅู„ุง ุนู‚ุฏ ุงู„ู†ูƒุงุญ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠู†ุนู‚ุฏ ูˆู„ุง ูŠูุณุฏู‡ ุฅู„ุง ุงู„ูˆุทุก ููŠ ุงู„ูุฑุฌ ูˆู„ุง ูŠุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุจุงู„ูุณุงุฏ ููŠ ูุงุณุฏู‡

Artinya, โ€œSemua larangan itu (jika dilanggar) terdapat sanksi fidyah kecuali akad nikah, maka nikahnya tidak sah. Tidak ada yang merusak haji kecuali larangan hubungan badan melalui kemaluan. Jamaah haji yang melakukan hubungan badan tidak boleh keluar dari rangkaian ibadah haji karena telah rusak ibadahnya (tetapi menyelesaikannya hingga selesai).

Adapun pelarangan tersebut diatas “Bukan hanya sebatas kuku dan rambut, tetapi juga bagian tubuh yang lain tangan, gigi, kumis, janggut dan lain lai. Sedangkan hikmah dibalik itu semua adalah agar semuanya mendapatkan ampunan dan terbebas dari api neraka. Ketentuan ini berlaku baik untuk kurban sendiri atau kurban hadiah.

Sementara, ulama Mazhab Hanafi dan Maliki berpendapat tidak makruh. Tetapi, Imam Malik dalam riwayat lain berpendapat makruh dan dalam salah satu riwayat berpendapat haram dalam kurban sunnah dan tidak haram dalam kurban wajib.

Sanksi bagi Pelanggar” Dikutip dari buku Panduan Doa-Dzikir Haji & Umrah karya Deden Hafid Usman dkk, memotong kuku saat melaksanakan haji adalah perkara yang dilarang dan diwajibkan membayar dam atau denda bagi pelakunya. Namun, hal itu tidak membatalkan haji yang diamalkannya.

Semenyara, menurut Sayyid Sabiq dalam dalam kitabnya Fiqih Sunnah, menjelaskan bahwa bagi orang yang berihram dan punya uzur (halangan) lalu melakukan larangan ihram, seperti mengenakan pakaian berjahit, mencukur rambut, memotong kuku (tangan dan kaki), memakai wewangian, maka baginya wajib membayar fidyah berupa menyembelih kambing, atau memberi makan kepada enam orang miskin, atau juga berpuasa selama tiga hari.

ูู‚ู‡ ุงู„ุณู†ุฉ ู„ู„ุณูŠุฏ ุณุงุจู‚. ุต ูฆูฆูง

ุชู‚ู„ูŠู… ุงู„ุงุธูุงุฑ ูˆุฅุฒุงู„ุฉ ุงู„ุดุนุฑ ุจุงู„ุญู„ู‚ุŒ ุฃูˆ ุงู„ู‚ุต ุฃูˆ ุจุฃูŠุฉ ุทุฑูŠู‚ุฉุŒ ุณูˆุงุก ุฃูƒุงู† ุดุนุฑ ุงู„ุฑุฃุณ ุฃู… ุบูŠุฑู‡ ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰: ” ูˆู„ุง ุชุญู„ู‚ูˆุง ุฑุคูˆุณูƒู… ุญุชู‰ ูŠุจู„ุบ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู…ุญู„ู‡ “.
ูˆุฃุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก: ุนู„ู‰ ุญุฑู…ุฉ ู‚ู„ู… ุงู„ุธูุฑ ู„ู„ู…ุญุฑู…ุŒ ุจู„ุง ุนุฐุฑุŒ ูุฅู† ุงู†ูƒุณุฑุŒ ูู„ู‡ ุฅุฒุงู„ุชู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ูุฏูŠุฉ.
ูˆูŠุฌูˆุฒ ุฅุฒุงู„ุฉ ุงู„ุดุนุฑุŒ ุฅุฐุง ุชุฃุฐู‰ ุจุจู‚ุงุฆู‡ุŒ ูˆููŠู‡ ุงู„ูุฏูŠุฉ ุฅู„ุง ููŠ ุฅุฒุงู„ุฉ ุดุนุฑ ุงู„ุนูŠู† ุฅุฐุง ุชุฃุฐู‰ ุจู‡ ุงู„ู…ุญุฑู… ูุฅู†ู‡ ู„ุงูุฏูŠุฉ ููŠู‡

ุฅู„ู‰ ุฃู† ู‚ุงู„- ุญูƒู… ู…ู† ุงุฑุชูƒุจ ู…ุญุธูˆุฑุง ู…ู† ู…ุญุธูˆุฑุงุช ุงู„ุงุญุฑุงู…: ู…ู† ูƒุงู† ู„ู‡ ุนุฐุฑุŒ ูˆุงุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุงุฑุชูƒุงุจ ู…ุญุธูˆุฑ ู…ู† ู…ุญุธูˆุฑุงุช ุงู„ุงุญุฑุงู…ุŒ ุบูŠุฑ ุงู„ูˆุทุก (ูก) ุŒ ูƒุญู„ู‚ ุงู„ุดุนุฑุŒ ูˆู„ุจุณ ุงู„ู…ุฎูŠุท ุงุชู‚ุงุก ู„ุญุฑุŒ ุฃูˆ ุจุฑุฏุŒ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒุŒ ู„ุฒู…ู‡ ุฃู† ูŠุฐุจุญ ุดุงุฉุŒ ุฃูˆ ูŠุทุนู… ุณู†ุฉ ู…ุณุงูƒูŠู†ุŒ ูƒู„ ู…ุณูƒูŠู† ู†ุตู ุตุงุนุŒ ุฃูˆ ูŠุตูˆู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃูŠุงู…. ูˆู‡ูˆ ู…ุฎูŠุฑ ุจูŠู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุงู…ูˆุฑ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ. ูˆู„ุง ูŠุจุทู„ ุงู„ุญุฌ ุฃูˆ ุงู„ุนู…ุฑุฉ ุจุงุฑุชูƒุงุจ ุดุฆ ู…ู† ุงู„ู…ุญุธูˆุฑุงุช ุณูˆู‰ ุงู„ุฌู…ุงุน.
ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุจู† ุฃุจูŠ ู„ูŠู„ู‰ุŒ ุนู† ูƒุนุจ ุจู† ุนุฌุฑุฉุŒ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุฑ ุจู‡ ุฒู…ู† ุงู„ุญุฏูŠุจูŠุฉ ูู‚ุงู„: ” ู‚ุฏ ุขุฐุงูƒ ู‡ูˆุงู… ุฑุฃุณูƒ ” ู‚ุงู„: ู†ุนู…. ูู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ” ุงุญู„ู‚ุŒ ุซู… ุงุฐุจุญ ุดุงุฉ ู†ุณูƒุงุŒ ุฃูˆ ุตู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃูŠุงู…ุŒ ุฃูˆ ุฃุทุนู… ุซู„ุงุซุฉ ุขุตุน ู…ู† ุชู…ุฑ ุนู„ู‰ ุณุชุฉ ู…ุณุงูƒูŠู† “.
ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ูˆู…ุณู„ู…ุŒ ูˆุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ.
ูˆุนู†ู‡ ููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุฎุฑู‰ุŒ ู‚ุงู„: ุฃุตุงุจู†ูŠ ู‡ูˆุงู… ููŠ ุฑุฃุณูŠุŒ ูˆุฃู†ุง ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนุงู… ุงู„ุญุฏูŠุจูŠุฉ ุญุชู‰ ุชุฎูˆูุช ุนู„ู‰ ุจุตุฑูŠุŒ ูุฃู†ุฒู„ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰: ” ูู…ู† ูƒุงู† ู…ู†ูƒู… ู…ุฑูŠุถุง ุฃูˆ ุจู‡ ุฃุฐู‰ ู…ู† ุฑุฃุณู‡ ููุฏูŠุฉ ู…ู† ุตูŠุงู… ุฃูˆ ุตุฏู‚ุฉ ุฃูˆ ู†ุณูƒ. ” ูุฏุนุงู†ูŠ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„ ู„ูŠ: ” ุงุญู„ู‚ ุฑุฃุณูƒุŒ ูˆุตู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃูŠุงู…ุŒ ุฃูˆ ุฃุทุนู… ุณุชุฉ ู…ุณุงูƒูŠู† ูุฑู‚ุง (ูก) ู…ู† ุฒุจูŠุจ. ุฃูˆ ุงู†ุณูƒ ุดุงุฉุŒ ูุญู„ู‚ุช ุฑุฃุณูŠ ุซู… ู†ุณูƒุช “. ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุนุฐูˆุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุนุฐูˆุฑ ููŠ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ูุฏูŠุฉุŒ ูˆุฃูˆุฌุจ ุฃุจูˆ ุญู†ูŠูุฉุŒ ุงู„ุฏู…ุŒ ุนู„ู‰ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุนุฐูˆุฑ ุฅู† ู‚ุฏุฑ ุนู„ูŠู‡ ู„ุง ุบูŠุฑุŒ ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู…. ู…ุง ุฌุงุก ููŠ ู‚ุต ุจุนุถ ุงู„ุดุนุฑ: ุนู† ุนุทุงุก ู‚ุงู„: ุฅุฐุง ู†ุชู ุงู„ู…ุญุฑู… ุซู„ุงุซ ุดุนุฑุงุช ูุตุงุนุฏุงุŒ ูุนู„ูŠู‡ ุฏู… (ูข) . ุฑูˆุงู‡ ุณุนูŠุฏ ุจู† ู…ู†ุตูˆุฑ.ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุนู†ู‡: ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ ููŠ ุงู„ุดุนุฑุฉ ู…ุฏุŒ ูˆููŠ ุงู„ุดุนุฑุชูŠู† ู…ุฏุงู†. ูˆููŠ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ูุตุงุนุฏุง ุฏู….

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Ka’ab bin Ujrah mengatakan, “Kepalaku diganggu kutu saat aku bersama Rasulullah SAW pada tahun Hudaibiyyah hingga aku khawatir akan penglihatanku. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat (kepada Rasulullah SAW), ‘Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban,’ (QS Al Baqarah: 196)

Lalu Rasulullah SAW memanggilku, lantas beliau bersabda, ‘Cukurlah rambutmu, lalu berpuasalah selama tiga hari, atau berikanlah satu faraq anggur kering kepada enam orang miskin, atau sembelihlah kambing.’ Aku kemudian memilih memotong rambutku, lantas menyembelih kambing.” (Hadits Shahih)

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa: Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa memotong rambut dan kuku ketika masuk tanggal 10 Dzulhijjah bagi yang hendak kurban, adalah boleh, tidak makruh dan tidak haram. Imam Malik dalam sebagian riwayat mengatakan makruh. Akan tetapi dalam riwayat lain beliau mengatakan tidak makruh. Imam Syafiโ€™i mengatakan makruh berdasarkah hadits dari Aisyah di dalam Shahih Bukhari. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan haram berdasarkah dzahir hadits larangan tersebut. Sedangkan apabila seseorang dalam kondisi sedang melakukan ibadah haji ( ihrom) hukum memotong kuku adalah harom, dan jika melanggar maka ia wajib membayar fidyah atau dam.Wallahu A’lam bisshowab.