logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

Kategori
Uncategorized

N049. TIDAK MENGHADIRI UNDANGAN WALIMAH KARENA TIDAK PUNYA OLEH-OLEH

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Saya mau bertanya tentang masalah hadir ke undangan walimah pernikahan, apakah boleh tidak hadir ke undangan pernikahan karena tidak mempunyai oleh-oleh ke tuan rumah?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Masalah Status uang/ seuatu yang kita kasihkan ke tuan rumah walimatul urs dulu.

Kebiasaan didesa kita berbeda beda, Berikut Penjelasannya :

اعانة الطالبين :
قال شيخنا والأوجه في النقوط المعتاد في الأفراح أنه هبة لا قرض وإن اعتيد رد مثله( قوله قال شيخنا والأوجه في النقوط إلخ ) عبارة التحفة والذي يتجه في النقوط المعتاد في الأفراح أنه هبة ولا أثر للعرف فيه لاضطرابه ما لم يقل خذه مثلا وينوي القرض ويصدق في نية ذلك هو أو وارثه

Berkata Syaikhuna “Pendapat Yang lebih tampak harta-harta yang ditradisikan dalam pesta-pesta adalah hibah bukan piutang meskipun di tradisikan di masyarakat untuk dikembalikan” Redaksi dalam at-Tuhfah “Pendapat Yang lebih tampak harta-harta yang ditradisikan dalam pesta-pesta adalah hibah dan tidak berpengaruh kebiasaan yang berlaku di masyarakat selama tidak terdapati pernyataan semacam “ambillah!!, ia niati menghutangkangkan serta disepakati oleh pemilik pesta atau ahli warisnya.

حاشية الجمال :

وَاَلَّذِي تَحَرَّرَ مِنْ هَذَا كُلِّهِ أَنَّهُ لَا رُجُوعَ فِي النُّقُوطِ الْمُعْتَادِ فِي الْأَفْرَاحِ أَيْ لَا يَرْجِعُ بِهِ مَالِكُهُ إذَا وَضَعَهُ فِي يَدِ صَاحِبِ الْفَرَحِ أَوْ فِي يَدِ مَأْذُونٍ إلَّا بِثَلَاثَةِ شُرُوطٍ أَنْ يَأْتِيَ بِلَفْظٍ كَخُذْهُ وَأَنْ يَنْوِيَ الرُّجُوعَ وَيَصْدُقَ هُوَ وَوَارِثُهُ فِيهَا وَأَنْ يُعْتَادَ الرُّجُوعُ فِيهِ وَإِذَا وَضَعَهُ فِي يَدِ الْمُزَيِّنِ وَنَحْوِهِ أَوْ فِي الطَّاسَةِ الْمَعْرُوفَةِ لَا يَرْجِعُ إلَّا بِشَرْطَيْنِ نِيَّةِ الرُّجُوعِ وَشَرْطِ الرُّجُوعِ ا هـ .

Dari ketentuan ini dapat diambil kesimpulan bahwa tidak wajib mengembalikan harta-harta yang menjadi tradisi dalam aneka pesta dalam arti pemilik harta tidak mendapatkan pengembalian harta yang telah ia berikan pada pemilik pesta kecuali dengan tiga syarat :

1. Saat menyerahkan hartanya menggunakan ungkapan seperti “ambillah!!”

2. Saat menyerahkan hartanya ia berniat dikembalikan dan disepakati oleh pemilik pesta dan ahli warisnya.

3. Terdapat kebiasaan dimasyarakat hal pengembalian harta tersebut.

Dan saat harta tersebut diberikan secara langsung ke tangan pemilik pesta atau pada cangkir yang telah diketahui (tempat uang penyumbang acara/ bece’an/buwuhan) maka yang disyaratkan hanya dua yakni niat dan mensyaratkan untuk dikembalikan.

Udzur udzur yang dapat mengugurkan undangan walimatul ursi adalah sebagai berikut:

وأما الأعذار التي يسقط بها وجوب إجابة الدعوة أو ندبها

1- فمنها أن يكون في الطعام شبهة
2- أو يخص بها الأغنياء
3- أو يكون هناك من يتأذى بحضوره معه
4- أو لا تليق به مجالسته،
5- أو يدعوه لخوف شره
6- أو لطمع في جاهه
7- أو ليعاونه على باطل،
8- وأن لا يكون هناك منكر من خمر أو لهو أو فرش حرير أو صور حيوان غير مفروشة أو آنية ذهب أو فضة، فكل هذه أعذار في ترك الإجابة،
9- ومن الأعذار أن يعتذر إلى الداعي فيتركه،

Juga termasuk udzur walimatul ursi lagi, Subtansinya sama dengan udzur yang nmr 6 diatas.

قَوْلُهُ : ( وَأَنْ لَا يَحْضُرَهُ ) أَيْ وَمِنْ الشُّرُوطِ أَنْ لَا يَكُونَ طَلَبُ حُضُورِهِ لِخَوْفٍ مِنْهُ عَلَى نَفْسٍ ، أَوْ مَالٍ أَوْ عِرْضٍ أَوْ لِطَمَعٍ فِي جَاهِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ حُضُورِ غَيْرِهِ ، مِمَّنْ فِيهِ ذَلِكَ لِأَجْلِهِ بَلْ يَدْعُوهُ لِلتَّقَرُّبِ أَوْ الصَّلَاحِ أَوْ الْعِلْمِ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ.

Diantara Syarat wajibnya menghadiri undangan pesta pengantin adalah bila undangan tersebut tidak diberikan oleh pemilik pesta atas dasar rasa takut akan jiwa, harta atau harga dirinya atau karena rasa tamak akan pangkat, harta atau kedatangan selainnya yang diundang namun undangan tersebut diberikan karena dasar kekerabatan, kebaikan, keilmuan atau semacam lainnya.

KEMUDIAN dalam pertaxaan adalah :

Untuk hadir tidak punya oleh2/uang untuk dikasihkan pada tuan rumah, Jelas pada dasarnya tidak termasuk udzur, Sebab :

1. Tidak tergolong udzur-udzur yang disebutkn diatas.

2. Kita tahu bahwa setatus oleh2 yang kita berikan adalah Hibah/ pemberian bukan hutang dalam tanggungan, Terkecuali jika ‘uruf/ kebiasaan di masyarakat menghendaki yang demikian maka menjadi hutang bagi tuan rumah untuk mengembalikan atau menggantinya kelak pada saat balik kunjung ke acara walimatul ursi tamunya.

Dalam kondisi seperti ini maka SEANDAINYA tuan rumah di dalam mengundang tamunya mimang dimaksudkan agar si tamu membawa uang atau oleh2, Dalam artian “undangan memang untuk hal tersebut maka seandainya pihak yang diundang tidak punya apa-apa untuk uang dan oleh2 tersebut maka tentu dia lepas kewajiban dari menghadirinya.

Dan demi kehati-hatian maka ajukanlah pada tuan rumah bahwa kami tidak bisa hadir sebagaimana dalam kitab sebelumnya di atas ibaroh yang bersangkutan pada alenia terakhir, Kalimat :

“ومن الأعذار أن يعتذر الخ”

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

S045. HIKMAH JUMLAH RAKAAT DALAM SHOLAT

PERTANYAAN :

Assalamualaikum ustadz..

Mohon maaf ustad, saya mau bertanya dan mohon dijawab dengan landasan kitabnya kalau ada.. Mengapa sholat yang lima waktu macam2 banyaknya rokaatnya tidak sama?
Seperti misalnya sholat subuh mengapa 2 rokaat duhur 4 rokaat dan strusnya?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Dalam kitab sulamul munajat : 18 – karya Syeikh Nawawi Al-bantani :

وحكمة عدد ركعات الصلوات الخمس الشكر علي النعم التي في الحواس الخمس وستر الخطايا منها .وذلك ان ركعات الصبح ثنتان لان اللمس يدرك النعومة والخشونة فالركعتان للشكر عليهما ولستر الخطايا منهما.وان ركعات الظهر اربع لان الشم يدرك المشموم من اربع جهات فذلك للشكر علي ذلك ولستر خطاياه.وان ركعات العصر اربع لان السمع يدرك المسموع من اربع جهات فذلك للشكر علي ذلك ولستر خطاياه.وان ركعات المغرب ثلاث لان المبصرات من ثلاث جهات أمام ويمين وشمال ولايدرك من وراء فذلك للشكر علي ذلك ولستر خطاياه.وان ركعات العشاء أربع لان الذوق يدرك أربعة اشياء البرودة والحرارة والمرارة والحلاوة فذلك للشكر علي ذلك ولستر خطاياه

Adapun hikmah jumlah roka’at sholat fardhu yang lima waktu adalah mensyukuri segala ni’mat yang berada pada panca indera (mata dengan penglihatannya, hidung dengan penciumannya, telinga dengan pendengarannya, lisan / lidah dengan perasanya dan kulit dengan perabanya).

– Jumlah roka’at sholat shubuh adalah dua, karena rabaan bisa mengidentifikasi lembut dan kasar, Maka dua rokaat tadi menjadi tanda syukur atasnya dan menghapus dosa atasnya.

– Jumlah roka’at sholat zduhur adalah empat, karena penciuman bisa menemukan aroma dan bebauan dari empat penjuru, karenanya empat roka’at ini menjadi tanda syukur atasnya dan menjadi penghapus dosa atasnya.

– Jumlah roka’at sholat ashar adalah empat, karena pendengaran bisa menemukan/menangkap suara dari empat penjuru, karenanya empat roka’at ini menjadi tanda syukur atasnya dan menjadi penghapus dosa atasnya.

– Jumlah roka’at sholat maghrib adalah tiga,karena pandangan atau penglihatan hanya bisa menangkap objek dari tiga arah,yaitu : dari arah depan, arah kanan dan arah kiri,dan tidak bisa menangkap objek dari arah belakang. karenanya tiga roka’at ini menjadi tanda syukur atasnya dan menjadi penghapus dosa atasnya.

– Dan jumlah roka’at sholat isya’ adalah empat, karena mencicipi/merasa bisa mengidentifikasi empat perkara : dingin, panas, pahit dan manis, karenanya empat roka’at ini menjadi tanda syukur atasnya dan menjadi penghapus dosa atasnya.

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

HADITS 131 : KEUTAMAAN MELAKSANAKAN SHOLAT ISYA’ DI AKHIR WAKTU

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

_*BAB WAKTU SHALAT*_

HADITS KE 131 :

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( أَعْتَمَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ بِالْعَشَاءِ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اَللَّيْلِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى وَقَالَ: “إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي” ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya’ hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat dan bersabda: “Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku.” Riwayat Muslim.

MAKNA HADITS :

Waktu-waktu sholat fardu telah diketahui. Mengerjakan sholat fardu di permulaan waktunya adalah lebih afdhal, kecuali sholat Isyak, kerana waktu sholat Isyak amat panjang hingga sepertiga malam yang pertama. Seafdhal-afdhalnya mengerjakan sholat Isyak adalah di akhir sepertiga malam yang pertama. Oleh kerana Nabi (s.a.w) senantiasa menitik beratkan soal keringanan dan kemudahan bagi umatnya, maka baginda meninggalkan yang lebih afdhal kerana belas kasihan kepada mereka dan mereka tidak mengalami kesulitan karenanya.

FIQH HADITS :

Waktu sholat Isyak sangat panjang dan mengerjakan sholat Isyak di akhir waktunya adalah lebih diutamakan selagi itu tidak memberatkan orang banyak (para makmum).

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 130 : MENYEGERAKAN SHALAT MAGHRIB

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

_*BAB WAKTU SHALAT*_

HADITS KE 130 :

عن رافع ابن خديج قال : “كنا نصلي المغرب مع النبي صلى الله عليه وسلم فينصرف أحدنا وإنه ليبصر مواقع نبله” متفق عليه

Daripada Rafi’ ibn Khadij (r.a), beliau berkata: “Kami mengerjakan sholat Maghrib bersama Rasulullah (s.a.w) lalu seseorang dari kami selesai mengerjakan (sholatnya), sedangkan dia dapat melihat sejauh lemparan anak panahnya.”

(Muttafaq ‘alaih)

MAKNA HADITS :

Rasulullah (s.a.w) seringkali menganjurkan supaya sholat Maghrib dikerjakan di awal waktunya, yaitu ketika matahari benar-benar telah tenggelam di mana seseorang yang telah selesai mengerjakan sholat Maghrib, masih lagi mampu melihat cahaya matahari yang terbenam itu.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan bersegera mengerjakan sholat Maghrib pada awal waktunya, hingga seseorang yang selesai mengerjakan sholat Maghrib masih lagi dapat cahaya matahari yang tenggelam itu.

2. Tidak boleh melalaikan pelaksanaan sholat Maghrib.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

S044. HUKUM POSISI MAKMUM SEJAJAR DENGAN IMAM

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Secara singkat saya mau tanya:
Sahkah shalat berjamaah sementara makmum posisinya sejajar dengan imam? Baik berjamaahnya sama-sama perempuan (imamnya perempuan dan makmumnya perempuan) ataupun imamnya laki-laki.

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Shalatnya makmum yang sejajar dengan iman maka hukumnya makruh dan shalatnya tetap sah namun tidak memperolah fadhilahnya berjamaah.

Referensi :

مرقاة صعود التصديق في شرح سلم التوفيق ص٣٥ :
{في الموقف} أي في المكان الذي وقف عليه ولاتضر مساوته لكنها تكره وتفوت فضيلة الجماعة وهي السبع والعشرون درجة أي صلاة.

“(Pada posisi berdiri) Maksudnya pada tempat ia berdiri. Maka tetap sah sejajarnya makmum dengan imam, hanya saja hukumnya makruh dan dapat menghilangkan keutamaan jamaah. Yakni dua puluh tujuh derajat.”

Berikut kami sertakan gambar posisi yang benar :

والله أعلم بالصواب

Kategori
Uncategorized

M047. HUKUM MENYEBARKAN BERITA YANG TIDAK JELAS/ HOAX

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Deskripsi masalah :
Saat ini sering kita temukan banyak sms, artikel, video dan audio yang tidak jelas sumbernya bahkan isinya menyebarkan berita bohong/ HOAX.

Pertanyaannya :
Bagaimana hukum menyebarkan hal tersebut?

JAWABAN :

waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

HUKUM menyebarkn PESAN/ BERITA seperti itu adalah HARAM/ DOSA BESAR.

Sebab:

1- Termasuk menyebrkn sesuatu yang belum jelas kebenarannya

2- Amat Berpotensi meresahkan manusia  (ايقاع الناس في الأضطراب). Dan tentu menyakiti. (الايذاء).

Menceritakn sesuatu yang belum jelas kebenarannya.

فيض القدير الجزء الخامس صحـ 2
(كفى بالمرء كذبا أن يحدث بكل ما سمع) أي إذا لم يتثبت لأنه يسمع عادة الصدق والكذب ، فإذا حدث بكل ما سمع لا محالة يكذب ، والكذب الإخبار عن الشئ على غير ما هو عليه وإن لم يتعمد ، لكن التعمد شرط الإثم …. إلى أن قال … كفى بالمرء من الكذب) كذا هو في خط المؤلف وفي رواية العسكري : كفى بالمرء من الكذب كذبا (أن يحدث بكل ما سمع) أي لو لم يكن للرجل كذب إلا تحدثه بكل ما سمع من غير مبالاة أنه صادق أو كاذب لكفاه من جهة الكذب لأن جميع ما سمعه لا يكون صدقا وفيه زجر عن الحديث بشئ لا يعلم صدقه

Intiya:
Hadist diatas yang melarang kita menceritakan setiap yang kita denger. Adalah LARANGAN MENCERITAKN SESUATU YANG BELUM DIKETAHUI KEBENARANNYA.

Ibaroh tentang menjdikan manusia dalam keresahan.
Hal itu berwarna warni ada yang bentuknya fitnah.

بريقة محمودية ألجزء الثالث صحـ 124
( الثامن والأربعون الفتنة وهي إيقاع الناس في الاضطراب أو الاختلال والاختلاف والمحنة والبلاء بلا فائدة دينية ) وهو حرام لأنه فساد في الأرض وإضرار بالمسلمين وزيغ وإلحاد في الدين كما قال الله تعالى { إن الذين فتنوا المؤمنين والمؤمنات } الآية وقال صلى الله تعالى عليه وسلم { الفتنة نائمة لعن الله من أيقظها } قال المناوي الفتنة كل ما يشق على الإنسان وكل ما يبتلي الله به عباده وعن ابن القيم الفتنة قسمان فتنة الشبهات وفتنة الشهوات وقد يجتمعان في العبد وقد ينفردان ( كأن يغري ) من الإغراء ( الناس على البغي ) من الباغي فقوله ( والخروج على السلطان ) عطف تفسير لأن الخروج عليه لا يجوز وكذا اعزلوه ولو ظالما لكونه فتنة أشد من القت

Ibaroh tentang menyakiti orang lain :

الزواجر عن اقتراف
الكبائرألجزء الثاني صحـ 169 – 176
الكبيرة العاشرة بعد المائتين ) : إيذاء الجار ولو ذميا كأن يشرف على حرمه أو يبني ما يؤذيه مما لا يسوغ له شرعا- الى أن قال –
تنبيه : عد هذا كبيرة هو صريح ما في الأحاديث الكثيرة الصحيحة وبه صرح بعضهم .فإن قلت : إيذاء المسلم كبيرة مطلقا فما وجه تخصيص الجار ؟ قلت : كأن وجه التخصيص أن إيذاء غير الجار لا بد فيه أن يكون له وقع بحيث لا يحتمل عادة بخلاف إيذاء الجار فإنه لا يشترط في كونه كبيرة أن يصدق عليه عرفا أنه إيذاء .ووجه الفرق بينهما ظاهر لما علم من هذه الأحاديث الصحيحة من تأكد حرمة الجار والمبالغة في رعاية حقوقه .واعلم أن الجيران ثلاثة : قريب مسلم فله ثلاثة حقوق : حق الجوار وحق الإسلام وحق القرابة .ومسلم فقط فله الحقان الأولان ، وذمي فله الحق الأول فيتعين صونه عن إيذائه ، وينبغي الإحسان إليه فإن ذلك ينتج خيرا كثيرا كما فعل سهل التستري بجاره المجوسي فإنه انفتح من خلائه محل لدار سهل يتساقط منه القذر ، فأقام سهل مدة ينحي ليلا مما يجتمع منه في بيته نهارا فلما مرض أحضر المجوسي وأخبره واعتذر بأنه خشي من ورثته أنهم لا يحتملون ذلك فيخاصمونه ، فعجب المجوسي من صبره على هذا الإيذاء العظيم قال له تعاملني بذلك منذ هذا الزمان الطويل وأنا مقيم على كفري مد يدك لأسلم فمد يده فأسلم ، ثم مات سهل رحمه الله . فتأمل نتيجة الصبر وعاقبته وفقنا الله لذلك وغيره آمين

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

M046. HUKUM MENGEMBALIKAN BARANG YANG SUDAH DIBELI KARENA ADA CACAT

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Deskripsi masalah :
Ada seorang saudagar kaya namanya Kusumo widodo, diantara salah satu bisnisnya yang ia kelola/ kembangkan adalah jual beli cincin permata. Hingga pada satu saat ia membeli cincin seharga dua ratus juta dalam dugaannya cincin itu adalah permata asli yang memang dipandang sangat mahal. Namun setelah beberapa bulan, ia meneliti batu cincin tersebut, ternyata cincin itu bukanlah permata asli, melainkan kaca yang diperoses dengan sedemikian rupa sehingga tampak berkilau dan menakjubkan pada pandangan. Akhirnya ia marah, lalu berhasrat hendak mengembalikan barang/cincin tersebut kepada penjualnya.

Pertanyaannya :
Bolehkah kusumo widodo mengembalikan cincin tersebut pada penjualnya (apa masih ada khiyar dalam kasus tersebut?)

JAWABAN :

waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Jika penjual cincin itu memalsu dan menipu tentang cincin itu kepada pembeli, artinya penjual itu menampakkan kepada yang bagus (dari cincin itu) dan penjual itu menyembunyikan kepada yang buruk (dari cincin itu). Atau penjual itu menampakkan kepada yang bagus (dari cincin itu) dan menyembunyikan kepada yang rusak (dari cincin itu). Dan jika didalam cincin yang dijual itu ada cela (yaitu bahwa cincin itu palsu), dan jika penjual itu tidak menerangkan kepada pembeli tentang celanya cincin itu (yaitu bahwa cincin itu palsu), dan pembeli tidak tahu bahwa cincin itu palsu. Maka bagi pembeli itu bisa khiyar (memilih) antara fasakh (membatalkan pembelian cincin itu) dan imdho’ (meneruskan pembelian cincin itu).

(منهاج المسلم,صحيفۃ ٣١٨)
٤-اذا دلس الباءع في المبيع باءن اظهر الحسن واخفی القبيح,او اظهر الصالح وابطن الفاسد او جمع اللبن في ضرع الشاۃ فاءن للمشتري الخيار في الفسخ او الاءمضاء,لقوله صلی الله عليه وسلم:(لا تصروا الاءبل ولا الغنم فمن ابتاعها فهو بخير النظرين بعد ان يحلبها ان شاء امسك وان شاء ردها وصاعا من تمر)(متفق عليه).

٥-اذا وجد بالمبيع عيب ينقص قيمته ولم يكن قد علمه المشتري ورضي به حال المساومۃ فاءن للمشتري الخيار في الاءمضاءاو الفسخ,لقوله صلی الله عليه وسلم (لا يحل لمسلم باع من اخيه بيعا فيه عيب الا بينه له)(رواه احمد وابن ماجه)ولقوله صلی الله عليه وسلم(من غشنا فليس منا).

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

M045. BATASAN MENCUKUR RAMBUT BAGI WANITA

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Deskripsi masalah:
Dalam tradisi rambut perempuan sangatlah berbeda dengan laki-laki yaitu rambut laki-laki pendek dan perempuan panjang.
Dalam situasi terkadang ada perempuan yang rambutnya pendek, hal tersebut tidak menutup kemungkin ia dicukur.

Pertanyaannya:
Bagaimana hukumnya perempuan mencukur rambut sampai bahu? Kalau boleh lalu sampai dimana batasan perempuan mencukur rambut?

JAWABAN :

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Imam Ibnu hajar bahwa mencukur gundul rambut bagi wanita adalah haram apabila tidak dalam darurat, yang hanya dipendekkan.

📚 بشرى الكريم

(والتقصير) هو الأخذ من الشعر بنحو قص، وسن تعميم الشعر كله به (للمرأة) والخنثى ولو صغيرة أفضل؛ لخبر أبي داوود: “ليس على النساء حلق، وإنما عليهن التقصير”.ويكره الحلق وأخذه بنحو نورة، بل يحرم إن لم يأذن فيه حليل وسيد، أو قصدت التشبه بالرجال.ولا يشرع إلا لسابع ولادتها ولتداو واستخفاء من فاسق، وندب تعميم رأسها بالتقصير، وأن يكون بقدر أنملة.

Menurut ibaraot lain lain seperti ini ustadz tentang batasan memotong rambut bagi wanita

وحدثنى عبيد الله بن معاذ العنبرى قال حدثنا أبى قال حدثنا شعبة عن أبى بكر بن حفص عن أبى سلمة بن عبد الرحمن قال دخلت على عائشة أنا وأخوها من الرضاعة فسألها عن غسل النبى -صلى الله عليه وسلم- من الجنابة فدعت بإناء قدر الصاع فاغتسلت وبيننا وبينها ستر وأفرغت على رأسها ثلاثا. قال وَكَانَ أَزْوَاجُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُءُوْسِهِنَّ حَتَّى تَكُوْنَ كَالْوَفْرَةِ

Dari Abu Salamah bin Abdurrahman dia berkata: “Aku masuk pada Aisyah bersama saudara laki-laki sesusuannya. Lalu dia menanyakan kepadanya tentang mandi Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena junub. Lantas Aisyah meminta wadah yang memuat kira-kira satu sha’, lalu dia mandi dengan meletakkan tabir di antara kami dan dia. Aisyah menuangkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali. Dia berkata: “Para istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memotong rambut mereka, hingga panjangnya seperti al-wafrah.

Dalam Syarh Imam Nawawi 2/23 :

قَوْلَهُ : ( وَكَانَ أَزْوَاجُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُءُوْسِهنَّ حَتَّى تَكُوْنَ كَالْوَفْرَةِ ) اَلْوَفْرَة أَشْبَعُ وَأَكْثَرُ مِنَ ( اللُّمَّةِ ) ، وَاللُّمَّةُ مَا يَلُمُّ بِالْمَنْكِبَيْنِ مِنَ الشَّعْر ، قَالَهُ الْأَصْمَعِيُّ ، وَقَالَ غَيْرُهُ : اَلْوَفْرَةُ أَقَلُّ مِنَ اللُّمَّةِ ، وَهِيَ مَا لَا يُجَاوِزُ الْأُذُنَيْنِ ، وَقَالَ أَبُوْ حَاتِمٍ : اَلْوَفْرَةُ مَا عَلَى الْأُذُنَيْنِ مِنَ الشَّعْر .

AL-WAFRAH lebih lebat dan lebih banyak dari AL-LUMMAH. AL-LUMMAH ialah rambut yang terkumpul di kedua pundak. demikian dikatakan oleh al Ashma’i. Lainnya ada yang mengatakan: AL-WAFRAH lebih sedikit dari AL-LUMMAH.

والله أعلم بالصواب

Kategori
Uncategorized

H004. HUKUM MEMAKAN KURA KURA

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Bagaimana hukum makan kura kura dan penyu menurut ilam. Saya mau tahu karena tadi saya diajak teman makan kotempah?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Hukumnya haram karena hidup di dua alam (air dan darat).

> Ibnu Hasyim Alwi:

و يحرم اكل السلحفاة برية كان او بحرية و هى المعروفة بالترسة لانها تعيش فى البر و البحر
الحنابلة و المالكية قالويحل اكل السلحفاة البحرية الترسة بعد ذبحها. اما السلحفاة البرية فالراجح عند حنابلة حرمتها

Haram memakan kura-kura baik kura-kura darat maupun laut yang biasa dikenal dengan nama penyu karena mereka bisa hidup di darat dan di laut. Ulama-ulama khanabilah dan malikiyah berpendapat halal memakan kura-kura laut(penyu) setelah di sembelih terlebih dahulu.Adapun kura-kura darat maka menurut qaol rojih ulama khanabilah hukumnya haram. (Madzahib al Arba’ah : 2/7).

Dalam Qoul Rojih pun mengkonsumsi daging kura-kura hukumnya haram.

Lihat kifayatul ahyar : 2/235 :

يحرم الضفدع و السرطان و السلحفاة على الراجيح.

Daging kura kura adalah haram, sewaktu tidak tahu hukumnya tidak apa-apa. Memakan daging kura-kura menurut Qoul Al-Ashah hukumnya haram

الضرب الثاني ما يعيش في الماء والبر أيضا___ ويحرم التمساح على الصحيح والسلحفاة على الأصح. روضة الطالبين

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

P003. HUKUM BERPUASA SUNNAH DI TANGGAL 15 KE BELAKANG BULAN SYA’BAN

PERTANYAAN :

Assalamualaikum Ustadz..

Mohon penjelasannya tentang
puasa sunnah haram di tanggal 15 kebelakang di bulan sya’ban?

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

وقد قطع كثير من الشافعية بأن ابتداء المنع من أول السادس عشر من شعبان واستدلوا بحديث العلاء بن عبد الرحمن عن أبيه عن أبي هريرة مرفوعا : ( إذا انتصف شعبان فلا تصوموا ) أخرجه أصحاب السنن وصححه ابن حبان وغيره.

Menurut pendapat kebanyakan ulama dari kalangan syafiiyyah permulaan larangan puasa sya’ban adalah tanggal 16 sya’ban dengan tendensi hadits riwayat al’Allaa’ Bin Abdur Rohman dari ayahnya dari Abu hurairah ra “Bila bulan sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa” (HR . Ashaab assunan disahihkan oleh Ibnu Hibbaan dan lainnya. [ Nail al-Authaar IV/349 ].

قوله وكذا بعد نصف شعبان ) أي وكذلك يحرم الصوم بعد نصف شعبان لما صح من قوله صلى الله عليه وسلم إذا انتصف شعبان فلا تصوموا

( قوله ما لم يصله بما قبله ) أي محل الحرمة ما لم يصل صوم ما بعد النصف بما قبله فإن وصله به ولو بيوم النصف بأن صام خامس عشره وتالييه واستمر إلى آخر الشهر فلا حرمة

(Keterangan ‘begitu juga haram puasa setelah nisyfu sya’ban) berdasarkan hadits “Bila bulan sya’ban telah menjadi separuh, janganlah kalian berpuasa”. Keharaman ini dengan catatan bila puasa setelah hari nisyfu sya’ban (tanggal 16-pen) tersebut tidak disambungkan dengan puasa sebelumnya, bila disambungkan meskipun dengan berpuasa di tanggal separuh bulan sya’ban (meskipun hanya disambungkan dengan puasa pada tanggal 15) dan kemudian disambung dengan hari setelahnya hingga tanggal 30 (syaum assyak) maka tidak lagi dihukumi haram. [ I’aanah at-Thoolibiin II/273 ].

Wallahu a’lamu bisshowab..