logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

WAKAF UNTUK MAQBARAH (TEMPAT PEMAKAMAN)

Assalamualaikum.

Deskripsi masalah.

Seseorang bernama Ghufran ia mewakafkan tanahnya untuk ditempati pemakaman ( kuburan ) masyarakat setempat ( penduduk setemapat) , Misalkan sewaktu waktu ada orang musyafir yg meninggal di kampung tersebut tapi musyafir tersebut bukan bagian dari penduduk setempat, sementara ia tidak diketahui Indentitas atau asal usulnya dari mana ia berasal .

Pertanyaannya
Apakah boleh musyafir dimakamkan ditanah waqaf tersebut .?

Waalikum salam

Jawaban .
Hukumnya tidak boleh mengkuburkan orang lain ( musafir ) yang bukan masyarakat setempat . Alasannya karena untuk memelihara tujuan wakif sebagaimana ia mewakafkan tempat kuburan tersebut dikhususkan untuk penguburan jenazah atau mayit yang perpenduduk dimasyarat setempat. Maka berbeda dengan Wakaf maqbarah yang mana Wakif mewakafkannya untuk setiap orang. Artinya sama saja Wakif mewakakfkan tanahnya untuk masyarakat setempat atau masyarakat lain, bahkan tidak ada perbedaan dalam pendayagunaan Wakaf untuk orang yang kaya atau orang miskin maka boleh dikuburkannya.

Referensi:

الموسوعة الفقهية – 24965/31949

وقف المقبرة
13 – ذهب الفقهاء إلى أنه إذا جعل شخص أرضه مقبرة فلكل أحد أن يدفن فيها، سواء الواقف أو غيره، ولا فرق في الانتفاع بين الغني والفقير حتى جاز للكل الدفن فيها (3) .
وأما لو شرط في وقف المقبرة اختصاصها بطائفة اقتصر عليهم في الأصح عندالشَّافِعِيَّةِ، وَيُمْنَعُ غَيْرُهُمْ مِنَ الدَّفْنِ فِيهَا رِعَايَةً لِغَرَضِ الْوَاقِفِ، وَإِنْ كَانَ ذَلِكَ الشَّرْطُ مَكْرُوهًا.
وَفِي مُقَابِل الأَْصَحِّ لاَ تُخْتَصُّ بِهِمْ وَيَلْغُو الشَّرْطُ، وَهُنَاكَ قَوْلٌ ثَالِثٌ وَهُوَ أَنَّهُ: يَفْسُدُ الْوَقْفُ لِفَسَادِ الشَّرْطِ.
وَذَهَبَ الْمَالِكِيَّةُ إِلَى أَنَّهُ يَجِبُ الْوَفَاءُ بِشَرْطِ الْوَاقِفِ فِي الْوَقْفِ مُطْلَقًا إِنْ جَازَ الشَّرْطُ (1) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#TERKINI

#WARTA

#HUKUM