DO’A UNTUK AHLI KUBUR ANTARA MEMAKAI KALIMAT MUFROD ( قبر ) ATAU JAMA’ ( قبور)

DO’A UNTUK AHLI KUBUR ANTRA MEMAKAI KALIMAT MUFROD ( قبر ) ATAU JAMA’ ( قبور )

Assalamualaikum.
Deskripsi masalah.

Sudah lumrah dikalangan ahli sunnah wal jamaah ketika ada orang meninggal mengadakan tahlilan atau mengandakan haul baik khusushonnya satu orang atau terkadang lebih dari satu orang, namun ketika berdo’a tokoh agama yang mimpin tahlil  untuk satu orang mayat ( ahli kubur ) mengatakan:


  اللهم أجعل قبره


dan ada yang mengatakan


    اللهم أجعل قبوره

Begitu juga jika yang dikhususkan banyak (  ali kuburnya banyak ) maka yang memimpin do’a mengatakan

  اللهم أجعل قبرهم


dan ada yang mengatakan


  اللهم أجعل قبورهم


Sebagaimana  cotoh dalam do’a yang lain.

اللهم ارحمهم ولا تعذبهم اللهم اجعل قبرهم روضة من رياض الجنة ولا تجعل قبرهم حفرة من حفر النيران

Ya Allah, kasihanilah mereka dan jangan siksa mereka. Ya Allah, jadikan kuburan mereka sebuah taman dari taman-taman surga dan jangan Engkau jadikan kuburan mereka kubangan dari beberapa kubangan neraka.

Sebagaimana Rasulullah bersabda :

الأنبياء أحياء في قبورهم يصلون (أخرجه أبو يعلى والبيهقي وصححه وأبونعيم والسيوطي وحسنه وغيرهم عن أنس )

Para nabi hidup di kubur mereka seraya shalat (HR Abû Ya’lâ, al-Baihaqy, as-Suyûthy, Abû Nu’aim dari Anas).

Pertanyaan.
Mana yang benar susunan Idhofahnya ( Isim mudhof ) menggunakan jama’ dan menggunakan mufrod  yang disandingkan dengan dhomir tersebut.?

Waalaikum salam
Jawaban.

Dalam ushul fiqh, ketika isim mufrad dan jamak dimudlafkan pada isim makrifat, maka keduanya menjadi عام

karena عام maka bermakna kulliyyah (universal/syumul/meniap). Sehingga dari sisi kesyumulannya,  mufrad dan jama tersebut sama-sama bermakna “semua”, “seluruh” atau “setiap”.  Dalam lubbul ushul berbunyi kaidah

” *و مدلول العام كلية*”

Lalu apa bedanya isim mufrad dan jamak tersebut bila keduanya sama sama  عام؟

Adapun perbedaannya hanya dari kualitas dilalahnya pada asal maknanya. Dilalah عام  pada asal maknanya adalah qathiyyah, sedangkan pada semua afradnya adalah zhaniyyah.

Artinya, bila lafal عام berbentuk mufrad maka yang qathiy adalah satu, karena makna mufrad adlah satu.  Apabila berbentuk jamak, maka yang qathiy adalah tiga, karena asal makna jama adalah tiga. Kaidah ushul fiqhnya berbunyi :

دلالة العام علی اصل معناه قطعية وعلی كل فرد ظنية

Begitu juga boleh jamak bermakna mufrad , tetapi majaz, sebagaimana dijelaskan dalam
جمع  الجوامع  terdapat kaidah ,

وانه (اي الجمع) يصدق بالواحد مجازا

Dalam alquran  terdapat jamak yang bermakna mufrad, misalnya

وَإِنِّی مُرۡسِلَةٌ إِلَیۡهِم بِهَدِیَّةࣲ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ یَرۡجِعُ ٱلۡمُرۡسَلُونَ

و مثل القاضي عزيزي في (البرهان) مجيء الجمع والمراد الواحد بقوله تعالى: {وإني مرسلة إليهم بهدية} فالهاء والميم للجمع، والمراد به سليمان وحده، وكذا قوله {بم يرجع المرسلون} والرسول واحد بدليل قوله: {ارجع إليهم}

Oleh karen Itu  boleh menggunakan  قبرهم atau قبورهم karena keduanya sama عام  dan bentuk jama’ dengan makna mufrod. Wallahu A’lam bisshowab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *