DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

M002 Hukum Barang Tertinggal Di Toko

Oleh : KH Musthofa AB

Assalamualaikum Ustadz… Saya seorang pemilik / penjaga toko, kemudian sering terjadi ada pembeli barangnya tertinggal. barangkali lupa.

Apa yang harus saya lakukan dengan barang yang tertinggal tersebut?

 

Wa ‘Alaikumussalam Wa Rahmatullah Wa Barakatuh

Barang tersebut masuk dalam katagori barang temuan, maka yang harus anda lakukan adalah mengumumkan selama 1 tahun. Jika sudah lewat 1 tahun maka anda boleh memilikinya dengan syarat jika yang memilikinya sewaktu-waktu datang anda harus memberikannya. Disebutkan dalam kitab alMajmu’ syarah muhadzab :

وموضوع الفصل: هل يجبُ أخذُ اللقطة ، أم تركُها؟ نقل المزني عن الشافعي رحمه الله في المختصر قال: «ولا أحبُّ لأحدٍ ترك لقطةٍ وجدها إذا كان أميناً عليها» . وفيه استحباب أخذها. وقال الشافعي رحمه الله في الأم: «لا يجوز لأحدٍ ترك اللقطة إذا وجدها» وفيه إيجاب أخذها. وكان الأصحاب ومنهم أبو الحسن بن القطان وطائفة يخرجون ذلك على اختلاف قولين نقلهما في «الحاوي» . أحدهما : أخذها استحباب وليس بواجب، كما نصّ في «المختصر»، لأنه غير مؤتمن عليها. والقول الثاني : أخذها واجب وتركها مأثم، لأنه وجب عليه حراسة مال أخيه المسلم، كما وجب عليه حراسة نفس أخيه المسلم.

Inti masalah dalam Fasal ini : ” Apakah yang wajib itu “mengambil” LuQothoh ( barang temuan ) ataukah membiarkannya tetap tergeletak di area benda itu ditemukan ? Dalam hal ini Imam al-Muzani pernah menukil dari Imam asy-Syaafi’iy dalam kitab al-Mukhtashor : Berkata imam asy-Syaafi’iy : ” Aku tak menyukai terhadap seseorang ( muslim ) yang telah membiarkan tergeletak akan barang temuan yang ditemukannya apabila ia berstatus terpercaya dalam mengamankan benda tersebut”. Dalam Qoul dari Imam asy-syaafi’iy ini terkandung penetapan disunnahkan untuk mengambilnya ( menyelamatkannya dalam kendali dirinya ). Imam asy-Syaafi’iy juga pernah berkata dalam kitab al-Umm : ” Bagi seseorang ( Muslim ) tidak diperkenankan membiarkan barang temuan ( LUQOTHOH ) bilamana ia telah menemukannya ” Dalam Qoul beliau ini tersirat ketentuan wajib untuk memungutknya ( menyelamatkan benda temuan itu ). Namun kalang ashchaab syaafi’iy diantaranya syaikh abu alchasan ben alQoththoon sebagaimana dinukilnya dalam kitab alChaawii, ( mereka ) men-“takhriij” dari Qoul imam syaafi’iy itu pada ketetapan dua Qoul :

  1. Mengambilnya ( mengamankannya ) sunnah dan bukanlah wajib sebagaimana nash syaafi’iy dalam “almukhtashor” karena hal itu bukanlah perkara yang harus diamankan ( Ghoiru mu-tamanin ‘alaiha ).
  2. Mengamankannya itu wajib dan membiarkannya tergeletak adalah berdosa, karena wajib atas si penemu untuk menjaga harta milik saudaranya sesama muslim sebagaimana wajib juga untuk mengamankan jiwa saudaranya yang muslim ( dari bahaya dan ancaman )

Dengan demikian anda sebagai orang yang menemukan barang mempunyai :

  1. Kewajiban, Yaitu : Mengambil, mengumumkan dan menjaganya
  2. Hak, Yaitu : Boleh memilikinya bila dalam 1 tahun tak ada yang komplain, dengan syarat jika pemilikinya se-waktu-waktu datang, maka anda harus memberikannya

Pada saat pengembalian barang tidak ada kewajiban bagi pemilik barang memberikan sebagian nilai barang (ongkos) untuk si penemu. Tapi secara etika jika seseorang mendapatkan kebahagiaan (barangnya ketemu) maka sunnah untuk bersyukur, dan bersyukur itu yang paling terlihat adalah dengan bershadaqoh, karena kasusnya penemuan maka paling pas yang dapat shadaqoh adalah penemu. ada satu qoul : Barang siapa tidak bersukur pada manusia, berarti belum bersyukur pada Allah.

Walaahu a’lam bishshawaab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#TERKINI

#WARTA

#HUKUM