HADITS KE 112 : MENEMUKAN AIR SESUDAH TAYAMUM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 112 :

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: ( خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتْ اَلصَّلَاةَ -وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ- فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا اَلْمَاءَ فِي اَلْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا اَلصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدِ اَلْآخَرُ ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ: أَصَبْتَ اَلسُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ وَقَالَ لِلْآخَرِ: لَكَ اَلْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ و النَّسَائِيّ

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu ‘anhu berkata: Ada dua orang laki-laki keluar bepergian lalu datanglah waktu shalat sedangkan mereka tidak mempunyai air maka mereka bertayamum dengan tanah suci dan menunaikan shalat. Kemudian mereka menjumpai air pada waktu itu juga. Lalu salah seorang dari keduanya mengulangi shalat dan wudlu sedang yang lainnya tidak. Kemudian mereka menghadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu kepadanya. Maka beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulanginya: “Engkau telah melakukan sesuai sunnah dan shalatmu sudah sah bagimu.” Dan beliau bersabda kepada yang lainnya: “Engkau mendapatkan pahala dua kali.” Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i.

MAKNA HADITS :

Cabang hukum yang memiliki banyak rincian serta beraneka ragam jenis dan
peristiwanya tidak mungkin disebutkan dengan secara terperinci jelas oleh al-Qur’an dan Sunnah. Dalam menganalisis perkara seperti itu diperlukan ijtihad dengan cara menyamakan suatu permasalahan yang mempunyai kemiripan dengan yang lain dan menyesuaikan cabang kepada pokoknya. Oleh itu, setiap sahabat melakukan ijtihad pada zaman Nabi (s.a.w) dan baginda mengakui perbuatan mereka dan menyetujuinya.

Antara contohnya ialah kisah dua orang lekaki yang sedang melakukan suatu
perjalanan lalu keduanya bertayammum dalam perjalanannya kerana persediaan air mereka tidak memadai untuk digunakan berwuduk. Kemudian salah seorang di antara keduanya mengulangi solatnya, sedangkan yang seorang lagi tidak, tetapi Nabi (s.a.w) menyetujui perbuatan kedua-dua orang sahabat itu. Baginda bersabda kepada orang yang mengulangi solatnya: “Engkau mendapat ganjaran pahala dua kali ganda” yakni pahala bersuci dengan debu dan bersuci dengan air. Dan kepada yang seorang lagi, yaitu orang yang tidak mengulangi solatnya, baginda bersabda: “Solatmu sudah memadai.” Dikatakan demikian kerana dia telah mengerjakan sesuai dengan apa yang diperintahkan kepadanya, yaitu bertayammum.

FIQH HADITS :

1. Menyegerakan sholat dengan mengerjakannya pada awal waktu.

2. Disyariatkan bertayammum ketika tidak ada air.

3. Boleh berijtihad pada zaman Nabi (s.a.w) ketika tidak berada di hadapan
baginda.

4. Setiap perkara penting hendaklah dirujuk kepada pemimpin.

5. Orang yang ditanya dituntut untuk menjawab persoalan si penanya dengan jawapan yang memuaskannya

6. Orang yang telah bersholat dengan tayammum, lalu dia menemukan air sesudah dia mengerjakan sholat tidak wajib mengulangi solatnya, meskipun waktu solat itu masih belum berakhir.

7. Tayammum menjadi batal dengan adanya air sebelum mengerjakan solat. Jika air ditemukan sesudah masuk dalam solat, maka seseorang tidak boleh membatalkannya.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *