logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

HUKUMNYA PEREMPUAN MENYEMBELIH AYAM

Assalamualikum.

Deskrpsi masalah .

Ada seorang perempuan janda jualan nasi setiap pagi dipasar, untuk sarapan pagi para pekerja dan juga anak sekolah dll.Nasinya itu biasa dengan ikan ayam yang disembelih sendiri, karena anak-anak dan sanak faminya tidak biasa menyembelih ( memotong ) hewan, dikarenakan tidak tega melihat darah dan juga ayam ketika sakarat.Akan tetapi bagi seorang janda pedangan nasi itu sudah biasa, sehingga tidak ada rasa cemas, takut dll.

Pertanyaannya
Bolehkah seorang perempuan menyembeli ( memotong) ayam atau kambing dll ?

Mohon penjelasan epon kepada para ajunan guru2…

Waalaikum salam.
Jawaban.
Perempuan menyembelih hewan seperti ayam kambing dan juga sapi hukumnya boleh. Karena perempuan juga memiliki hak yang sama dalam hal penyembelihan sebagaimana laki-laki, dengan catatan ia mampu.
Namun hak itu diutamakan kepada lelaki terlebih dahulu, kemudian perempuan. Hukum diperbolehkannya perempuan menyembelih hewan Hal ini berdasarkan sebuah hadits:

أَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعٍ فَأُصِيبَتْ شَاةٌ مِنْهَا فَأَدْرَكَتْهَا فَذَبَحَتْهَا بِحَجَرٍ فَسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كُلُوهَا

Artinya, “Seorang budak perempuan Ka’ab bin Malik pernah menggembalakan kambing di Sala’. Lalu salah seekor di antaranya menderita sesuatu, lalu budak itu mendapatinya dan menyembelih kambing itu dengan batu. Kemudian ditanya mengenai hal itu, Nabi Muhammad SAW berkata, ‘Makanlah kambing itu,’” (HR Bukhari, no 5081).

Imam Ibnu Qudamah berpendapat terkait dengan hadits ini

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ فَوَائِدُ سَبْعٌ ؛ أَحَدُهَا ، إبَاحَةُ ذَبِيحَةِ الْمَرْأَةِ

Artinya, “Hadis ini mengandung tujuh informasi di mana salah satunya adalah kebolehan penyembelihan hewan oleh wanita,” (Lihat Ibnu Qudamah, Al-Mughni, 21/370)

Ulama sepakat mengenai hal diperbolehkannya perempuan menyembelih hewan , sebagaimana Ibnul Mundzir menjelaskan dalam kitab Al-Ijma’ sebagaimana berikut:

وأجمعوا على إباحة ذبيحة الصبي والمرأة إذا أطاقا الذبح، وأتيا على ما يجب أن يؤتى عليه

Artinya, “Ulama bersepakat mengenai kebolehan penyembelihan oleh anak-anak dan wanita, dengan syarat keduanya mampu menyembelih dan melaksanakan apa-apa yang wajib ada dalam penyembelihan,” (Lihat Ibnul Munzir An-Naisaburi As-Syafi’i, Al-Ijma’, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 2010, hal 14).

كفاية الأخيار.٢٢٨/٢

وكذا تحل ذكاة الأعمى والمرأة وإن كانت حائضا واحتاج لحلها بما رواه البخاري  إن جارية لأل كعب كانت ترعى غنما فمرضت شاة منها فكسرت  مروة وذبحتها فسأل مولاها رسول الله صلى الله عليه وسلم  فأجاز لهم أكلها ،والمروة الحجر الأبيض وفيه دلالة على جوز الذبح به والله أعلم

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan, bahwa diperbolehkannya bagi seorang perempuan dewasa menyembelih hewan ternak selagi dia memiliki kemampuan dan memenuhi syarat penyembelihan pada lazimnya. Diantara syarat kehalalan sembelihan adalah disembelih dihulqum(saluran nafas) dan mari'(saluran makanan dan minuman)itu putus.
Jadi jika hulqum(saluran nafas) dan mari'(saluran makanan dan minuman)itu putus maka hewan yang disembelih itu halal dimakan.

Referensi:

(المجموع على شرح المهذب،مؤلف الاءمام  النووي)
والمستحب أن يقطع الحلقوم والمرىء والودجين، لأنه أوحي وأروح للذبيحة فإن اقتصر على قطع الحلقوم والمرىء أجزأه، لأن الحلقوم مجرى النفس، والمرىء مجرى الطعام، والروح لا تبقى مع قطعهما، والمستحب أن ينحر الإبل ويذبح البقر والشاة، فإن خالف ونحر البقر والشاة وذبح الإبل أجزأه، لأن الجميع موت من غير تعذيب، ويكره أن يبين الرأس وأن يبالغ في الذبح إلى أن يبلغ النخاع، وهو عرق يمتد من الدماغ، ويستبطن الفقار إلى عجب الذنب لما روى عن عمر رضي الله عنه أنه «نهى عن النخع» ولأن فيه زيادة تعذيب فإن فعل ذلك لم يحرم لأن ذلك يوجد بعد حصول الذكاة


Dalam kitab I’anatut Thalibin diterangkan:

والحاصل أولى الناس بالذبح الرجل العاقل المسلم ثم المرأة العاقلة المسلمة ثم الصابي المسلم المميز ثم الكتابي ثم الكتابية …

Yang lebih utama untuk memotong adalah muslim yang berakal, kemudian muslimah yang berakal, kemudian anak-anak muslim yang sudah mumayyiz dan baligh, kemudian kafir kitabi (laki-laki), kafir kitabiyah(perempuan)….

Hal keutamaan seorang laki-laki menyembelih sebagaimana juga dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitabnya Al Majmu berikut;

أولى الناس بالذكاة الرجل العاقل المسلم ثم المرأة المسلمة ثم الصبي المسلم ثم الكتابي ثم المجنون والسكران

“Yang lebih utama untuk menyembelih hewan adalah laki-laki yang berakal dan Muslim, kemudian perempuan Muslimah, kemudian anak kecil yang Muslim, kemudian nonMuslim ahli kitab, orang gila dan orang mabuk.”

البجيرمى ٥٤٢/٢ دار الكتب العلمية

  فرع قال فى المجموع قال أصحابنا أولى الناس بالذكاة الرجل العاقل المسلم  ثم المرأة العاقلة المسلمة ثم الصبي المسلم المميز ثم الكتابي ثم المجنون والسكران  وفى معنا هما التى غير المميز كماقاله الشهاب الرملي لكن لابد أن يكون نوع مميز  كما صرح له الرحماني

Demikianlah penjelasan tentang seputar hukumnya wanita menyembelih hewan ternak pada dasarnya tidak ada pelarangan namun yang lebih utama adalah laki-laki dan jika tidak ada laki-laki atau ada namun tidak biasa boleh dilakukan oleh wanita dengan catatan mampu. Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#TERKINI

#WARTA

#HUKUM