HADITS KE 109 : TATA CARA TAYAMMUM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

KAJIAN KITAB IBANAH AL-AHKAM KARYA ASSAYYID ALAWI BIN ABBAS AL-MALIKI

BAB TENTANG TAYAMUM

HADITS KE 109 :

وَعَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( بَعَثَنِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدِ اَلْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي اَلصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ اَلدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ اَلْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ اَلشِّمَالَ عَلَى اَلْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم

وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: وَضَرَبَ بِكَفَّيْهِ اَلْأَرْضَ وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْه

Ammar Ibnu Yassir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam telah mengutusku untuk suatu keperluan lalu aku junub dan tidak mendapatkan air maka aku bergulingan di atas tanah seperti yang dilakukan binatang kemudian aku mendatangi Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu padanya. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “sesungguhnya engkau cukup degnan kedua belah tanganmu begini.” Lalu beliau menepuk tanah sekali kemudian mengusapkan tangan kirinya atas tangan kanannya punggung kedua telapak tangan dan wajahnya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.

Dalam suatu riwayat Bukhari disebutkan: Beliau menepuk tanah dengan kedua telapak tangannya dan meniupnya lalu mengusap wajah dan kedua telapak tangannya.

MAKNA HADITS :

Sahabat yang mulia ‘Ammar ibn Yasir (r.a) menempuh cara dzahir sebagaimana yang dituntut oleh pemahaman analogi dan akal. Beliau berpandangan tayammum merupakan pengganti mandi. Oleh sebab itu beliau meyakini bahwa seluruh tubuh mesti terkena debu sebagaimana halnya mandi. Untuk itu, beliau berguling di atas pasir seperti bergulingnya seekor hewan ternakan. Nabi (s.a.w) menjelaskan kepadanya tatacara bertayammum yang disyariatkan oleh Allah (s.w.t).

FIQH HADITS :

1. Tidak ada celaan terhadap seorang mujtahid apabila dia telah mengerahkan seluruh kemampuannya tetapi masih tetap salam dan tidak mencapai kebenaran.

2. Pengajaran secara praktikal memiliki kesan yang lebih mendalam dibanding pengajaran secara teori.

3. Boleh membatasi tayammum hanya dengan sekali pukulan (sekali ambil debu).

4. Disyariatkan mengusap wajah dan dua telapak tangan dalam tayammum menurut pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah dan Imam al-Syafi’i di dalam qaul jadidnya, batas mengusap tangan sampai kepada kedua siku. Keduanya melandaskan pendapat mereka kepada dalil hadis kedua yang akan disebut sesudah ini.

5. Tayammum sudah mencukupi dijadikan sebagai pengganti mandi junub apabila air tidak dijumpai.

6. Disyariatkan menepuk kedua tangan ketika bertayammum.

Wallahu a’lam bisshowab..

Demikian Kajian Hadits untuk hari ini.

Semoga bermanfaat. Aamiin..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *