logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

Kategori
Uncategorized

T039 : CARA MENSUCIKAN BADAN SETELAH MAKAN DAGING BABI

PERTANYAAN :

Asslamualaikum Ustadz..

Deskripsi maslah:

Dono makan daging babi yang jelas haram di konsumsi oleh stiap manusia karena najis, kemudian hari si Dono ingin bertaubat dan menyesal terhdap apa yang telah di makan.

Pertanyaannya:
Bagaimna si dono cara menghilangkan najis yang ada di dalam tubuhnya sebab makan daging babi tersebut.?

mohon ibarotnya juga.

JAWABAN :

Waalaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh..

Tetap wajib dicuci untuk bagian tubuh yang bisa terjangkau seperti mulut.

المختاج في شرح المنهاج

لو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج لأن الجوف محيل مطهر لانا نقول الجوف لايحيل النجس الى الطهارة مطلقا

Jika ada orang makan anjing atau babi kemudian keluar lagi daging anjing tersebut dari dalam orang yang makan tersebut, maka baginya tidak wajib membasuh 7 kali pada tempat keluarnya tersebut (DUBUR) dikarenakan perut memiliki kekuatan untuk merubah dzat suatu benda dan mensucikannya. dikarenakan kita (Syafiiyyah) menyatakan bahwa perut ini tidak bisa merubah dzatiyah benda najis menjadi suci secara mutlak.

Keringatnya orang yang memakan daging babi tetap suci karena bukan benda yang keluar dari dua lobang depan-belakang, juga bukan muntah :

وخرج بقوله من السبيلين الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر الا القيئ الخارج من الفم بعد وصوله الى المعدة.الباجوري ١ / ١٠٠

Mulutnya wajib dibasuh 7 kali dan dicampur debu. :

ولو أكل لحم كلب نص الشافعي على أنه يغسل فمه سبعا ويعفره.هامش أسنى المطالب ١/٢٢

Bila orang yang makan daging anjing tersebut memuntahkan daging tersebut dalam keadaan utuh / dagingya tidak hancur menjadi kotoran maka wajib mulutnya di basuh 7 x lagi dan dicampuri debu, dan bila muntah tidak berupa daging / sudah hancur menjadi kotoran maka bila mulutnya sudah dibasuh 7 x dan dicampuri debu maka tidak wajib dibasuh 7 kali lagi / cukup dibasuh 1 x saja.:

ومن القيئ ما عاد حالا ولو من مغلظ فلا يجب تسبيع الفم منه كالدبر نعم اعتمد ع ش عدم وجوب التسبيع من خروج ما من شأنه الإستحالة وإن لم يستحل كاللحم الا إن خرج من الفم كذلك و وجوبه مما شأنه عدمها وإن استحال. بغية المسترشدين ص : ٢٢

.ولو تقايأ لحم نحو كلب غير مستحيل وجب عليه تسبيع فمه منه مع التتريب فإن استحال لم يجب ما ذكر اذا خرج منه بعد غسل فمه وتتريبه من الأكل وإلا وجبا فإن خرج من دبره كفاه الإستسجاء من فضلته ولو بالحجر وإن خرج غير مستحيل لأن شأنه ذلك وخرج باللحم العظم فيجب التسبيع بخروجه من الدبر ولو على غير صورته وكذا من الفم ومثل العظم الشعر لأن شأنه عدم الإستحالة ومثل اللحم العظم الرقيق الذي يؤكل معه عادة لأن شأنه الإستحالة. الشرقاوي ١/١١٨-١١٩

Sedangkan mengenai sesuatu yang dari dubur atau qubulnya orang yang makan najis mugholazhoh maka ditafsil sebagai berikut :

1. Wajib dibasuh 7 x dan dicampur dengan debu bila yang dimakan berupa sesuatu yang tidak mungkin berubah/tidak jadi kotoran seperti tulang dan rambut / bulu walaupun keluarnya sudah tidak berupa tulang dan rambut lagi.

2. Tidak wajib di basuh 7 x dan dicampuri debu bila yang dimakan berupa sesuatu yang berubah menjadi kotoran seperti daging walaupun keluarnya tetap berupa daging. :

.ولو أكل لحم كلب لم يجب تسبيع دبره من خروجه وإن خرج بعينه قبل إستحالته فيما يظهر وأفتى به البلقيني لأن الباطن محيل.نهاية المحتاج ١/٢٥٤

.فإن خرج من دبره كفاه الإستسجاء من فضلته ولو بالحجر وإن خرج غير مستحيل لأن شأنه ذلك وخرج باللحم العظم فيجب التسبيع بخروجه من الدبر ولو على غير صورته وكذا من الفم ومثل العظم الشعر لأن شأنه عدم الإستحالة ومثل اللحم العظم الرقيق الذي يؤكل معه عادة لأن شأنه الإستحالة. الشرقاوي ١/١١٨-١١٩

.اعتمد ع ش عدم وجوب التسبيع من خروج ما من شأنه الإستحالة وإن لم يستحل كاللحم الا إن خرج من الفم كذلك و وجوبه مما شأنه عدمها وإن استحال. بغية المسترشدين ص :

Wallahu a’lamu bisshowab..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 311 : TATACARA SHALAT WITIR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 311 :

وَعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُوتِرُ بِـ “سَبِّحِ اِسْمَ رَبِّكَ اَلْأَعْلَى”, و: “قُلْ يَا أَيُّهَا اَلْكَافِرُونَ”, و: “قُلْ هُوَ اَللَّهُ أَحَدٌ” ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَالنَّسَائِيُّ. وَزَادَ: ( وَلَا يُسَلِّمُ إِلَّا فِي آخِرِهِنَّ )

وَلِأَبِي دَاوُدَ, وَاَلتِّرْمِذِيِّ نَحْوُهُ عَنْ عَائِشَةَ وَفِيهِ: ( كُلَّ سُورَةٍ فِي رَكْعَةٍ, وَفِي اَلْأَخِيرَةِ: “قُلْ هُوَ اَللَّهُ أَحَدٌ”, وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ )

Ubay Ibnu Ka’ab Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam biasanya sholat witir dengan membaca (Sabbihisma rabbikal a’la dan (Qul yaa ayyuhal kaafiruun) dan (Qul huwallaahu Ahad).” Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i. Nasa’i menambahkan: Beliau tidak salam kecuali pada rakaat terakhir.

Menurut riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi terdapat hadits serupa dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu dan didalamnya disebutkan: Masing-masing surat untuk satu rakaat dan dalam rakaat terakhir dibaca (Qul huwallaahu Ahad) serta dua surat al-Falaq dan an-Naas.

MAKNA HADITS :

Nabi (s.a.w) melakukan shalat witir dengan cara yang berlainan antara satu sama lain. Adakalanya baginda mengerjakannya sebanyak tiga rakaat tanpa salam kecuali pada rakaat terakhir dan adakalanya sebanyak tiga rakaat yang pada rakaat kedua mengucapkan salam pertama, kemudian satu rakaat lagi dan kemudian salam. Semua itu dilakukan melalui perbuatan Nabi (s.a.w). Sedangkan apa yang paling banyak baginda lakukan ialah melakukan salam sesudah dua rakaat, kemudian melakukan rakaat yang ketiga dengan mengucapkan salam yang lain. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa shalat witir boleh dilakukan secara sekaligus dan boleh pula secara terpisah dengan melakukan salam pada rakaat yang kedua. Tetapi riwayat yang mengatakan shalat witir boleh dikerjakan secara terpisah lebih kuat daripada riwayat yang mengatakan boleh dikerjakan secara sekaligus.

FIQH HADITS :

1. Salah satu cara shalat witir yang dilakukan oleh Nabi (s.a.w) adalah tiga rakaat dengan satu kali salam.

2. Disunatkan membaca surah-surah tersebut dalam rakaat shalat witir. Mazhab Maliki, mazhab al-Syaff’i, mazhab Hanbali dan mazhab Hanafi mengatakan bahwa disunatkan membaca Surah al-A’la, Surah al-Kafirun dan Surat al-Ikhlas saja, selain itu tidak.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 310 : TIDAK ADA DUA SHALAT WITIR DALAM SATU MALAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 310 :

وَعَنْ طَلْقٍ بْنِ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ( لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَالثَّلَاثَةُ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Tholq Ibnu Ali berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” Riwayat Ahmad dan Imam tiga. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

MAKNA HADITS :

Shalat witir tidak boleh dilakukan secara berulang dalam satu malam; mengulanginya berarti membatalkan pengertian witir itu sendiri yang bermaksud ganjil, karena keadaannya berubah menjadi syafa’ (genap).

Barang siapa telah mengerjakan shalat witir lalu dia hendak mengerjakan shalat sunat lagi, maka dia boleh mengerjakannya lagi, tetapi jangan mengerjakan shalat witir. Jika tetap ingin melakukannya, maka sebaiknya menggabungkan satu rakaat lain kepada witir yang pertama, lalu mengerjakan shalat berapapun dia mau dan dia boleh melakukan shalat witir di penghujung shalatnya. Ini boleh dilakukan selagi tidak dikawatiri waktu Subuh segera tiba dan waktunya cukup panjang untuk mengerjakannya.

FIQH HADITS :

Tidak boleh membatalkan shalat witir sesudah mengerjakannya. Inilah pendapat kebanyakan ulama salaf dan ulama khalaf.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 309 : SHALAT WITIR SEBAGAI PENUTUP MALAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 309 :

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( اِجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jadikanlah sholat witir sebagai akhir sholatmu malam hari.” Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Manusia itu ada dua jenis dalam kaitannya dengan shalat witir. Sebagian ada yang yakin dirinya mampu bangun di penghujung malam. Dia pun mengakhirkan shalat witir karena itu lebih afdhal, yaitu waktu dimana rahmat Allah turun dan do’a dikabulkan. Sebagian yang lain ada yang tidak yakin dirinya mampu bangun di penghujung malam. Dia pun mendahulukan shalat witir karena itu lebih afdhal di samping itu sebagai langkah berhati-hati. Apa yang disebut dalam hadis ini ditujukan kepada golongan pertama. Mereka yakin mampu bangun di penghujung malam. Nabi (s.a.w) pernah mengerjakan shalat witir pada setiap waktu malam hari, tetapi biasanya baginda mengerjakannya di penghujung waktu malam.

FIQH HADITS :

Disunatkan mengakhiri shalat sunat malam dengan shalat witir. Shalat witir adalah shalat sunat terakhir pada waktu malam hari.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 308 : SHALAT WITIR ADALAH SUNNAH MU’AKKAD

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 308 :

وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم ( أَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنَ, فَإِنَّ الله وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ ) رَوَاهُ الْخَمْسَةُ, وَصَحَّحَهُ ابْنُ خُزَيْمَةَ

Dari Ali bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholat witirlah wahai ahli Qur’an, karena Allah sesungguhnya witir (ganjil) dan dia mencintai yang ganjil (witir).” Diriwayatkan oleh Imam Lima dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.

MAKNA HADITS :

Orang mukmin adalah ahli al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi (s.a.w) lalu mereka beriman kepadanya dan mengamalkan hukum-hakam yang ada di dalamnya. Tetapi yang berhak menyandang gelar ini ialah mereka yang hafal al-Qur’an. Nabi (s.a.w) menganjurkan mereka supaya mengerjakan solat witir. Dalam hadis ini disebutkan lafaz al-Qur’an secara khusus dengan tujuan mereka sering membacanya ketika mengerjakan sholat witir itu.

FIQH HADITS :

Sholat witir adalah sunah mu’akkad, bukan fardu dan bukan pula wajib. Inilah menurut jumhur ulama, kecuali Imam Abu Hanifah.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 307 : PENTINGNYA MENJAGA SHALAT MALAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 307 :

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ, كَانَ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ, فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Abdullah Ibnu Amar Ibu al-‘Ash Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda padaku: “Hai Abdullah, kamu jangan seperti si Anu, dulu ia biasa sholat malam kemudian ia meninggalkannya.” Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Antara Sunnah yang diajarkan oleh Nabi (s.a.w) adalah baginda selalu meneliti hal ahwal yang dilakukan oleh sahabatnya. Baginda memuji orang yang berbuat baik dan membimbing orang yang berbuat jahat menuju kebaikan, menyadarkan orang yang berbuat dzalim dan membantu orang yang ditimpa musibah.

Inilah Abdullah ibn ‘Amr. Dia biasa melakukan sholat malam, kemudian dia malas dan kemudian tidak lagi mengerjakannya. Nabi (s.a.w) menegurnya dan

mengatakan kepadanya dengan bahasa sindiran menerusi sabdanya: “Janganlah kamu seperti si fulan.” Nabi (s.a.w) sengaja tidak menyebutkan dirinya secara jelas,

melainkan menggunakan nama samaran, dengan maksud agar Abdullah ibn Amr tidak merasa malu.

Barang siapa yang membiasakan suatu amal ibadah, maka makruh baginya meninggalkan ibadah tersebut melainkan disebabkan ada uzur yang menghalanginya.
Jika tidak dapat mengerjakan amal ibadah yang biasa dia kerjakan, maka tetap dicatatkan baginya pahala yang sama seperti ketika dia melakukan ibadah itu. Ini merupakan karunia Allah.

FIQH HADITS :

1. Sholat sunat malam tidak wajib, sebab Rasulullah (s.a.w) hanya sekadar menegur orang yang tidak mengerjakannya.

2. Disunatkan meneruskan amal kebaikan yang biasa dilakukan tanpa berlebihan dan orang yang meninggalkannya hendaklah ditegur.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 306 : WAKTU AFDHAL SHALAT WITIR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 306 :

وَعَنْهَا قَالَتْ: ( مِنْ كُلِّ اللَّيْلِ قَدْ أَوْتَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَانْتَهَى وِتْرُهُ إِلَى السَّحَرِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِمَا.

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Pada setiap malam Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam selalu sholat witir yang berakhir hingga waktu sahur. Muttafaq Alaihi.

MAKNA HADITS :

Waktu sholat witir dimulai sesudah mengerjakan sholat Isyak hingga fajar terbit. Kesemua waktu ini menunjukkan waktu ikhtiyari (pilihan) bagi Nabi (s.a.w).

Orang mukallaf boleh memilih waktu yang mana dia hendak mengerjakannya, baik pada permulaan malam hari, pertengahan ataupun akhir malam hari. Ulama bersepakat bahwa sholat witir tidak sah kecuali sesudah mengerjakan sholat Isyak. Barang siapa yang tidak yakin pada dirinya untuk dapat bangun pada waktu tengah malam atau di akhirnya, maka dia boleh mengerjakan sholat witir pada permulaan malam. Barang siapa yang mampu bangun pada waktu tengah malam atau di akhirnya, maka dia boleh mengakhirkannya, malah ini lebih diutamakan.

Mengerjakan sholat witir di penghujung malam lebih afdhal, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi (s.a.w) di samping ia merupakan waktu dimana do’a dimakbulkan, sebab rahmat Allah diturunkan pada waktu sepertiga terakhir pada waktu malam itu.

FIQH HADITS :

1. Boleh mengerjakan sholat witir pada saat-saat waktu malam hari asalkan setelah mengerjakan sholat Isyak.

2. Apa yang paling afdhal dalam sholat witir adalah dilakukan di akhir malam, yakni di penghujung waktu bagi orang yang meyakini mampu bangun pada waktu itu.

3. Sholat pada waktu sahur amat digalakkan karena ia merupakan waktu yang paling afdhal.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 304-305 : JUMLAH RAKAAT SHALAT WITIR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 304 :

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( مَا كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً, يُصَلِّي أَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ, ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا, فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ, ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا. قَالَتْ عَائِشَةُ, فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ, أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ? قَالَ: “يَا عَائِشَةُ, إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي”) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

وَفِي رِوَايَةٍ لَهُمَا عَنْهَا: ( كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ عَشْرَ رَكَعَاتٍ, وَيُوتِرُ بِسَجْدَةٍ, وَيَرْكَعُ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ, فَتِلْكَ ثَلَاثُ عَشْرَةَ )

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah menambah dalam sholat malam Ramadhan atau lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau sholat empat rakaat dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau sholat empat rakaat dan jangan tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau sholat tiga rakaat. ‘Aisyah berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum sholat witir? Beliau menjawab: “Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur namun hatiku tidak.” Muttafaq Alaihi.

Dalam suatu riwayat Bukhari-Muslim yang lain: Beliau sholat malam sepuluh rakaat, sholat witir satu rakaat, dan sholat fajar dua rakaat. Jadi semuanya tiga belas rakaat.

HADITS KE 305 :

وَعَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً, يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ, لَا يَجْلِسُ فِي شَيْءٍ إِلَّا فِي آخِرِهَا)

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sholat malam tiga belas rakaat, lima rakaat di antaranya sholat witir, beliau tidak pernah duduk kecuali pada rakaat terakhir.

MAKNA HADITS :

Oleh kerana sholat sunat pada waktu malam hari adalah sunat, maka adakalanya Nabi (s.a.w) sengaja menambah jumlah rakaatnya dan adakalanya pula mengurangi bilangan rakaatnya.

Tujuannya ialah untuk membuktikan ia adalah sunat dan ia boleh dengan cara seperti itu disamping menjaga keadaan supaya tetap bersemangat dan adakalanya pula baginda melakukan ketika sedang musafir.

Dengan demikian, dapatlah diketahui bahwa tidak ada kecelaruan dalam hadis Aisyah (r.a), sebaliknya apa yang dilakukan oleh Nabi (s.a.w) ketika mengerjakan sholat tahajjud memang berbeda-beda. Adakalanya Aisyah (r.a) menceritakan bahwa baginda mengerjakan sholat sunat sebelas rakaat, adakalanya menceritakan tiga belas rakaat, dan adakalanya pula menceritakan lima belas rakaat.

Oleh karena sebagian besar kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi (s.a.w) adalah yang pertama, yaitu sebelas rakaat, maka Aisyah (r.a) mengatakan: “Dan tidak pula pada lainnya (selain Ramadhan).” Ini berdasarkan kebiasaan, bukannya sebagai ikatan. Pembahasan mengenai masalah ini cukup luas.

Antara keistimewaan yang dimiliki oleh Rasulullah (s.a.w) ialah tidur baginda tidak membatalkan wuduk karena hati baginda tetap dalam keadaan sadar dan selalu hadir bersama Allah, yakni senantiasa ingat kepada-Nya.

FIQH HADITS :

1. Menjelaskan jumlah bilangan rakaat sholat sunat pada waktu malam hari.

2. Menjelaskan jumlah bilangan rakaat solat witir.

3. Makruh tidur sebelum mengerjakan sholat witir.

4. Hati yang tidur membatalkan wuduk. Inilah pendapat Imam Malik dan berkata: “Tidur yang dilakukan oleh seseorang hingga tidak merasa lagi apa yang terjadi di hadapannya membatalkan wuduk. Rujuk pembahasan masalah
ini pada pembahasan sebelumnya.

5. Disyariatkan melakukan dua rakaat sunat fajar (qabliyyah Subuh).

6. Antara keistimewaan yang dimiliki oleh para nabi ialah mata mereka tidur, tetapi hati mereka tidak tidur, tetap sadar.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 303 : SHALAT WITIR ADALAH SUNNAH MUAKKAD

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 303 :

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ أَبِيهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْوِتْرُ حَقٌّ, فَمَنْ لَمْ يُوتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَد لَيِّنٍ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

وَلَهُ شَاهِدٌ ضَعِيفٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عِنْدَ أَحْمَدَ

Dari Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Witir adalah hak, maka barangsiapa tidak sholat witir ia bukanlah termasuk golongan kami.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang lemah. Shahih menurut Hakim.

Hadits tersebut mempunyai saksi yang lemah dari Abu Hurairah menurut riwayat Ahmad.

MAKNA HADITS :

Lafaz “حق” menurut bahasa bermaksud wajib dan sunat mu‟akkad. Ulama yang
mengartikannya wajib antara lain Imam Abu Hanifah, berarti beliau cenderung mentafsirkannya sebagai wajib sebagaimana dalam firman Allah:

حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِيْنَ (١٨٠)

“… (Ini adalah) kewajiban atas orang yang bertakwa.” (Surah al-Baqarah: 180)

Ulama yang mengatakan sholat witir itu sunat mu’akkad, berarti dia mentafsirkannya sunat yang dikukuhkan dengan menggabungkan antara hadis ini dengan hadis lain yang menunjukkan makna tidak wajib. Ini merupakan pendapat jumhur ulama sebagaimana di dalam firman Allah:

حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِيْنَ (٢٣٨)

“Yang demikian itu merupakan ketetapan bagi orang yang berbuat kebajikan.” (Al-
Baqarah: 236)

FIQH HADITS :

Shalat witir adalah sunah muakkad berdasarkan pemahaman yang menggabungkan diantara hadis yang menunjukkan bahwa ia tidak wajib.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Kategori
Uncategorized

HADITS KE 302 : WAKTU SHALAT WITIR

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB GAMBARAN SHALAT SUNNAH

HADITS KE 302 :

وَعَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ اللَّهَ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ ” قُلْنَا : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ? قَالَ : ” اَلْوِتْرُ , مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْرِ ) رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

وَرَوَى أَحْمَدُ : عَنْ عَمْرِوِ بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ نَحْوَهُ

Dari Kharijah Ibnu Hudzafah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah membantu kamu dengan sholat yang lebih baik bagimu daripada unta merah?” Kami bertanya: Sholat apa itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “Witir antara sholat Isya’ hingga terbitnya fajar.” Riwayat Imam Lima kecuali Nasa’i. Hadits Shahih menurut Hakim.

Ahmad juga meriwayatkan hadits serupa dari Amr Ibnu Syuaib dari ayahnya dari kakeknya.

FIQH HADITS :

1. Disyariatkan sholat witir dan dianjurkan mengerjakannya.

2. Sholat witir bukan wajib. Seandainya wajib, maka bukan hanya dianjurkan untuk mengerjakannya, melainkan sudah dipastikan dengan bentuk perintah yang tegas, yaitu ”ٌْفرض عليكم“ atau ”ٌْاوجب عليكم“ karena itu tentu tidak dapat ditawar-tawar lagi.

3. Waktu sholat witir dimulai setelah selesai mengerjakan sholat Isyak hingga fajar terbit.

4. Membuat perumpamaan dengan gambaran harta yang paling berharga untuk mudah difaham.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..