logo mubaa
Logo Ittihad

DEWAN PIMPINAN PUSAT
IKATAN ALUMNI BATA-BATA

HUKUMNYA BERZIKIR TANPA MENGETAHUI MAKNAYA

HUKUMNYA BERZIKIR YANG TIDAK MENGETAHUI TERHADAP MAKNA DZIKIR YANG DIBACANYA.

Pertanyaan:
Bagaimana hukumnya orang yang berdzikir, yang tidak mengetahui terhadap makna dzikir yang dibacanya?

Jawaban: Bila orang itu sama sekali tidak paham makna dzikir baik makna global ( keseluruhan) atau makna terperinci maka tidak mendapat pahala. jika orang itu masih paham makna global ( keseluruhan ) nya dan tidak paham makna rinciannya maka masih mendapat pahala. Hal ini berbeda dengan membaca al-Quran, meskipun tidak mengetahui maknanya tetap mendapat pahala.

Catatan: Menurut Imam Ibnu Abdi al-Haq,orang yang berdzikir,baik dia mengerti atau tidak mengerti terhadap makna dzikir secara global (secara kesimpulan) atau secara terperinci, itu tetap mendapat pahala.

Referensi:

كاشفة السجا على سفينة الجا

( تنبيه)

قال العلماء رضي الله عنهم إعلم أنه لا يثاب ذاكرت على ذكره إلا إذا عرف معناه ولو إجمالا بخلاف القرآن فيثاب قارئه مطلقا نبه على ذلك قليوبي

[SATU PERINGATAN ]
Ulama radhiyallahu ‘anhum berkata, “Ketahuilah!
Sesungguhnya seseorang tidak akan diberi pahala atas dzikirnya kecuali ketika ia mengetahui makna dzikirnya tersebut meskipun
secara global. Berbeda dengan al-Quran, maka sesungguhnya orang yang membacanya akan diberi pahala secara mutlak, baikmengetahui maknanya ataupun tidak.” Demikian ini disebutkan oleh Qulyubi.

Referensi:

(حاشيتا قليوبي وعميرة الجزء الاول ص: ۱۹۷ طبعة دار الفكر )

قَوْلُهُ: (وَالذِكْرِ) أَيْ تَدَبَّرُهُ بِمَعْرِفَةِ مَعَانِيهِ قَالَ شَيْخُنَا وَلَا يُتَابُ عَلَيْهِ إِلَّا إِنْ عَرَفَ مَعْنَاهُ وَلَوْ إجمالًا بخلاف الْقُرْءآنِ لِلتَّعَبدِ بِهِ وَقَالَ ابْنُ عَبْدِ الْحَقِّ يُثَابُ مُطْلَقًا كَالْقُرْءآنِ.

Wallahu A’lam bisshowab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#TERKINI

#WARTA

#HUKUM