
WALIMATUL HAMLI DAN MEMANDIKAN ORANG YANG HAMIL
Assalamualaikum,
Deskripsi masalah :
Rasulullah pernah bersabda bahwa anak adalah buah hati.
Bagi suami istri tentu merasa bahagia walaupun belum nampak anaknya dilahirkan namun sudah ada tanda kehamilan sehingga mentradisi, bila kehadiran buah hati mereka mengadakan acara-acara tertentu demi kebaikan sang buah hati, diantaranya: acara 4 bulanan dan 7 bulanan dengan cara mengundang sanak familinya baik keluarga yang dekat ataupun yang jauh lalu yang hamil didudukkan sementara yang diundang para wanita memandikannya dengan air yang dicampur kembang/bunga setaman atau bukhur dan sejenisnya, kemudian ada kelapa kuning ( kelapa kedding Red ) mereka satu-persatu menyirami kepalanya.
Ada sebagian mengundang acara istighasah dengan bacaan al-Qur’an atau sholawat untuk dan do’a untuk yang hamil agar selamat dan anaknya diharapkan menjadi anak yang sholeh sholehah.
Pertanyaan :
Adakah dasar dalam syariat tentang hal-hal di atas (acara memandikan , dan juga istighasah membaca al-Qur’an atau sholawat untuk yang hamil)?
Jawaban :
Secara khusus tidak ditemukan dasar dalam syariat. Hanya saja, dalam fikih disampaikan bahwa apabila dalam kegiatan tersebut tidak terdapat hal-hal yang dilarang agama bahkan merupakan kebajikan seperti sodaqoh, qiro’atul qur’an dan sholawat kepada Nabi serta tidak meyakini bahwa penentuan waktu itu adalah sunnah, maka hukumnya diperbolehkan.
Namun hal penting untuk diketahui adalah
Pertama: bahwa Walimah al-Hamli bukan tergolong walimah yang disyariatkan dalam Islam, namun selagi dalam pelaksanaannya tidak disertai hal-hal yang tercela maka tidak menjadi BID’AH yang QABIIH (tercela).
Kedua : Memandikan itu adalah bid’ah dan mungkin bid’ah madzmumah oleh karenana Syaikh Ismail al-Yamani menjawab dalam kitabnya: Dan Allah memberikan petunjuk kepada yang benar. Sesungguhnya Walimah kehamilan yang disebutkan dalam pertanyaan tersebut adalah bukanlah salah satu walimah yang dianjurkan ( memadikan orang yang hamil dengan air mawar dan sejenisnya yang ada kelapa yang kuning ) , jadi itu adalah bid’ah, dan mungkin bid’ah yang jelek karena adat istiadat yang tercela yang menyertainya, seperti misalnya. hal-hal yang disebutkan dalam pertanyaan itu, semua itu tercela, kecuali yang disebutkan terakhir dalam pernyataan penanya yaitu Ada yang cukup dengan membaca Al-Qur’an setelah selesai lalu bubar / pulang.
Adat istiadat yang jelek maka keburukannya harus diwaspadai dan orang yang mengamalkannya harus diberi nasehat. Apabila orang-orang awam menemukan penasehat yang jujur dari kalangan ahli ilmu yang berniat dengan nasehatnya mencari wajah Allah, ( semata karena Allah) maka mereka akan menerima nasehatnya dengan penuh penerimaan dan itu akan menjadi tempat yang baik bagi mereka, dan orang-orang yang berilmu harus memberikan pengobatan atau masukan dengan perkara-perkara tersebut dengan nasehat yang baik, niat yang baik, dan metode/ cara-cara yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Allah berfirman Maka berikanlah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. ….Dan Allah berfirman: Apakah kejalan Tuhanmu dengan cara hikmah ( mencontohkan) dan memberi peringatan yang terbaik.
قرة العين فتاوى الشيخ إسماعيل الزين اليمنى المكي ١٨٢
حول وليمة الحمل وغسل الحامل أمام عدد من النسوة
سؤال : ماقولكم سيدي فى حكم وليمة الحمل . ثم الذي يعتاده بعض أهل بلدنا فى تلك الوليمة أن الحامل يغسلها الحاضرات من النسوة المدعوات حينما أردن أن ينصرفن من بيتها وهى جالسة وبين يديها نرجيل أصفر وبيض وغيرها مما يعتقدون أنه لابد أن يكون معها فيصيبن على رأسها ماء ملخبطا بشيء من حانوط أونحوه .وبعضهم يكتفى بإطعام الطعام وقراءة ماتيسر من القرآن والصلاة على خير الأنام نسألكم عن حكمها مع تضمنته تلك الوليمة من الأمور المذكورة
الجواب.
والله الموفق للصواب أن الوليمة الحمل المذكورة فى السؤال ليست من الولائم المشروعة فهى بدعة ، وقد تكون بدعة قبيحة لما يصحبها من العادات الذمية كالأشياء التى ذكرت فى السؤال ، وكل ذلك مذموم إلا ماذكر آخرا من قول السائل .وبعضهن يكتفين بقراءة القرآن ثم ينصرفن .وأماماعدا ذلك فكله من المنكرات والعادات القبيحة التى ينبغي التنبيهُ على قبحها ونصيحة متعاطيها. فإن العوام إذا وجدوا ناصحا أمينا من أهل العلم يقصد بنصيحته إبتغاء وجه الله يتلقون نصيحته بالقبول وتقع منهم موقعا حسنا ، ويجب على أهل العلم معالجة مثل هذا الأمور بالموعظة الحسنة والنيةِ الصالحةِ والأساليب النافعة للمسلمين قال تعالى : فذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين .وقال : أدع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة …… والله سبحانه وتعالى أعلم
قَالَ الشَّافِعِيُّ ، رَحِمَهُ اللَّهُ : ” الْوَلِيمَةُ الَّتِي تُعْرَفُ : وَلِيمَةُ الْعُرْسِ ، وَكُلُّ دَعْوَةٍ عَلَى إِمْلَاكٍ أَوْ نِفَاسٍ أَوْ خِتَانٍ أَوْ حَادِثِ سُرُورٍ ، فَدُعِيَ إِلَيْهَا رَجُلٌ ، فَاسْمُ الْوَلِيمَةِ يَقَعُ عَلَيْهَا
Imam as-Syafi’i berkata “Walimah yang dikenal (dalam islam) adalah walimah ‘Urs dan setiap jamuan yang diadakan atas dasar mendapatkan sesuatu, persalinan, khitanan atau kebahagiaan yang baru diperoleh kemudian jamuan tersebut dijadikan undangan maka nama walimah layak disematkan padanya”. [ Al-Haawy fii Fiqh as-Syaafi’i IX/555 ].
ISTILAH-ISTILAH WALIMAH YANG DIKENAL DALAM ISLAM
ويقال لدعوة الختان إعذار ولدعوة الولادة عقيقة ولسلامة المرأة من الطلق خرس وقيل الخرس لطعام الولادة ولقدوم المسافر نقيعة ولإحداث البناء وكيرة ولما يتخذ للمصيبة وضيمة ولما يتخذ بلا سبب مأدبة
Jamuan khitanan disebut “ I’DZAAR ”, Jamuan kelahiran disebut “ AQIQAH “, jamuan terselamatkannya wanita dari jatuhnya talak disebut “ KHARS “ namun pendapat lain menyatakan khars adalah jamuan untuk kelahiran anak, Jamuan sampainya seseorang dari bepergian disebut “ NAQI’AH “, Jamuan seusai membangun rumah disebut “ WAKIIRAH “, jamuan selamat dari bencana disebut “ WADHIMAH “, dan jamuan yang diadakan tanpa alasan disebut “ MA’DABAH “. [ Raudhah at-Thoolibiin III/64 ].
وَالْوَلَائِمُ سِتٌّ : وَلِيمَةُ الْعُرْسِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى اجْتِمَاعِ الزَّوْجَيْنِ . وَوَلِيمَةُ الْخُرْسِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى وِلَادَةِ الْوَلَدِ . وَوَلِيمَةُ الْإِعْذَارِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى الْخِتَانِ . وَوَلِيمَةُ الْوَكِيرَةِ : وَهِيَ الْوَلِيمَةُ عَلَى بِنَاءِ الدَّارِ . قَالَ الشَّاعِرُ : كُلُّ الطَّعَامِ تَشْتَهِي رَبِيعَةُ الْخُرْسُ وَالْإِعْذَارُ وَالْوَكِيرَهْ وَوَلِيمَةُ النَّقِيعَةِ : وَهِيَ وَلِيمَةُ الْقَادِمِ مِنْ سَفَرِهِ ، وَرُبَّمَا سَمُّوا النَّاقَةَ الَّتِي تُنْحَرُ لِلْقَادِمِ نَقِيعَةً ، قَالَ الشَّاعِرُ : إِنَّا لَنَضْرِبُ بِالسُّيُوفِ رُءُوسَهُمْ ضَرْبَ الْقُدَارِ نَقِيعَةَ الْقُدَّامِ وَوَلِيمَةُ الْمَأْدُبَةِ : هِيَ الْوَلِيمَةُ لِغَيْرِ سَبَبٍ . فَإِنَّ خُصَّ بِالْوَلِيمَةِ جَمِيعُ النَّاسِ سُمِّيَتْ جَفَلَى ، وَإِنْ خُصَّ بِهَا بَعْضُ النَّاسِ ، سُمِّيَتْ نَقَرَى
Macam Walimah yang dikenal dalam Islam ada enam :
1.Walimah ‘Urs : Walimah yang diadakan atas dasar pertemuan dua insan dalam membentuk rumah tangga
2.Walimah Khurs : Walimah yang diadakan atas dasar lahirnya seorang anak
3.Walimah I’dzaar : Walimah yang diadakan atas dasar khitanan
4.Walimah Wakiirah : Walimah yang diadakan atas dasar membangun rumah
5.Walimah Naqii’ah : Walimah yang diadakan atas dasar kedatangan seseorang dari bepergian
6.Walimah Ma’dabah : Walimah yang diadakan atas dasar tanpa sebabBila undangan walimah tersebut mencakup semua lapisan masyarakat dinamakan ‘JAFLAA’, bila hanya sebatas kalangan tertentu saja dinamakan ‘NAQRAA’. [ Al-Haawy fii Fiqh as-Syaafi’i IX/555 ].
Jadi inti dari taradisi selama tidak menyalahi aturan maka hukumnya boleh sebagaimana dijelaskan dalam sebuah kaidah.
العادات محكمة مالم تخالف الشرع
Seperti mengundang tujuannya untuk sedekah istighasah dengan bacaan al-Qur’an dan sholat dan do’a untuk yang hamil agar dengan do’a diharapkan selamat dan memperoleh anak sholeh dan sholehah maka hukumnya bahkan dianjurkan memperbanyak do’a pada saat hamil terutama menjelang 4 bulanan sangat dibutuhkan, mengingat roh seluruh bani adam serta umur, rizqi pekerjaan dan nasibnya, oleh Allah swt. Diperintahkan untuk ditiupkan dan ditentukan pada saat umur janin 40 hari x 3 atau 120 hari dalam kandungan yang berarti berumur 4 bulan.
Sebagaimana keterangan dalam hadits :
ان احدكم يجمع خلقه في بطن امه اربعين يوما نطفة ثم… الحديث
Juga berdo’a untuk mendapatkan keturunan anak yang sholeh sangatlah dianjurkan, sebagaimana
Firman Allah :
رب هب لي من الصالحين
Dan memperbanyak do’a :
ربنا هب لنا من ازواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين اماما. آمين يارب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.